The Owner Of My Last Love

The Owner Of My Last Love
Bab:17Licik



Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Follow akun author ya guys 😍


Ig:@secret_writer85


tiktok:@secretwriter22


pagi sekali sebelum aku terbangun dia sudah pamit pulang ke bibi, awal nya bibi kaget karna semalam bibi memang tidak tau bahwa zidan di kamar ku.


"maaf bi, semalam badan ku lemas sekali.. sampai-sampai Lea merawat ku hingga tertidur di kasur nya, dan dia memilih untuk tidur di sofa" ujar zidan sambil tersenyum mengingat perhatian yang semalam aku berikan


"tidak apa-apa.. bibi percaya pada mu" ujar bibi sambil tersenyum.


"ya sudah.. bi, zidan pamit pulang ya" ujar zidan sambil menyalami tangan bibi


"assalamualaikum "


"wa'alaikum salam "


saat aku membuka mata ku, aku terperanjat dan langsung terduduk di kasur.


"loh, kok aku disini?" tanya ku seorang diri


"Zidan mana ya?" ujar ku sambil menggaruk rambut ku yang sebenarnya tidak gatal


"emm apa semalam aku hanya bermimpi? emm engga engga.. semalam bener-bener nyata! tapii, kenapa aku bisa tidur di sini?"


"apa jangan-jangan zidan memindahkan ku ke kasur dan kita tidur ..."


"aaahhh tidaakk" ujar ku sambil memeluk tubuh ku sendiri


setelah sarapan seperti biasa zidan sudah menunggu ku di teras


"ngapain lagi sih?" tanya ku dengan kesal namun lagi-lagi dia hanya tersenyum


"kamu lupa janji mu?" tanya zidan yang kini berdiri menjajari ku


"janji apaan?" tanya ku sambil mengerutkan kening ku


"janji.. untuk pergi ke sekolah bareng aku" ujar Zidan sambil tersenyum


"oh ya ampun..." ujar ku sambil menepuk jidat ku sendiri


"ayok" zidan menarik tangan ku membawa ku mendekati motor nya


"besok aku ga mau kamu bocengin pake motor... aku mau kamu jemput aku pake mobil sport" ujar ku yang kini sedang di pakai kan helm oleh zidan


"siap, tuan putri" Ujar zidan sambil membungkuk kan badan nya


"apaan sih, buruan naik" ujar ku sambil memukul lengan nya


"pegangan!" seru nya


"ogah!"


brummm


Zidan mengegas motor nya dan dengan cepat mengerem nya sontak membuat ku memeluk tubuh nya, dia nampak tersenyum miring dari balik spion


"empuk, Lea" ujar zidan sambil tersenyum sontak aku memukuli punggung nya


"pegangan... atau ku buat benda empuk itu terbentur lagi" ujar zidan sambil tersenyum licik


"dasar mesum!" ujar ku yang kemudian memeluk tubuh nya


"nah, gitu dong cantiiikk" ujar zidan sambil tersenyum


sesampainya di sekolah


seperti biasa dia selalu mengandeng tangan ku, hingga tak sengaja kedua mata ku sedang menatap eza yang tengah duduk bersama sherly di sebuah bangku taman sekolah, mereka duduk sambil membaca buku bersama, tertawa bersama, hingga sherly mencubit pinggang Eza.


hal itu sudah pasti membuat ku merasa kan cemburu, aku mengalihkan pandangan ku ke arah zidan yang ternyata kini dia juga tengah menatap ku


"kamu cemburu? hmm?" tanya nya sambil menaikkan sebelah alis nya, aku hanya mengangguk kan kepala ku


tiba-tiba zidan berhenti dan memegang kedua tangan ku, dia menatap lekat kedua mata ku.


"hai guys! aku mencintai alea! aku sangat mencintai wanita ku ini" ujar zidan dengan lantang yang sontak membuat semua mata memandang ke arah kami


"zidaaan, kamu kenapa sih?" ujar ku setengah berbisik


"apa kalian dengar!? Lea adalah milik ku! jangan sampai ada yang berani mendekati Alea ku!" ujar zidan lagi, aku tanya menunduk kan kepala ku Karna malu, dia mengangkat dagu ku dan menatap kembali kedua mata ku


"i love you alea maharani" ujar zidan yang kemudian mencium singkat bibir ku di hadapan mereka semua, aku yakin saat itu eza pasti melihat adegan memalukan itu.


aku berlari tanpa mendengar seruan zidan, dia mengejar ku hingga masuk ke dalam kelas kami.


"kamu kenapa za?" tanya sherly


"aku ga suka Lea di perlakukan seperti itu" ujar eza dengan kesal


"memang nya kamu siapa? kerabat nya? Kaka nya?" tanya sherly dengan nada tak suka


"aku sahabat nya, aku ga mau dia di lecehin seperti itu"


"aku masih ga ngerti ya sama kamu, kamu tuh berlebihan tau ga" ujar sherly yang kemudian pergi meninggalkan eza


sementara di dalam kelas zidan tengah berusaha membujuk ku, dia memasang pupy eyes berkali-kali namun hal tak membuat mu memaafkan nya."dasar manusia tak bermoral!" teriak ku


"i love you Lea" ujar zidan sambil tersenyum menyanggah dagu nya dengan kedua tangan nya"kamu nih yaaa, ga nyambung tau ga?! dari tadi i love you i love you.. ga jelas!" ujar ku sambil melipat kedua tangan ku di dada


"i love you" ujar Zidan lagi


"i hate you!"


"i love you!"


"i hate,you!


"i love you baby"


"i hate you!


"i love you so much.." ujar Zidan sambil tersenyum mengedipkan kedua mata nya berkali-kali, tiba-tiba bu dina datang namun zidan tak tau karna duduk nya membelakangi tempat berdiri nya bu dina


"i love you hubby" sahut bu dina dengan nada di buat-buat, Zidan yang belum sadar akan hal itu pun kembali menjawab dengan hal serupa


"i love you more my wife " aku pun menggeleng kan kepala ku


"why? lihat apa sih sayang?" tanya Zidan yang kemudian menoleh ke belakang


"ohh ****! ehh sit up buk maksud nya hehee" ujar zidan yang kemudian melakukan sit up


hal itu pun membuat semua teman-teman sekelas tertawa tak terkecuali aku.


"masih jadi kecambah udah bilang i love you i love you an" ujar bu dina sambil menggelengkan kepala nya


Untung saja buk dina bukan lah guru killer, beliau adalah guru yang terkenal asyik saat mengulang.


"hari ini ibu akan membagi kelompok untuk drama musikal Romeo and Juliet"


"yuhuuuuu" teriak Samson


"ssssttttt diam dulu.. pemeran nya acak yaa? kalian bisa pilih kertas yang ada di botol ini" ujar bu dina sambil memberikan botol itu ke salah satu siswa yang duduk di depan


"muter ya? nanti di baca yang keras kalian dapet nya apa " ujar


"baca nya kalo udah semua nya dapet "


setelah semua nya mendapat jatah, kami di perkenankan untuk membaca kan pernah apa yang kamu dapat


"kamu dapet apa Lea?" tanya Zidan sambil mencoba mengintip kertas yang aku pegang


"kepo" ujar ku dengan sewot


kini giliran ku semua mata menatap ku apalagi zidan jangan di tanya lagi


"Juliet" ujar ku yang membuat kedua bola mata Zidan melebar dengan sempurna,aku tersenyum miring menatap zidan karna aku yakin dia tidak mendapatkan peran Romeo.


"ayo Zidan giliran kamu" ujar bu dina


"Romeo" ujar zidan dengan percaya diri


"hah? bener kamu dapat Romeo"


Samson pun menggeleng kan kepala nya dengan cepat


"remeo gadungan" ujar samson dalam hati, pasal nya dia lah yang mendapat kan peran Romeo


"kamu benar-benar dapat peran Romeo, zidann?" tanya bu dina tak percaya


"iya bu.. lihat ini"


"benar bu, tulisan nya Romeo " jawab salah satu teman sekelas kami saat Zidan memperlihatkan kertas bertuliskan nama Romeo itu


"ohh bagus, lanjut.." ujar bu dina lagi


"untung saja aku sudah menulis kertas ini di bagian belakang nya, karna aku yakin kamu dapat peran Juliet, Lea" ujar Zidan dalam hati, begitu licik memang... ya seperti itu lah zidan.


to be continued


jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 😍🙏 terimakasih 🤩