The Owner Of My Last Love

The Owner Of My Last Love
Kang nyosor



Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi hari nya dia bangun lebih dulu bahkan sebelum subuh, dia memandangi wajah ku yang masih terlelap, tangan nya menelusuri wajah ku dengan jari-jari panjang nya.


aku menggeliat hingga dia sedikit menjauh kan tubuh nya dari ku, kemudian dia kembali menatap ku dengan intens.


"sayang, bangun.. sudah lagi adek.." ujar Zidan sambil menoel-boel pipi ku


"emmm, nanti bii lima menit lagi yaa" ujar ku yang masih belum sadar dengan seruan nya


"kalau kamu ga mau bangun, aku cium sekarang juga" ujar Zidan sambil tersenyum miring, ancaman nya tak berhasil membuat ku terbangun, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mencium bibir ku.


"mmmpphhh" bukan hanya mencium bibir ku saja, dia juga ******* bibir ku hingga aku terbangun namun tak bisa meronta, dia mengukung tubuh ku.


aku takut dia khilaf dan memakan ku di pagi hari, saat aku hampir kehabisan nafas dia baru melepaskan pangutan nya.


"hah.. hah.. hahhhh...." nafas ku tersengal Karna ulah nya yang asal serang tanpa aba-aba.


"nah, gitu dong bangun.. kan udah pagi, bentar lagi kita sholat subuh" ujar nya sambil tersenyum dan masih dengan posisi yang sama yaitu di atas tubuh ku.


"ihhh, pergi sana! aku hampir kehilangan nafas gara-gara kamu"ujar ku sambil cemberut, hal itu justru membuat nya tertawa sambil mencubit kedua pipi ku


"Aw! sakit zidan" dia melepaskan cubitan nya dan kemudian menciumi pipi ku berulang kali


"kamu milik ku, hanya milik ku, dan tetap milik ku.. Se la ma nya!" ujar Zidan sambil memeluk tubuh ku dengan erat


"uhukkk uhuukk"dengan cepat dia melepaskan pelukan ku


"sorry, dek" ujar nya dengan muka menyesal


"dasar gila! bisa mati aku lama-lama " ujar ku sambil cemberut


"maaf, aku gemas sekali.. dan aku senang karna kamu sudah sah menjadi milik ku selama nya!" ujar nya dengan bangga


Allahu Akbar Allahu Akbar


"nah udah adzan.. sholat yukk " jujur aku sedikit terkejut karna ku pikir Zidan tidak akan mempedulikan suara adzan, seperti kebanyakan gengster dan anak-anak di luaran sana tidak akan peduli dengan kewajiban nya, tapi apa ini? justru dia yang mengajak ku sholat duluan, aku dengan iman tipis ku yang terkadang masih sering absen sholat fardhu pun tercengang mendengar seorang pimpinan dari gengster dari the young guns ngajakin sholat jama'ah.


"heii.. kok malah bengong" ujar zidan sambil mencapit hidung ku


"ya, udah ayook"


aku mengambil wudhu terlebih dahulu, dia berdiri di depan pintu sambil menatap ku.


"minggir, aku mau keluar" ujar ku dengan ketus


"singkirin aku kalo bisa" ujar Zidan sambil terkekeh


"hiihh, jangan ngeselin napa sih? aku tonjok baru tau rasa kamu yaa"


"coba deh, aku mau nyobain.. gimana sih rasa nya si tonjok sama Alea " ujar Zidan sambil menunjuk ke arah wajah nya


"Zidan minggiiiir aku mau keluar" ujar ku sambil menghentakkan kedua kaki ku


dia pun tertawa terbahak-bahak sambil menepi dari pintu


.....


seusai sholat aku di buat terkejut lagi, Karna ternyata dia bisa membaca wirid dan doa sesudah sholat.


saat dia berdoa aku mengamini nya, walaupun jujur, aku tidak mencintai dia sama sekali.


"ayo cium" ujar nya sambil mengulurkan tangan nya, aku memutar bola ku dengan malas, tapi mau tidak mau ya harus mau, mau bagaimana lagi kan?


"Lea.."


"apa?"


"adek.."


"apa!"


cup...


"bisa ga sih ga usah nyosor-nyosor terus.." gerutu ku sambil melangkah pergi


.....


hari itu adalah hari minggu, hanya teman-teman dan kerabat dekat yang tau tentang pernikahan kami, rencana nya hari itu the you guns akan mengadakan tasyakuran di markas, hah apalagi ini? gengster tasyakuran? ohh baiklah, tapi aku tidak aku tau Karna hari itu aku ingin menikmati weekend ku dengan menonton Song Jong Ki oppa dalam serial descendants of the sun.


"dek, kamu ngapain masih di situ?" tanya Zidan yang sudah rapi lengkap dengan jaket jaket kulit kebanggaan nya dan tak lupa dengan jeans kurang bahan nya.


"kan semalem aku udah bilang, hari ini anak-anak tyg mau ngadain tasyakuran buat kita"


"masih nanti malem kan?" ujar ku yang sudah mulai tengkurap dan menyanggah dagu ku dengan kedua telapak tangan ku


"tapi kan kita harus kesana, ikut partisipasi"


"aku males, zidaan kalo kamu mau ya berangkat aja sendiri" ujar ku sambil memakai snacks


"CK" dia pun melepas kan jaket nya dan menyiskan kaos putih polos pendek, dia naik ke atas ranjang dan mengikuti gaya ku .


"kata nya kamu mau ke markas"


"ya udah lah, nanti malem aja.. masa iyaa, pengantin baru aku tinggal, sayang dong" ujar Zidan sambil menjawil pipi ku


"ihhh, apaan sih.. kalo mau pergi ya pergi aja kali" ujar ku sambil tersenyum miring


"ga deh, aku mau nemenin istri aku nonton drakor" ujar zidan sambil menatap ku dengan lekat.


....


setiap adegan tembak-tembakan zidan terlihat antusias apalagi saat si kapten sedang menyelamatkan doktor dalam peran wanita tersebut saat menangani pasien.


"tuh, dari pada jadi gengster dan berantem ga jelas mending jadi tentara aja" ujar ku yang sontak membuat nya tersenyum


"iya iyaa" jawab nya sambil menatap wajah ku lagi


"hei, kamu fokus ke apa sih?" tanya ku


"ke kamu" ujar nya dengan menatap lekat kedua mata ku


"ahh aneh" ujar ku yang memang malas menanggapi omong kosong nya.


.....


saat adegan kissing aku menutup mata ku karna malu, biasa nya kalo lagi nonton sendiri bagian itu yang aku nantikan bahkan saat adegan itu ada akan aku ulangi berkali-kali, namun karna di sini ada zidan itu tidak mungkin aku lakukan.


"kenapa? kan udah pernah" ujar Zidan sambil tersenyum menatap ku, aku melirik nya dari balik telapak tangan yang menutupi muka ku.


"mau lagi?" tanya zidan yang sontak membuat ku membuka telapak tangan ku dan menatap nya dengan tajam


"mmpphhhhh" lagi-lagi dia menubruk ku dan ******* bibir ku, dia kembali mengukung tubuh kecil ku.


"kenapa kamu cuma diem aja, hemm?" tanya nya sambil menarik ujung bibir nya


"bales dong" ujar nya lagi


"ogah! zidan.. udah ahh aku mau nonton.." ujar ku sambil mendorong tubuh nya, namun tiba-tiba tangan ku di cekal dan di letakan sisi kanan dan kiri ku.


"kamu mau ngapain sih?" tanya ku yang mulai ketakutan


"jangan hamilin aku, pliss" ujar ku dengan memohon" dia pun terlihat menahan tawa nya


"ga lucu, zidaan " ujar ku dengan nada manja


"hemm, tenang aja.. aku masih bisa nahan kok" ujar Zidan sambil tersenyum miring


"Sampek kapan kamu kuat nahan? kalo ga kuat, mending kita pisah kamar"


"ga, aku udah nyaman Karna tidur bareng guling bernyawa " ujar Zidan sambil terkekeh


"Zidan.. udah lepas, pengkap tau" dia pun melepas kan cekalan tangan nya dan kemudian beralih mendudukkan ku di paha nya nya, kedua tangan nya melingkar di pinggang ku dan dagu nya dia tempel kan di bahu ku, aku pun pasrah lebih baik fokus nonton drakor lagi, yang penting dia ga berulah lagi.


...


"oppa.." ujar ku dengan nada manja sambil memegangi pipi nya


dia pun tersenyum dan menciumi pipi ku


"ihh, baru di gituin aja nyosor" ujar ku dengan kesal


"biarin" ujar Zidan sambil terkekeh


"dasar kang nyosor" umpat ku dengan kesal dan dia pun kembali terkekeh lagi.


to be continued


jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍 terimakasih 🙏😍