The Owner Of My Last Love

The Owner Of My Last Love
Bab 5: Bonus kenakalan



Pagi cerah di awal hari senin, aku telah bersiap untuk berangkat ke sekolah


tiba-tiba telpon ku berbunyi


"hallo dhe"ujar ku pada dhea sambil menyantap roti panggang buatan bibi


"kaya nya aku agak telat deh, motor ku mogok ini.. kamu bareng eza aja ya?"


"emm iyaa ga papa"


"udah dulu yaa bye!"


tutt tutt


"huffftt ada-ada ajaa" ujar seorang diri sambil menggendong tas ku di pundak


"bi.. aku berangkat dulu ya assalamualaikum" ujar ku sambil berteriak karna bibi ku sedang mandi, saat aku membuka pintu aku pun terkejut karna zidan sudah duduk di motor nya, dia tersenyum pada ku


"ayo berangkat" ujar nya


"duluan aja, aku mau bareng eza"


"Eza udah berangkat dari tadi" ujar zidan yang sontak membuat ku tak percaya, aku pun mengambil ponsel ku dan menelpon eza


"halo lea? ada apa?" tanya eza penasaran


"aku boleh numpang kamu ga?"


"aduh maaf Lea aku udah di sekolah.. kamu tau kan aku ketos (Ketua OSIS) jadi ga boleh telat"


"ohh gituu ya.. ya udah ga papa " ujar ku tersenyum getir


"apa ku bilang? dia udah nyampe di sekolah kan?" ujar zidan tersenyum miring


"ya udah ga usah banyak bacot, ayo berangkat" ujar ku sambil menaiki motor nya, di tersenyum pada dari balik spion, aku hanya menatap nya dengan tatapan dingin


"pake dulu helm nya" ujar Zidan sambil memberikan helm lain pada ku, dia pun membantu ku mengenakan helm itu, dengan cepat aku menabok tangan nya,dia hanya tersenyum dan kemudian membiarkan ku memakai helm itu sendiri


"pegangan.."


"ogah!"


brummm


"aaaa!" teriak ku terkejut dan kemudian tangan ku reflek memeluk tubuh nya


"nah gini dong" ujar nya sambil memegangi tangan ku yang melingkar di perut nya, dia pun membawa motor itu dengan kecepatan tinggi sehingga aku tidak berani melepaskan pelukan ku, sesekali dia mengerem mendadak yang sontak membuat ku sangat menempel di tubuh nya.


"ga usah modus" ujar ku kembali merenggangkan tubuh ku


"aku ga modus lea, lihat deh lagi lampu merah jadi ya aku rem dong" ujar nya sambil tersenyum


"alah bulshit"


"ahahah kamu lucu banget sih kalo lagi cemberut gitu" ujar zidan sambil tertawa gemas



sesampai di sekolah, kami berdua seperti jadi artis dadakan


semua mata memandang kami, oh tidak.. lebih tepatnya memandangi ku, untung saja aku menggunakan helm dan masker. saat zidan memakir kan motor nya dua orang pria mendekati kami zidan turun dan membantu ku membuka helm.


aku hanya diam, tidak protes seperti tadi.


"jadi ini bro?" ujar salah satu dari mereka yang juga tak kalah tampan dari zidan.


"iyaa"


"haii kenalin aku roy" ujar pria tampan itu sambil mengulurkan tangan nya pada ku, aku pun hampir saja menyambut uluran tangan nya namun dengan cepat zidan menarik tangan ku, sedangkan tangan satu nya di gunakan untuk memukul tangan pria itu.


"santai bro! ga bakal gue berani ngambil dia dari Lo" ujar pria itu lagi


"oh iya kak? nama nya siapa?" tanya pria satu lagi


"nam"


"kak .. kak..! emang dia kaka kamu apa?!" bentak zidan memotong perkataan ku


"ehh sorry bro, terus gimana dong nanya nya" ujar pria itu kebingungan


"nama ku alea" ujar ku dengan cepat agar tidak di srobot lagi


"oh alea.. cantik seperti orang nya..kalo nama aku samson" ujar pria itu sambil tersenyum


"genit banget lo ya!" bentak zidan sambil memukul lengan samason yang sedang ingin menjabat tangan ku


"aww calm bro calm" ujar roy menyaut lagi


"ya udah kita cabut aja yuk, males lihat muka mereka lama-lama" ujar zidan sambil menarik tangan yang sontak membuat ku mengikuti langkah nya


"Zidan.. lepasin, banyak yang ngelihatin tuh.. aku malu" ujar ku sedikit berbisik


"apa aku ga dengar" ujar zidan sambil mendekatkan telinga nya ke arah ku, badan nya yang tinggi sontak membuat nya sedikit menunduk


"aku maluu.. lepasin tangan aku" ujar ku mendekat ke arah telinga nya, bukan nya di lepas zidan justru menarik tangan ku yang satu nya lagi hingga kini kita berhadapan


"ga usah malu.. oke?" ujar zidan sambil mengelus puncak rambut ku dengan halus, aku memutar bola mata ku dengan malas,


dia kembali menggandeng tangan ku dan membawa ku masuk ke kelas.


"piu piuu... ada yang baru nih" ujar wanita cantik berbaju seragam ketat tapi tidak di masuk kan ke dalam rok nya, Zidan masih acuh dan membawa ku duduk bersama nya


"emang nya kelas aku disini?" tanya ku


"iya lea.. kamu duduk sama aku sekarang"


"iyaa, itu tempat duduk nya" ujar zidan sambil menunjuk ke arah yang di maksud


"ya udah aku mau duduk sama dia aja nanti"


"jangan.. dia udah ada temen sebangku"


"sama aku aja, aku duduk nya sendiri kok" ujar zidan lagi


"beuh! jadi selama ini kamu anggap aku apa?" tanya roy yang tiba-tiba masuk dan mendekati kami


"kamu boong ya?" tanya ku dengan kesal


"tenang aja lea, aku sih malah seneng kalo ga sebangku sama dia.. kan aku jadi bisa sebangku sama pacar aku" ujar roy memeluk wanita cantik tadi


"oh ya.. nama kau bella" ujar nya sambil mengulurkan tangan nya


"aku alea" ujar ku menyambut uluran tangan nya


"udah ga usah lama-lama" ujar Zidan sambil menarik tangan ku lagi


"posesif bener sih Lo!" ujar bella dengan kesal


teett teettt


bel masuk pun berbunyi guru mapel pertama sudah masuk ke dalam kelas


"pagi anak-anak.." ujar miss zeni selaku guru bahasa Inggris


"pagi buu.." jawab semua murid dengan serempak


"oh iyaa, katanya ada murid baru ya.. ayo maju kedepan untuk berkenalan" ujar Miss zeni, aku pun maju ke depan


"hai semua nya.. perkenalkan nama aku alea, biasa di panggil lea"


"hai lea..." ujar seluruh teman sekelas ku dengan serempak, kemudian aku kembali duduk di samping zidan. aku memandang ke arah bangku tempat adhea duduk, dia belum juga datang.


"kamu kenapa, lea?" tanya zidan


"dhea belum masuk juga, kasihan tau.."


"memang nya dia kemana?"


"motor nya tadi mogok"


"kamu mau aku jemput dia?"


"hah? ga usah.. ini kan udah jam masuk"


"ya ga papa, kalo kamu mau aku pergi sekarang"


"ga gaa... ga usah"


"bener ga usah?"


"iyaa"


Miss zeni pun menjelaskan pelajaran seperti biasa, aku tidak konsentrasi sama sekali karna hingga saat ini adhea belum nongol juga


"kamu masih mikirin dhea?" tanya Zidan lagi


"iyaa"


"ya udah aku cari dia ya?"


"ga usah zidan.." ujar ku memegangi lengan nya, dia tersenyum dan kemudian memegang tangan ku yang sedang menggenggam lengan nya.


"apaan sih.. lepasin" ujar ku setengah berbisik


"coba aja kalo bisa" ujar zidan sambil tersenyum licik


"ihhh.." aku mencoba melepaskan genggaman tangan nya, namun semakin mencoba melepaskan diri semakin erat pula cekalan tangan nya


"cium dulu, baru aku lepasin" ujar Zidan sambil memonyong kan bibir nya kepada ku


"dih najis!" ujar ku dengan nada tinggi


"Hey you two why are you making a fuss! (hei kalian berdua kenapa dari tadi ribut)" bentak miss zeni


"sorry miss, dia yang mulai" ujar ku sambil berusaha melepaskan tangan ku yang masih dia genggam


"kalian berdua keluar sana!" bentak miss zeni


"baik miss" ujar zidan sambil menarik tangan ku


"tuh kan kita di usir!" ujar ku dengan kesal, kemudian aku melipat kedua tangan ku di dada


"so cute" ujar nya sambil tersenyum


"kalo mau nakal jangan ngajak-ngajak" ujar ku lagi


"sorry lea, aku ga bisa diem deket kamu"


"lagian kalo kaya gini kan enak, kita jadi dapet bonus ga masuk kelas"


"bonus apa nyaa? bonus kenakalan maksud nya? " ujar ku melirik tajam ke arah nya


"hahah gemes deh" ujar nya sambil mencubit bibi ku


"ihh sakit tau" dia hanya terkekeh melihat kekesalan ku.


Hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 🙏😍 terimakasih 🤩