The Owner Of My Last Love

The Owner Of My Last Love
Bab 4: Perhitungan



Setelah menghabiskan kopi asin khas buatan ku, dia kembali menatap ku dengan lekat.


aku pun melirik nya sekilas dan kemudian memutar bola mata ku dengan malas


"ngapa sih lihat-lihat" ujar ku dengan kesal


"kenapa? kamu salting ya hahaha"


"idihh najis! siapa juga yang salting jijik iyaa"


"oh ya?"


"Hem"


"emm kamu deket banget ya sama eza?"


"iya, kenapa?"


"emm kalian ga pacaran kan?"


"bukan urusan kamu"


"urusan ku lah, aku kan calon pacar kamu"


"idihh najis, ogah sama kamu.. orang aneh, sok kegantengan"


"tapi emang ganteng kan?" tanya nya sambil mengibaskan rambut nya


"iya, tapi sayang nya aku ga tertarik tuh hahhah" ujar ku sambil tersenyum mengejek


"oke, kalo gitu aku akan bikin kamu tertarik sama aku"


"ga mungkin, kamu ga akan bisa.. jangan mimpi" ujar ku tersenyum miring


"kalo aku bisa bikin kamu jatuh cinta, aku jamin kamu ga akan aku lepas selama nya"


"ahhahah"


kenapa ada orang yang tingkat kepedean nya seperti ini, itu sungguh membuat ku benar-benar mual mendengar nya.


"kamu itu menarik" ujar nya sambil tersenyum


"kalo kamu ga jelas hahhahh" ujar ku tertawa lagi, dia menatap ku dengan lekat.


"manis, aku suka" ujar zidan dalam hati


"oh iyaa, kapan kamu pergi? aku udah bosan lihat kamu uppss sorry aku terlalu jujur hahaaa" ujar ku yang sontak membuat nya mengerutkan dahi nya


"kalo aku pulang kamu mau ngapain?" tanya zidan penasaran


"nonton"


"sama siapa?"


"sendiri lah"


"ohh ku kira di bioskop "


"udaahh sana pergi"


"emm, senyum dulu " ujar nya sambil tersenyum


"ogah! ga sudi"


"kalo gitu aku mau nginap disini aja"


"heh! jangan ngawur, bibi ga akan ngizinin kamu nginep disini.. ga usah ngarep"


"aku mau tidur di bawah jendela kamar kamu.. tepat nya di luar"


"kurang kerjaan banget sih "


"maka nya senyum dulu, kamu pikir aku ga serius apa?"


"ohhh wong gemblong! emang kurang nih orang" ujar ku dalam hati


"hemm udah kan?" ujar ku sambil tersenyum terpaksa


"yang ikhlas senyum nya"


"ngatur banget sih! emang kamu siapa?"


"aku? calon pacar kamu" mendengar bualan nya itu pun akhir aku memutuskan untuk berhenti berdebat agar dia segera pulang dari rumah bibi.


aku mencoba tersenyum seikhlas mungkin yaa walaupun masih terbilang terpaksa


"manis" ujar nya sambil mencubit kedua pipi ku


"ihh apa sih" ujar ku menghempaskan tangan nya dari wajah ku, dia malah terkekeh melihat wajah ku yang cemberut


"aku pergi dulu yaa, selamat menonton.." ujar nya sambil tersenyum dan kembali ke arah motor nya


"daaa" ujar yang sambil melambaikan tangan, dia pun memakai helm nya dan kemudian pergi


"huffftt akhirnya pergi juga!" ujar ku sambil terduduk lemas di sofa


"aku bisa betah ga ya? kalo di gangguin kaya gitu terus huh!"


"assalamualaikum" ujar eza yang sudah nongol di depan pintu utama yang tidak ku tutup


"wa'alaikum salam, masuk za" ujar ku


"Zidan abis kesini ya?"


"iyaa"


"ngapain lagi?"


"ga tau tuh, ga jelas.."


"apa ku bilang, dia emang kaya nya tertarik sama kamu"


"bodo amat lah zaa, aku ga peduli"


"hahah iya iyaa"


"kamu ngapain kesini? tumben ga belajar? biasanya kaaann rajiiiiin banget"


"emm lagi ga mood"


"nih aku bawa gitar"


"iya tau"


"kita nyanyi bareng yuk"


"boleh" ujar ku sambil tersenyum


"di luar aja yaa? biar bisa menikmati keindahan malam" ujar nya lagi


"ya udah ayo"


kita pun duduk berdua di depan teras rumah bibi, dia memetik gitar nya dan kita mulai bersenandung menyanyi kan lagi kesuksesan kami dari Jason Mraz yang berjudul i'm yours


Well, you done done me in, you bet I felt it


I tried to be chill, but you're so hot that I melted


Now I'm trying to get back


Before the cool done run out


I'll be giving it my bestest


And nothing's gonna stop me but divine intervention


I reckon it's again my turn


To win some or learn some


But I won't hesitate no more, no more


It cannot wait, I'm yours


Hmm (hey, hey)


Well, open up your mind and see like me


Open up your plans and, damn, you're free


Look into your heart and you'll find love, love, love, love


Listen to the music of the moment, people dance and sing


We're just one big family


And it's our God-forsaken right to be loved, loved, loved, loved, loved


So I won't hesitate no more, no more


It cannot wait, I'm sure


There's no need to complicate


Our time is short


This is our fate, I'm yours


Do, do, do, do you, but do you, do you, do, do, but do you want to come on


Scooch on over closer, dear?


And I will nibble your ear


A-soo-da-ba-ba-ba-ba-bum


Whoa-oh-oh


Whoa-oh-oh-oh-oh-whoa-whoa-whoa


Uh-huh, mmm-hmm


I've been spending way too long checking my tongue in the mirror


And bending over backwards just to try to see it clearer


But my breath fogged up the glass


And so I drew a new face and I laughed


I guess what I be saying is there ain't no better reason


To rid yourself of vanities and just go with the seasons


It's what we aim to do


Our name is our virtue


But I won't hesitate no more, no more


It cannot wait, I'm yours


Well, open up your mind and see like me (I won't hesitate)


Open up your plans and, damn, you're free (no more, no more)


And look into your heart, and you'll find (it cannot wait)


That the sky is yours (I'm sure)


So please don't, please don't, please don't (no need to complicate)


There's no need to complicate (our time is short)


'Cause our time is short (this is)


This, oh this, this is our fate (our fate)


I'm yours


Bra-bop-mm, da-bap-bop-mm-day


Do-do-do-do, do-do-do-do, do-do-do, mm-mm-mm-mm (hey, hey)


Oh, I'm yours


Oh, I'm yours


Oh, whoa, baby, do you believe I'm yours?


You best believe, you best believe I'm yours, mmm-hmm


prok prok prok!


"bagus banget suara kamu zaa" ujar ku sambil tersenyum


"lebih bagus karna duet sama kamu"


"hahah bisa aja" jawab ku dengan sok santai, padahal sebenarnya hati nya ingin meloncat keluar dari tempat nya.


angin malam berdesir lembut membuat rambut ku terbang menutupi wajah ku, dia pun menyelipkan anak rambut ku di belakang telinga ku, dan kemudian merapikan rambut ku menjadi satu, dia ikat rambut ku menggunakan gelang karet yang dia pakai.


hatiku berdebar kencang, perlakuan Eza membuat ku semakin bahagia tak karuan.


"dahh.. gini kan rapih" ujar nya sambil tersenyum kepada ku


"makasih zaa" jawab ku membalas senyuman nya


"rambut kamu bagus banget lea, sayang kalo angin nya membuat rambut mu acak-acakan" ujar nya sambil tersenyum


aku hanya terdiam, mungkin dia sadar kalau aku sedang salah tingkah saat ini.


tanpa aku sadari, zidan mengamati ku dari kejauhan. dia melayang kan tinjuan nya ke angin


"ohh ****! awas aja Lo zaa, gue bakal bikin perhitungan Karna Lo udah ngedeketin Lea" ujar nya seorang diri, dia pun kembali memutar motor nya dan pergi dari situ.


tak ingin hati nya semakin panas dan membuat nya tak bisa mengontrol emosi.


to be continued


hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa πŸ˜πŸ™ terimakasih.. dukungan kalian sungguh berati bagi author ☺️