
Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
follow akun author ya guys 😍
Ig:@secret_writer85
tiktok:@secretwriter22
Zidan membuat alasan agar aku bisa pulang cepat, akhirnya dia di berikan izin untuk mengantar ku pulang.
aku memakai jaket yang diberikan zidan untuk menutupi leher ku
"ayo, naik" ujar zidan, aku memegang kedua bahu nya dan kemudian menaiki motor itu
"pegangan..." ujar nya lagi
"udah lah gini aja " ujar ku dengan nada kesal
"ingin aku melakukan nya lagi disini?" aku menggeleng kan kepala ku dengan cepat, dengan terpaksa aku melingkarkan tangan ku di tubuh nya, dia tersenyum miring dari balik spion motor nya
di sepanjang perjalanan tidak ada obrolan sama sekali, padahal biasa nya dia akan banyak bicara.
"aawww" teriak ku saat dia mengerem motor nya secara tiba-tiba, dia hampir saja menabrak seekor anak kucing yang sedang menyeberang jalan
"ahh ****! dada nya yang kenyal membuat junior ku semakin menegang" ujar zidan dalam hati
"ayo jalan lagi.." ujar ku yang sontak membuyar kan lamunan nya
"kita mau kemana?" tanya ku kebingungan, pasal nya dia tidak membawa ku menuju arah pulang.
"aku ingin membawa mu ke suatu tempat" ujar zidan dengan nada dingin
"tapii, aku malu zidan" ujar ku dengan nada merengek
"hanya ada kita.." ujar zidan lagi
"kamu ga lagi ngerencanain macem-macem kan?" tanya ku penasaran
"aku ingin berbicara penting"
"mengenai?"
"sudah lah.. nanti juga tau sendiri"
"kok jadi jutek gitu sih hahaa" ujar ku dalam hati
.
dia membawa ku ke sebuah taman
tempat itu tak seperti biasa nya akan nampak ramai dengan pengunjung yang datang, namun kenapa tidak ada satupun orang di situ.
"kok sepi?" tanya ku sambil memandangi sekitar tempat itu
"tempat ini bagus.. tapi kenapa sepi?"
"kan tadi aku udah bilang, hanya ada kita berdua" ujar zidan sambil berjalan menggenggam tangan ku
"Lea.. dengar baik-baik" ujar zidan menarik nafas nya dalam-dalam dan menghembuskan nafas nya secara perlahan
"Lo harus mau jadi pacar gue!" ujar Zidan dengan nada tinggi tangan nya melingkar erat di pergelangan tangan ku
"ga! gue ga suka sama lo, ga usah narsis deh! ga semua cewek mau sama Lo"
"oke! kalo itu mau Lo.. jangan salahin kalo gue bakal bunuh Eza di depan mata Lo"
deg!
siapa yang tidak tau kekuasaan "the young guns" yang merupakan gangster terkenal di daerah kota x tersebut.
"jangan mengancam ku seperti ini.." ujar ku dengan khawatir
"jawab!" teriak zidan lagi
"baik lah, tapi ku mohon jangan sakiti ezaa" ujar ku dengan nada lemah
"terimakasih leaa" ujar Zidan sambil memeluk tubuh ku dengan erat
"maaf kalau aku kasar, tapi jika aku tidak seperti itu.. kamu tidak akan menerima cinta ku kan?" aku hanya mengangguk kan kepala ku, sebenarnya ada hal lain yang membuat ku ingin menerima cinta nya, aku ingin sekali melupakan Eza.
dia tidak akan pernah menjadi milik ku, mungkin aku harus segera melupakan nya.
"aku tau kamu belum mencintai ku, tapi ketahuilah suatu saat kamu akan mencintai ku, dan di saat itu tiba aku berjanji untuk tidak akan melepaskan mu selamanya"
"semoga saja bisa" ujar ku sambil tersenyum miring
"terimakasih sudah memberikan ku kesempatan"
"aku melakukan ini karna aku menyayangi diri ku sendiri " ujar ku yang sontak membuat Zidan tersenyum
"tidak apa-apa"
"oh yaa, aku tidak ingin kamu terlalu dekat dengan eza, selain kamu adalah pacar ku.. ingat lah eza milik orang sekarang "
"iyaa, aku tau"
"kapan?" ujar ku kebingungan
"tadi kau menolak pesona ku saat kita beradu akting.. aku tidak bisa di tolak berkali-kali "
"kau ingat kan aku pernah bilang, jika kamu menolak ku berkali-kali aku akan memaksa mu" ujar Zidan lagi sambil terkekeh
"dasar pemaksa" ujar ku sambil cemberut
"heii.. kamu mau kemana?!" teriak zidan saat aku berlari menjauhi nya
"aku ingin duduk di rumput hijau ini" ujar ku sambil membelai rumput hijau itu dengan kedua tangan ku, tiba-tiba saja zidan menjadikan paha ku sebagai bantal
"kamu memang unik Lea.."
"oh yaa?" tanya ku sambil menyanggah dagu ku dengan kedua tangan ku
"my sweetie girl.. kamu menggemaskan sekali" ujar Zidan sambil mencubit kedua pipi ku
"awww sakitt" dia pun beranjak dari tidur nya dan menangkup kedua pipi ku
cup..
"hei! mentang-mentang kita udah pacaran kamu bisa seenaknya sentuh aku apa!? engga yaa!" teriak ku dengan kesal
"aku tidak akan melakukan hal lebih dari ini Lea, aku mencintaimu" ujar zidan, aku benar-benar melihat ketulusan dari tatapan mata nya
"aku ingin menikahi mu Lea" ujar Zidan sambil tersenyum
"ha? menikah? kamu lupa!? kita masih SMP!"
"menikah itu tidak ada syarat umur nya, itu cuma aturan negara.. kalo mau nikah sah secara agama bisa kapan aja" ujar zidan dengan santai
"emang nya kamu mau nikah sama orang yang ga suka sama kamu?" tanya ku sambil mencibir
"mau, asal aku mencintai nya.. aku akan membuat nya jatuh cinta pada ku" ujar zidan penuh percaya diri
"hahahh aku belom mau hamil"
"aku tidak akan mengahamili mu, mungkin kita kan melakukan hubungan itu kalau kamu sudah siap nanti nya"
"ahahah ngelawak deh"
"aku serius"
"zidaaan.. kita masih ABG masih labil, nanti kalo berantem pasti mudah banget ngomong cerai"
"aku tidak akan melepaskan mu sebelum aku meninggal kan dunia ini Lea.."
"apaan sihh" ujar ku sambil memukul lengan nya
" i love you Lea, i'm so love you " ujar Zidan sambil tersenyum
"dasar bucin!" ujar ku sambil terkekeh
"aku juga heran kenapa bisa sebucin ini sama kamu" ujar Zidan sambil terkekeh
"kamu pake pelet ya?" ujar Zidan sambil terkekeh lagi
"idih ngaco!"
"Zidan.. ini taman umum kan? kenapa bisa sepi begini?" tanya ku keheranan
"mungkin alam mendukung kita hahaa"
"hahaa masa?"
"iyaa" ujar Zidan dengan nada dingin
"kamu lebih keren kalo kamu cool kaya gini tau" ujar ku dalam hati
"hahaa, ya udah.. aku cool aja yaa sekarang " ujar Zidan sambil terkekeh
"ihhh jangan baca pikiran aku!" ujar ku sambil memukuli dada bidang zidan, dia pun tergeletak dan membuat ku menunggingi nya, kedua mata kami saling bertemu.
namun dengan cepat dia menarik tubuh ku hingga kini aku berada dalam kukungan nya
"zidaaan... kamu mau ngapain?" tanya ku ketakutan
"mau menggigit leher mu lagii " ujar Zidan sambil terkekeh
"jangan plis! sakit tau.. bekas nya aja belum hilang" ujar ku dengan nada memohon
"baik lah.. tapi dengan satu syarat.."
"apa?"
"malam ini kita akan merayakan hari jadi kita" ujar zidan tersenyum miring
"baik lah" jawab ku dengan pasrah, dari pada di makan hidup-hidup lebih baik menyelamatkan diri.
to be continued
cieee udah jadian Lo mereka... dukungan nya juga jangan kendor yaa🙏😌 apalagi like dan vote nya 🤭