The Owner Of My Last Love

The Owner Of My Last Love
Bab 2:Pipi ku ternodai



"Apaan sih tarik-tarik"


"aku disini nyari kamu, bukan dhea"


"idihh, kenal aja engga.. sksd banget sih"


"bodo amat.." ujar nya dengan watados (wajah tak berdosa)


"aku mau minat pertanggung jawaban dari kamu" ujar zidan menata ku dengan tajam


"hah? kok berubah jadi aku kamu sih" batin ku dalam hati


"emang nya kamu ngapain dia le?" tanya eza penasaran


"aku ga ngapa-ngapain zaa, cuma ga sengaja nabrak dia waktu di dalem toko kue tadi.. dan padahal ga ada yang lecet" ujar ku sambil menatap tangan yang tadi sempat zidan keluhkan pada ku.


"pokok nya ini sakit banget dan kamu harus sembuhin segera" ujar zidan


"sakit gimana sih? lecet aja engga.."


"sorry ya zidan.. aku rasa kamu baik-baik aja, jadi ga usah berlebihan" ujar eza menengahi


"apa lo bilang? hah, jangan sok tau.. ini tangan siapa? jadi mana lo tau ini sakit apa enggak nya"


"yaa mungkin bukan karena alea, mungkin sebelum itu tangan mu sudah sakit"


"diem Lo.. urusan gue sama lea, bukan elo" ujar zidan menarik tangan ku dan membawa ku pergi


"ihh lepasin!" ujar ku sambil menghempaskan tangan zidan, namun zidan mempererat cekalan tangan nya.


"heh! jangan kasar sama cewek bro" ujar eza yang juga menarik tangan ku yang satu nya lagi, akhirnya pun terjadilah tarik-menarik antara Zidan dan Eza.


"stop! aku bukan barang!" teriak ku yang sontak membuat eza melepaskan cekalan tangan nya, namun berbeda dengan zidan.


dia masih enggan melepas cekalan tangan nya dan kembali menarik tangan ku, dia membawa ku keluar dan mendekati motor Ninja H2 Carbon milik nya.


"lepasin!" ujar ku


tiba-tiba eza datang menghampiri kami dan dengan cepat memberikan bogeman tepat di samping bibir zidan, zidan pun melepas kan cekalan tangan nya dan tersenyum miring.


dengan cepat dia memberikan bogeman berkali lipat kepada eza


bug.. bug.. bug..


"stop stop! oke aku ikut kamu sekarang" ujar ku yang sontak membuat zidan berhenti memukuli eza. aku berjongkok dan mencoba untuk membantu eza berdiri namun sesaat kemudian zidan menarik kembali tangan ku.


"cepet naik" ujar nya dengan nada kesal


aku pun menurut, karna takut bila terjadi pertarungan lagi


"sorry ya zaa.. kamu pulang aja, aku ga papa kok" ujar ku sambil menaiki motor


brumm brummm brummm...


dengan cepat zidan membawa ku pergi dari hadapan eza, dia membawa motor itu dengan kecepatan tinggi. aku yang tidak biasa di bonceng dengan kecepatan tinggi pun dengan terpaksa memeluk zidan dengan erat. aku dapat melihat jelas zidan tersenyum senang di balik spion motor nya.


"dasar orang gila.. kamu mau bawa aku kemana?! jangan macam-macam kamu" ujar ku dengan nada kencang agar dia bisa mendengar


"aku mau bawa kamu pulang"


"hah? pulang?"


dia hanya melihat ekspresi ku yang ketakutan di balik spion motor nya


"ga usah takut.. aku cuma mau kamu sembuhin tangan aku aja"


aku pun hanya terdiam karna jujur saja aku masih takut melihat dia marah jika aku membantah nya.


rumah dia tidak jauh dari rumah bibi ku, daerah kami memang satu kompleks.


dia menggandeng tangan ku dan membawa masuk ke rumah nya, jujur saja ini pertama kali aku bertamu di rumah pria asing.


aku melihat tangan nya yang terus menggandeng tangan ku, Karna tidak nyaman aku pun mencoba melepaskan genggaman tangan nya.


"diem bisa ga sih?" ujar nya pelan namun penuh penekanan, dada ku bergemuruh kencang takut bila orang tua nya juga pemarah seperti dia.


"assalamualaikum mah" teriak nya


"wa'alaikum salam.. mamah ga ada" ujar anak kecil berumur 8 tahunan


"Dimana mamah?" tanya zidan kepada anak kecil laki-laki yang sedang bermain mobil-mobilan, zidan membawa ku duduk di sofa.


rumah zidan memang terlihat bagus,luas,dan juga mewah.


"kamu disini ya, aku ke belakang sebentar" aku hanya mengangguk kan kepala


"kaka siapa?" tanya anak kecil ganteng itu


"aku? emm akuu"


"dia pacar abang" ujar zidan yang tiba-tiba datang lengkap membawa aneka cemilan dan air dingin di tangan nya


"bukan kok.. cuma temen" jelas ku pada anak kecil itu agar tidak salah paham


"kenalin.. aku Iqbal, adik nya pacar kaka" ujar Iqbal sambil meraih kan tangan nya untuk bersalaman, aku pun terkejut Karna tenyata anak kecil ini tidak percaya bahwa aku dan zidan hanya sebatas teman ah bukan bukan kitaa belum bisa di katakan teman Karna baru saja kita bertemu.


"udah sana pergi.. ganggu aja" ujar zidan yang sontak membuat Iqbal pergi namun tak lupa menjulurkan lidahnya kepada Zidan, Zidan hanya menggeleng-geleng kan kepala nya.


"nih makan" ujar Zidan sambil mengambil kan beberapa cemilan itu kepada ku


"oke, tapi sembuhin tangan aku dulu" ujar Zidan sambil menumpang kan tangan nya di paha ku


"mana nya yang sakit? terus aku mesti ngapain ini?" tanya ku kebingungan karna memang tidak ada yang lecet sedikitpun


"kamu tiupin ajaa, mungkin nanti bisa mendingan"


"haa? emang panas apa kok di tiup, kalo gitu mah enak tinggal masukin aja ke dalam kulkas" ujar ku dengan kesal


"udah cepetan kalo mau cepet ku antar pulang" sudah capek menanggapi aku pun diam dan kemudian mengambil tangan nya ku tiup pelan-pelan.


dia menatap ku dengan lekat, aku masih pura-pura fokus walupun jujur saja aku gugup di tatap seperti itu.


"udah lah capek."


"oke, sekarang elus-elus aja"


"apa!?"


"udah cepetan" ujar nya sambil merebahkan leher nya di dinding sofa


aku pun mengelus tangan nya dengan kasar, karna aku kesal pada nya.


"bisa alus dikit ga sih jadi cewek?"


"ga! lagian kamu itu lebay tau ga?! Kaya gini itu bukan sakit, tapi modus"


"kenapa? kamu suka kan?"


"hah? suka? najiss.. siapa juga yang suka di kerjain kaya gini" ujar ku berhenti mengelus tangan zidan


"udah lah ngaku ajaa, biasa nya kan cewek suka banget kalo aku modusin"


"dasar narsis! yang pasti aku ga gitu yaa"


"oh yaa?" ujar Zidan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah ku, aku pun memundurkan tubuh ku hingga pentok ke ujung sofa.


cup


plak!


plak***!


"dasar mesum! ngawur banget sih jadi cowok! najiss tau ga?!" teriak ku, aku pun keluar dan lari meninggalkan zidan yang masih memegangi kedua wajah nya yang baru saja ku tampar.


aku berlari menuju rumah bibi lagi, dia pun mengejar menggunakan motor nya.


"heh?! kenapa pulang gitu aja? cepet naik, jangan lari-lari kaya gituu capek nanti" ujar nya dengan berteriak


"ogah! pergi sanaaa aku bisa pulang sendiri, dan jangan ganggu aku lagi" ujar ku sambil terus berlari walupun sebenernya aku lelah, kemudian dia menghadang jalan ku dan sontak membuat ku berhenti berlari


"pliss jangan ganggu aku.. hikkss hikks.." ujar ku sambil menangis


"hei.. jangan nangis" dia pun turun dari motor dan mendekati ku, aku mundur namun sesaat kemudian dia memeluk ku.


grepp


"sorry.. aku ga bermaksud bu"


"lepas!" ujar ku sambil mencoba melepaskan pelukan zidan, dia pun melepas kan pelukan nya dan aku kembali berjalan meninggalkan dia, dia kembali membuntuti ku dari belakang.


"udah sana pergi... jangan ganggu aku" teriak ku


"aku ga ganggu kamu.. aku cuma mau mastiin kamu sampai rumah dengan selamat"


"ga perlu" ujar ku yang kemudian belok ke arah rumah bibi ku, dengan cepat aku berlari masuk ke rumah bibi. bibi ku sedang mengobrol bersama teman nya, aku masuk begitu saja tanpa permisi


"Lea? kamu kenapa?" tanya bibi penasaran dengan cepat aku masuk ke kamar ku dan mengunci pintu nya.


"bi, aku aku sendiri dulu"


"ohhh ya udah iya sayang.."


"assalamualaikum" ujar zidan yang masuk begitu saja


"wa'alaikum salam" ujar bibi dan teman ny bersamaan


"maaf tante.. tadi lea nangis karna salah paham aja kok" ujar zidan dengan lembut


"ohh jadi kalian pacaran?" tanya bibi sambil tersenyum


"emm iyaa" jawab zidan berbohong


"iya ga papa.. bibi paham kok, tapi kamu pulang dulu aja yaa? biar dia tenang dulu"


"baik permisi.. assalamualaikum"


"wa'alaikum salam"


sementara aku dikamar masih membasuhi pipi yang baru saja di nodai oleh zidan.


"dasar cwok ga ada akhlak! berani-berani nya dia menodai pipi ku hiks hikss.. kan udah ga ori kalo kaya gini hiksss hikss" ujar ku sambil menagis menghapus jejak bibir nya dari pipi ku.


to be continued


hai guys 🤩 jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 😍🙏 terimakasih


pokoknya jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan komentar ya guyss 😍 ☕sama💐juga boleh xixixixi 😁