
Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Zidan.. pulang yuk" ujar ku sambil menarik jaket nya
"kamu udah ngantuk, hm?" ujar zidan sambil menaikkan sebelah alis nya
"udah" jawab ku singkat, sebenarnya belum ngantuk tapi kalo ku bilang belum sudah pasti dia tak mau ku ajak pulang
"mau di gendong?" ujar nya lagi sambil menatap kedua mata ku
"engga! apaan sih" jawab ku sambil memalingkan wajah ku
"haha ya udah gandeng aja kalo gitu.. biar ga ilang" ujar nya sambil menggandeng tangan ku
di sepanjang perjalanan aku memeluk tubuh nya, bukan karna aku ingin tapi karna dingin, dia tersenyum memandangi ku dari balik spion motor nya.
tiba-tiba ada beberapa motor berjalan melewati kami dengan kebut-kebutan motor, ada yang menyalip ada yang berjalan menyamai motor yang di kendarai zidan, Zidan menggenggam tangan ku dengan erat.
muka yang tadi terlihat tersenyum sekarang berubah menjadi menyeramkan, dia menatap sekeliling nya. jujur saja aku juga takut karena mereka berkendara tidak sesuai aturan, bahkan salah satu di antara mereka ada yang lepas setir dan berdiri di motor nya.
aku semakin mengeratkan pelukan ku ke tubuh zidan, Zidan masih terlihat tenang.
"hei cwek swiuwiittt" ujar pria yang tengah mengendarai motor nya tepat di sebelah kami
"Zidan aku takut.." ujar ku sambil menyembunyikan kan wajah ku di punggung nya, dia semakin mengeratkan genggaman tangan nya.
"jangan khawatir.. pegangan yang erat aku akan membawa mu seperti melayang" ujar nya sambil mencoba menengok ke arah ku, aku hanya mengangguk kan kepala ku setelah itu dia memutar gas nya dengan kencang badan ku pun seperti mengikuti arah motor yang ia kendarai, seperti terbawa oleh angin kadang ke kanan dan kadang ke kiri.
aku masih menyembunyikan wajah ku, hanya sedikit menyipitkan mata ku melihat orang yang tengah berkendara tepat di samping kami, Zidan menengok pria berjaket kulit hitam legam itu kemudian menendang motor itu hingga pria itu terjatuh di jalan raya hal itu membuat teman-teman nya berhenti dan menolong pria yang terjatuh tadi, untung saja malam itu jalan tidak terlalu ramai, andai saja jalan itu ramai maka akan terjadi kecelakaan beruntun nanti nya.
"Zidan, kok di tendang.. kalo dia kenapa-napa gimanaa? nanti kamu bisa tuntutan sama orang tua nya" ujar ku dengan khawatir
"jangan khawatir, itu tidak mungkin terjadi" ujar nya dengan santai
"kenapa orang tadi kaya gitu ya? apa dia begal?" tanya ku seorang diri, Zidan yang mendengar itu pun langsung terkekeh
"ehh kok ketawa, emang ada yang lucu?" tanya ku keheranan
"kamu" ujar nya sambil tertawa
"aku? lucu dari mana nya?"
"Poko nya kamu lucu" ujar nya kembali terkekeh
"Lea?" ujar nya yang sontak membuat ku mendongak kan kepala
"apa?"
"kamu takut ga pacaran sama gengster?"
"ihh amit-amit" ujar ku dengan jujur
"kalo gengster itu sangat mencintai kamu.. kamu mau?" tanya nya lagi
"engga"
"kenapa?"
"takut"
"takut? takut gimana?"
"takut kalo di gimana -gimanain" ujar ku
dengan polos
"ahahaaahaa ya ga mungkin di apa-apain lah.."
"Emang kamu gengster?" tanya ku sambil menatap kedua mata Zidan dari balik spion
"iyaa"
"ihhh pantes nyeremin" Zidan hanya terkekeh
"nyeremin gimana maksud kamu?"
"ya nyeremin.. ngajakin nakal lagi" ujar ku sambil cemberut
"hahahaa, tapi aku ga jahat kok.. kalo ga ada yang bikin gara-gara"
"tetep aja ga ada faedah nya kalo jadi gangster" ujar ku dengan serius
"emm, mungkin orang yang ga tau bisa bilang begitu"
"ehh emang kenyataan gitu kan? ga usah ngelak"
"The young guns tidak seperti yang kamu bayangkan"
"apa itu? the young guns?"
"Nama komunitas motorcycle kami"
"emang beda nya sama gengster yang lain apa?"
"The young guns suka bantu orang.. bagi-bagi rezki..dan mengerjakan baksos"
"masa sih?" tanya ku tak percaya
"iya, kalo kamu ga percaya kamu bisa ikut"
"aku? ga deh.. nanti ada yang kaya tadi.. tadi itu musuh kamu kan?" tanya ku dengan penasaran
"iya"
"tuh kan.."
"aku takut zidan.. di ajak naik motor ngebut aja baru sama kamu ajaa"
"hahaha, kamu itu random ya?"
"random gimana?" tanya ku sambil menyandar kan dagu ku di bahu nya, dia tersenyum karna itu
"kok malah senyum-senyum sih" ujar ku dengan kesal
"emm kamu itu cwek aneh yang pertama kali nya nolak aku,cwek unik karna selalu nolak semua yang aku beri, cwek polos yang ga pernah aneh-aneh dan ga tau apa-apa hahahaaa" jawab nya sambil terkekeh lagi
aku hanya terdiam.
"ku rasa kamu hanya penasaran sama aku " Ujar ku dalam hati
"awal nya sih iya... tapi kok lama-lama aku nyaman yaa deket kamu kaya gini" jawab Zidan yang sontak membuat kedua bola mata ku membulat sempurna
"kok tau? kamu bisa baca fikiran aku ya?"
"kalo bisa gimana?" tanya nya sambil tersenyum mengejek
"ihh ga boleh.. itu kan privacy.." ujar ku sambil cemberut
"kalo lagi cemberut gitu bikin gemes tau ga?" ujar nya sambil menatap ku dari balik spion
"Zidan! denger ga sih?" tanya ku lagi
"apa dek?" tanya nya sambil terkekeh
"kok dek sih"
"abis gemesin kaya bayik hahahah" aku pun mencubit pinggang nya sekuat tenaga
"aww sakit dek.."
"adek adek... emang aku adek kamu apa!?"
"adek pacar hahahh"
"idihh ngarep" ujar ku sambil bersungut-sungut
malam itu tidak ada bintang bahkan bulan yang tadi nya sedikit tertutup oleh awan pun kini tertutup rapat oleh mendung, Zidan mengendarai motor itu dengan kecepatan tinggi karna takut bila hujan turun sebelum sampai di rumah.
"ga usah ngebut-ngebut bisa ga!?" teriak ku ketakutan
"kamu mau kehujanan?" tanya nya
"tadi aja kedinginan..." ujar nya lagi
"ga papa..dari pada kebut-kebutan aku takut"
"ya udah.. kalo hujan neduh aja ya?" tanya nya
"ga usah, ujan-ujanan ajaa"
"jangan.. kamu baru sembuh, nanti sakit lagi"
"engga, udah tenang ajaa" ujar ku dengan santai
"emm ya udah kalo itu mau kamu"
Zidan mengendarai motor itu dengan kecepatan sedang, dan benar saja hujan turun mengguyur sebelum kita sampai di rumah, Zidan menggenggam tangan ku dengan erat.
"nih, badan kamu dingin banget nih..neduh aja yaa?" tanya nya lagi
"kamu juga dingin, udah lah jalan aja teruss ga usah neduh" ujar ku yang memang menikmati hujan di malam itu
"hah, ngeyel banget di bilangin" ujar zidan sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar
sesampainya di rumah bibi, ternyata bibi ku sudah menunggu di depan pintu utama, dia berjalan sambil membawa payung mendekati kami .
"Zidan.. Ayo masuk dulu, hujan nya belum reda.. baju kamu basah lagi.. nanti ganti baju om dulu ya di dalam.. ayok" ujar bibi sambil menarik tangan ku dan tangan zidan
"Alea aja bi.. yang di payungin.." ujar Zidan sambil tersenyum
"aahhh so sweet banget sih..." ujar bibi yang kemudian menarik tangan ku
Zidan mengganti baju nya dengan baju om ku, sedang kan aku juga sudah mengganti baju ku
"ohh jadi Lea yang nekat minat pulang pas ujan-ujan kaya gini?" tanya bibi saat aku baru saja menduduk kan diri ku di sofa
"kalo ga gitu nanti pulang nya bisa larut bi.. ya kali Lea pulang malem bareng cwok, ga enak di pandang orang"
"dia itu emang good girl bi, jadi ga usah di marahin" ujar Zidan sambil tersenyum
mereka pun kembali asyik dengan obrolan nya, aku pun lebih banyak diam.
"Lea, biar zidan nginep di sini aja.. soalnya malam ini hujan nya ga reda" Ujar bibi yang sontak membuat ku terkejut
"biar tidur di sini aja" jawab ku dengan nada dingin
"jangan dong, biar tidur di kamar tamu aja.. tuh deket kamar kamu"
"hiihhhsss terserah lah!" ujar ku yang kemudian memasuki kamar ku, bibi juga masuk ke kamar nya.
"untuk saat ini kamar kita sampingan dulu.. besok kalo udah dewasa kita akan menikah dan tidur satu ranjang" ujar Zidan yang sontak membuat ku menutup pintu kamar ku dengan kencang
duarr
"dasar halu!" teriak ku yang sontak membuat Zidan terkekeh
to be continued..
minta bantuan like komen dan vote nya yaa 😍🙏 ini masih karya baru dan sangat amatir 😌🙏