
Happy reading ๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
follow akun author ya guys ๐
Ig:@secret_writer85
tiktok:@secretwriter22
harus di pollow๐คญkalo mau di pollback bisa dm yaa ๐ค thank you ๐
Siapa yang di sentuh anjing?" tanya ku sambil menoleh ke arah nya
cup...
"dasar mesum!" teriak ku sambil membuang pandangan ku
"lepasiiiinn aku mau turuuun" ujar ku sambil meronta dari pelukan nya
"Lea?" tanya nya sontak membuat ku menoleh lagi
"kamu di apain lagi sama si brengsek itu?"
"kamu sama dia itu sama aja tau ga! sama-sama brengsek!" teriak ku sambil berdiri dan pergi dari situ, Zidan lari mengejar ku namun aku lebih dahulu keluar dari basecamp dan menghentikan ojek
"mas! bawa saya pergi!" ujar ku sambil menaiki motor kang ojek
"baik mbk.." ujar kang ojek
"ngebut mas!" teriaku sambil memukul bahu nya
"iya, mbk.."
"ngebut mas.. ada begal di belakang kita!" teriak ku berbohong
saat aku pergi tadi roy menahan tangan zidan, mungkin roy paham aku butuh sendiri.
"dasar cwok brengsek! ga ada cwok bener di dunia ini" teriak ku sambil memukuli punggung kang ojek
"aduhh mbkk.. sakiit" gerutu kang ojek sambil meringis kesakitan
"maaf" ujar ku yang kemudian melipat kedua tangan ku di dada
"lagi putus cinta ya mbak?"
"cerai" jawab ku asal
"waduh? mbk nya nikah dini? apa ndak takut sama burung?" ujar kang ojek sambil terkekeh geli
"ga lah, burung juga kalah kalo sama aku"
"wihh pasti burung nya kecil tuh mbk" ujar kang ojek sambil menahan tawa nya
"iya lah, ga se gede aku"
"ha? punya mbk gede?" tanya kang ojek sambil membulat kan kedua mata nya
"ih apaan sih mas!? dari tadi itu yang di maksud apaan sih!? ga jelas" ujar ku dengan kesal
"maaf mbk, becanda.. biar nggak tegang maksud nya" ujar kang ojek sambil terkekeh
aku hanya mencibir dan memilih diam karna kesal.
setelah kejadian itu aku malas berhubungan lagi dengan Eza maupun zidan apalagi brandon! aku mengurung diri ku di kamar, malas untuk makan akhirnya aku hanya menghabiskan waktu ku untuk menonton drakor
"Lea? kamu dari mana?" tanya bibi yang tiba-tiba ke dalam kamar ku
"emm, dari tadi di sini kok"
"ha? masa iya? tadi bibi cariin ga ada" ujar bibi sambil menyerahkan makan siang dan Snack favorit ku
"makasih.." ujar ku sambil memeluk bibi dari samping
"mungkin tadi pas Lea lagi pup kali bi hehee"
"tadi eza nyariin kamu loh, tadi bibi bilang nya kamu pergi sama zidan"
"emm biarin, Lea masih pengen sendiri bi"
"kenapa? berantem lagi ya?"
"biii, kan lea udah bilang.. Lea ga suka zidan apalagi jadian ga mungkin"
"terus? kenapa bete gitu?"
"lagi ga mood aja"
"emm gituu"
"bibi ikutan nonton dong"
"sini" ujar ku sambil bergeser dan memberikan tempat untuk bibi.
keesokan hari nya, pagi-pagi sekali bella sudah menjemput ku.
"Lea? udah siap?" tanya nya sambil memberikan satu helm lagi untuk ku
"emm, kamu ga keberatan jemput aku kaya gini?" tanya ku sambil memakai helm, dia menggeleng kan kepala nya dengan cepat sambil tersenyum
"sini aku pakein, biasa nya di pakein zidan kan?" tanya Lea sambil membantu ku memakai pengait helm
"udah yukk" ujar nya lagi
"yuk"
sesampainya di sekolah dan di dalam kelas aku pun langsung duduk di bangku ku, aku tak peduli teman sebangku ku dimana?
mungkin seperti biasa, dia bolos sekolah.
"Lea" celetuk adhea yang kini duduk di samping ku
"cieee udah sah jadi queen nih"
"Apaan sih.. ga suka tau" ujar ku dengan kesal
hari itu tidak semua anak the young guns berangkat sekolah, Zidan,roy, samson juga tak nampak.
"Lea? kamu ga kepo kenapa zidan ga berangkat hari ini?" tanya bella yang kini sedang membonceng ku
"ga penting, bell.. kamu denger baik-baik ya.. ku tuh ga suka sama temen kamu itu.. so, besok-besok perlakukan aku seperti biasa aja ya?"
"loh aku ngelakuin ini karna aku peduli Lea, aku tau kamu ga suka zidan.. tapi masalah nya kamu adalah orang yang penting buat leader kita.. kalo kamu kenapa-napa, the young guns bisa berabe" aku pun menghembuskan nafas ku dengan kasar
"maaf" ujar ku dengan nada melemah
"oh ya, zidan ga berangkat ke sekolah karna dia demam"ujar bella lagi aku hanya diam
"kamu ga mau jenguk dia?"
"titip salam aja.."
"yakin ga mau jemput dia?" tanya nya sekali lagi
"makasih ya bel.." ujar ku sambil turun dari motor karna memang sudah sampai
"iya sama-sama"
"cabut dulu yaa" ujar bella sambil tersenyum
"hati-hati..."
"okee" ujar bella sambil melingkarkan jari tangan nya membentuk huruf o
malam itu eza datang ke rumah untuk bertemu dengan ku, aku pun terpaksa keluar Karna ingin terlihat seperti biasa nya.
"Lea.. kamu sekarang jarang ada waktu ya buat aku hehe"
"emang harus nya gitu kan? nanti kalo kita sedekat dulu, Sherly bakal cemburu dong"
"Sherly kan tau kita cuma sahabat" ujar eza sambil tersenyum
"sorry ya zaa, aku banyak tugas malem ini.. kamu pulang aja"
"jadi di usir nih"
"iya" ujar ku sambil terkekeh
"sana pergi.." ujar ku sambil mendorong tubuh nya keluar dari rumah
brummm brummm brummm
"ohh jadi Karna dia mau dateng?" tanya Eza yang sontak membuat ku menggeleng kan kepala dengan cepat
Zidan menatap tangan ku yang sedang mendorong Eza, dia mendekati ku namun aku segera masuk ke dalam rumah lagi dan menutup pintu itu.
"Lea, aku mau ngomong sebentar" ujar Zidan dari balik pintu
"Lea ga mau di ganggu, lagi banyak tugas katanya" ujar eza sambil kembali berjalan meninggalkan Zidan
"bacot Lu!" teriak zidan
aku masuk ke dalam kamar ku dan mengintip nya lewat jendela, dia mengetahui hal itu dengan cepat langkah nya berjalan tepat di depan jendela kamar ku, aku kembali menutup horden itu.
"aku ga mau di ganggu! pergi sana!" teriak ku
"Lea aku minta maaf"
"udah lah, ga penting"
"aku akan nungguin kamu disini.. Sampek kamu maafin aku" ujar zidan lagi
"serah" ujar ku dengan kesal.
tak lama kemudian hujan deras pun turun mengguyur bumi, ku rasa zidan sudah pergi karna tak mungkin dia tetap berdiri di depan jendela kamar ku dalam keadaan hujan.
aku membuka horden ku lagi, dan ternyata dia masih disitu dia tersenyum kepada ku
"Zidan.. pulang sana! kamu lagi sakit kan? jangan hujan-hujanan!" teriak ku dari balik jendela yang tertutup
"aku ga bakal pulang sebelum kamu maafin aku"
"aku udah maafin kamu, cepetan pulang!"
"berjanji lah untuk tidak mendiamkan ku"
"iya!"
dia pun tersenyum dan kemudian pergi, namun saat beberapa langkah saja dia jatuh terkulai.
"Zidan!" teriak ku
aku keluar dan membantu nya berdiri, dia tidak pingsan Namun tubuh nya lemas.
aku membawa nya masuk ke kamar ku
dan merebahkan kan nya di kasur
"Zidan, kamu harus ganti baju" aku pun pergi ke kamar bibi dan mengambil baju om ku yang ada di lemari, ku lihat bibi ku sudah tertidur jadi aku tak ingin menganggu nya.
"Zidan.. lepas baju mu" ujar ku sambil memberikan baju ganti untuk nya namun tubuh nya begitu lemas sehingga dia hanya terdiam saja"
"bantu aku" ujar nya dengan nada lemah
"ha? aku?"
"lepas kan baju ku saja" ujar nya lagi
dengan terpaksa aku membantu nya untuk melepaskan kancing baju nya, badan nya begitu bidan,kulit putih nya terekspos secara nyata di depan mata ku,ada beberapa bekas luka sayatan di bagian pinggang nya.
"makasih yaa" Ujar nya tersenyum
"aku mau ganti celana ku, apa kamu mau melihat nya?" tanya nya yang sontak membuat ku membalik kan badan ku
"sudah" ujar nya yang kini sudah kembali merebahkan diri nya di kasur ku, aku duduk di tepi ranjang dan menarik selimut ku untuk nya
"bagaimana aku tidak mencintaimu, hm?" ujar nya sambil tersenyum
"sudah diam, tidur lah sekarang juga" ujar ku dengan ketus
dia pun memejamkan mata nya, aku tak mungkin membangun kan nya saat seperti ini, akhirnya aku merebahkan tubuh ku di sofa yang tak jauh dari ranjang ku.
Zidan membuka mata nya, dan menyadari aku tak berada di samping nya.
dia bangkit dan kemudian tersenyum saat mengetahui ternyata aku tertidur di sofa, dengan cepat dia menggendong ku dan merebahkan ku di atas kasur kemudian dia menyelimuti tubuh ku
"terimakasih Lea" ujar Zidan sambil mencium kening ku, kemudian dia memilih untuk tidur di kasur.
dia menatap ku dari kasur yang memang tak jauh dari ranjang ku, kedua tangan nya di lipat di dada nya
"thank you, Lea" ujar zidan sambil tersenyum memandangi ku
to be continued
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa ๐๐ terimakasih ๐คฉ
โ sama ๐น juga boleh๐คญ