
Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
follow akun author ya guys 😍
Ig:@secret_writer85
tiktok:@secretwriter22
"dengar ya anak-anak drama musikal ini akan di tampilkan untuk acara ulang tahun sekolah kita.. jadi ibuk harap kalian harus latihan semaksimal mungkin karna tinggal 1 minggu lagi"
"buk, apa kelas kita doang yang terpilih?" tanya bella sambil mengangkat tangan nya
"iyaa, bella.. kelas ini kan memang selalu menjuarai kesenian" ujar bu dina sambil tersenyum
"buk, kita fokus latihan ajaa.. jadi ga usah belajar" sahut samson dengan antusias
"memang seperti itu rencana ibuk"
"yeaaahhhh!" teriak seluruh murid
"sudah-sudah sekarang kita ke ruang seni yukk"
"ayo bukk.." ujar samson dengan semangat
"alaah kamu ini selalu semangat kalo ga belajar di kelas" ujar bu dina sambil menggelengkan kepala nya
"hehee, biar ga jenuh buk" jawab samason sambil terkekeh
ruang seni
"ibuk bacakan lagi yaa.. siapa pemeran dari cerita ini"
"iya buk .." ujar seluruh murid, Zidan menyandar kan kepala nya di pundak ku, aku menghempaskan kepala nya namun lagi-lagi dia selalu menyandar kan kepala nya di bahu ku
"Zidan sebagai Romeo" ujar buk dina sambil memegang kertas di tangan nya
"wuuuuuuuuuu" teriak seluruh murid, zidan membenahi kerah nya dan menatap ku dengan lekat, aku hanya melirik nya dengan tatapan sinis.
prok prok prok prok
"jangan berisik yaa, biar kalian bisa dengar" semua nya pun diam
"Alea sebagai Juliet"
"uuuuuuuu i love you" teriak zidan yang sontak mendapat tatapan tajam dari buk dina, aku pun terkekeh melihat Ekspresi muka nya yang seketika langsung terdiam.
"heboh banget lu" sahut samson dari belakang
"Napa? Lu iri?" tanya zidan dengan muka mengejek yang sontak membuat Samson cemberut.
"hei, Samson.. lu udah ganti kertas yang gue mau kan, ganti nama sebagai ayah nya Juliet " ujar Zidan setengah berbisik hal itu pun didengar langsung oleh kedua telinga ku
"udah bro.. tenang ajaa" ujar Samson sambil tersenyum miring
"kamu boong ya? kamu bukan romeo?" tanya ku sambil mengerutkan dahi ku
"sssttt, jangan bilang-bilang kalo ga aku aku cium lagi bibir manis kamu itu"
"apaan sih" ujar ku sambil melengos begitu saja, lebih baik aku diam dari pada dia benar-benar mencium ku lagi, apalagi sedang ada buk dina bisa-bisa kita di hukum .
"yang dapat peran orang tua Juliet adalah adhea dan samson"
"cie, dapet yang bening tuh" ujar roy yang duduk di sebelah Samson
"lumayan" ujar samson sambil tersenyum
"sedangkan peran kedua orang tua Romeo di perah kan oleh... pasangan couple lagi nih, hemm beruntung sekali kalian"
"siapa buk?" tanya dalam satu siswi
"Roy dan bella"
"cieeeeeeee" kedua pasangan itu pun tersipu malu.
"yang jadi pendeta, Bagas"
"ahahaaha cocok lu" sahut samson sambil melirik bagas, pria itu pun hanya tersenyum getir.
"Yang lain bisa jadi bunga,pohon dan lain-lain"
"hahahahah" samson tertawa lagi
"adelio ardan saputra.. bisa diam?" tanya buk dina yang kini menyebut nama asli dari samason.
"iyaa ibukk, ibuk guru tercantik hehee"
buk dina pun hanya menggeleng kan kepala nya
"Lea bisa dansa?" tanya buk dina yang kini sudah mendekati ku
"tenang aja buk.. zidan bisa kok, zidan aja yang ngajarin"
"ohhh bagus lah kalo kamu bisa"
"kan nanti kita menikah diam-diam sayang"
"bukan kita! tapi Romeo dan Juliet" ujar ku dengan kesal
"mari berdansa bersama ku" ujar zidan sambil mengulurkan tangan nya untuk ku
"aku ga bisa tau"
"aku ajarin, cantikk" aku pun menerima uluran tangan nya, kami melakukan adegan dansa yang di awasi oleh buk dina
"kamu pegang leher belakang ku sayang" ujar zidan sambil menarik tangan ku dan di di Kalung kan ke leher nya.
sedangkan tangan sebelah kami bertautan, dan tangan zidan yang satu lagi memegang pinggang ku, dia tersenyum pada ku
"Lea, ayo ikuti perintah zidan untuk menggerakkan kaki mu" ujar buk dina
"baik, buk" beberapa menit kemudian aku pun sudah bisa berdansa dengan arahan yang Zidan berikan kepada ku,
walaupun berkali-kali aku menginjak kaki nya.
"tatap mata ku Lea, jangan pandang aku sebagai zidan yang kamu benci, aku adalah pria yang sangat kamu cintai dan ingin kamu miliki seutuh nya.. bayangkan itu" ujar zidan sambil tersenyum menatap kedua mata ku
aku mencoba mempraktekkan apa yang dia katakan, namun sesekali wajah zidan berubah menjadi eza, karna hanya dia ingin aku miliki seutuh nya.
dengan cepat aku menggeleng kan kepala ku dan kembali menatap kedua mata nya, namun saat aku benar-benar memandang wajah nya dengan intens, sontak aku bergidik geli dan kemudian melepaskan pangutan tangan kami
"kamu kenapa?" tanya zidan dengan khawatir
"aku ga bisa jadi Juliet, zidan..."
"apa karna aku yang jadi romeo nya?" tanya zidan sambil menaikkan sebelah alis nya, aku hanya mengangguk kan kepala ku
"ayo kita coba lagi"
"aku mau ke toilet dulu" ujar ku berlalu pergi dari nya
aku membasuh wajah ku dengan air berkali-kali, kemudian aku menatap wajah ku di balik cermin.
"susah sekali menghayati peran sebagai Juliet.. aku ga bisa dapet kemistri kalo zidan yang jadi lawan main nya" ujar ku seorang diri, beberapa saat setelah berhasil berdebat dengan diri sendiri aku memutuskan untuk keluar dari kamar mandi, namun aku tak menyangka ternya zidan sedang menunggu ku di luar pintu itu.
dengan cepat dia menarik tangan ku dan membawa ku ke sebuah sudut yang tertutup oleh dinding, dia memegang kedua tangan ku dengan erat, dia memojokkan tubuh ku di dinding dan mengunci kedua tangan ku dengan cekalan tangan nya yang kini dia letakkan di dinding.
dia benar-benar mengunci pergerakan ku, dia menatap ku dengan amarah entah apa yang membuat nya seperti ini.
jujur saja aku takut melihat tatapan tajam yang ia berikan pada ku, dia menatap wajah ku dengan intens, kemudian mata nya yang tajam beralih menatap bibir ku.
"kamu mau apa, zidan"
"menghukum mu"
"mengukum?" tanya dengan kebingungan
cup
dia mencium bibir ku dengan lembut aku tak bisa memberontak sama sekali karna badan ku di himpit oleh nya, bahkan aku bisa merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah sana.
"mmmmpphhh" Zidan ******* bibir ku dengan buas dia mengabsen seluruh rongga mulut ku, aku menggigit bibir nya hingga berdarah namun dia tak kunjung berhenti justru semakin dalam dia ******* bibir ku dengan hasrat yang menggebu, ciuman itu dan berakhir begitu saja karna mulut nya kembali dia main kak di leher ku dia menyusuri leher ku,mencium,*******,bahkan mengigit leher.
"aaahhh saakit" ujar ku saat dia menggigit dan ******* leher ku berkali-kali
"aahh ssshhh" aku tak bisa menahan sensasi yang ia berikan, dia semakin menggila.
hingga aku ikut tebawa dengan sentuhan nya.
"zidann ahhh, hen..tikaaan ahh"
dia pun berhenti dan kemudian memeluk tubuh ku dengan erat
"aku harap, kamu hanya akan mengingat kenikmatan ini, bukan Eza! kau dengar itu!?" teriak zidan dengan penuh amarah, dia on berlalu meninggalkan aku sendiri.
"bodoh! kenapa aku harus mendesah! bodoh Lea! kamu bodoh!" ujar ku sambil memukuli kepala ku sendiri.
tiba-tiba dia kembali lagi dan memberikan
"maaf aku meninggalkan noda merah di leher mu, aku akan tanggung jawab"
"apa leher ku merah semua?" tanya ku dengan membulat kan kedua mata ku dengan sempurna
"iyaa"
"antar kan aku pulang sekarang! aku malu..." ujar ku sambil mengalihkan pandangan ku.
"baik lah, aku akan bertanggung jawab.
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍🤩 terimakasih
Posesif bangeddd ya bund wkwk 🤭
Menurut kalian Zidan tuh gimana sih?
yukkk komen di bawah 👇