
Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
follow akun author ya guys 😍
Ig:@secret_writer85
tiktok:@secretwriter22
keesokan hari nya zidan benar-benar menepati janji nya untuk mengajak ku kerumah mama nya, sebenarnya aku canggung,gugup dan takut salah bicara.
Zidan menggandeng tangan ku, sedangkan mama nya sudah menyambut kedatangan kami di depan pintu utama, wanita yang melahirkan zidan itu masih terlihat cantik, penampilan nya elegan dengan balutan hijab menutupi rambut nya, dari ujung atas hingga ujung bawah sudah bisa di nilai bahwa barang yang menempel di badan nya adalah bahan brand ternama.
sedangkan aku hanya menggunakan kaos putih sepanjang siku dengan setelan celana jeans biru.
"assalamualaikum mah" ujar zidan sambil tersenyum aku menyalami wanita parubaya yang sedang tersenyum kepada ku itu
"wa'alaikum salam" mama zidan beralih menggandeng tangan ku dan di bawa nya aku duduk di sofa.
"nama kamu siapa sayang?" tanya mama zidan yang kini duduk di dekat ku
"Alea, tan"
"panggil nya mama ya? jangan tante" protes mama zidan sambil tersenyum
"mama?" tanya ku sambil menatap zidan yang menyusul duduk sisi ku yang lain, zidan hanya tersenyum
"iya, kamu harus panggil mama.. Karna mama bersyukur ada orang kaya kamu yang mau sama anak mama" ujar mama sambil terkekeh
"mama apaan sih, justru Lea tuh aneh tau..masa iyaa zidan di tolak"
"coba ceritain kenapa sekarang kamu nerima dia" ujar mama tak menanggapi ocehan zidan
"emm, gimana yaa" ujar ku kebingungan
"pasti di paksa? atau di ancam?" tebakan mama tidak meleset sama sekali
"iya, ma" ujar ku sambil terkekeh
"huuh, dasar anak nakal!" ujar mama sambil memukul lengan Zidan
"kalo ga gitu, Lea ga bakalan mau sama zidan lah mah"
"makasih yaa udah buat zidan akhir-akhir ini berubah " ujar mama yang sontak membuat ku mengerut kan dahi ku
"mama lihat setelah dia kenal kamu, dia jarang bolos.. walupun ya masih mau bolos, tapi udah berkurang kok" aku hanya mengangguk kan kepala ku
"Zidan tuh kaya papa nya... kalo udah bucin emang kaya gitu.. untung aja, kamu nih anak baik-baik jadii, mama ga khawatir kalo zidan suka bahkan cinta mati sekalipun"
"maahh, laper nih kita" sahut zidan tiba-tiba
"ya udah mama, ke belakang dulu yaa" ujar mama sambil berjalan meninggalkan kami berdua
"apa liat-liat" ujar ku dengan sewot
"aku yakin, mama tuh suka sama kamu" ujar Zidan sambil tersenyum
"ya biarin"
"kita udah ada lampu hijau loh "
"terus?"
"jadi mau ga mau kamu harus mau nikah sama aku"
"nikah terus nikaahh terus, kita nih masih di bawah umur "
"ga ada yang ngelarang, selagi ga ketahuan.. lagian dari pada zina mending nikah kan?"
"kita tuh masih abg zidaaan "
"iyaa, tauu.."
"udah mikirin nikah aja"
"kan planning "
hari itu mama mengajak kami makan siang bersama, setelah itu mama menyuruh kami ke mall untuk membeli beberapa bahan untuk membuat cake
"hati-hati" ujar mama sambil melambaikan tangan nya
"pegangan dong leaa "
"iya iya" ujar ku dengan sewot
bruummm brummm
kami membeli beberapa bahan yang sudah di tulis mama di selembar kertas, setelah itu kami langsung pulang namun tiba-tiba saja hujan mengguyur kota itu dengan deras, Zidan mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi dan kemudian membelokkan motor nya ke arah basecamp yang memang tak jauh dari tempat kami.
"mampir dulu, hujan angin soal nya.. bahaya " ujar zidan sambil menarik tangan ku masuk ke dalam bascamp
Zidan membawa ku duduk di sofa, dia meletakkan bahan-bahan yang tadi kita beli di atas meja
"dingin?" tanya nya, kemudian dia menggenggam tangan ku dan menggosok-gosok tangan nya pada tangan ku
duarrrr
suara petir dan angin menggetar kan ku, dengan reflek aku terduduk di pangkuan zidan, dia memeluk tubuh ku dan menyadar kan kepala ku di dada nya
"Zidan, gimana pulang nya?"
"nunggu hujan nya reda"
pett
lampu pun padam, aku semakin takut aku mengeratkan pelukan ku.
"Lea, aku ambil lilin dulu yaa?"
"ya udah ayo ikut" aku pun berjalan sambil memeluk tubuh zidan dari belakang
cetek...
"nahh, beres"
aku mengangkat kedua kaki ke atas sofa, kemudian dia menarik kaki ku dan dia taruh di atas pangkuan nya
"Lea?" tanya zidan sambil menatap kedua mata ku dengan lekat
cup...
dia mencium dan ******* bibir ku, hingga kini dia sudah berada di atas ku, dia memegangi kedua tangan ku.
aku tak bisa bergerak apalagi memberontak, aku hanya berharap dia tidak melakukan hal-hal yang tidak aku ingin kan.
puas ******* bibir ku dia pun memeluk tubuh ku dengan erat.
"aku ga akan rusak kehormatan kamu Lea..aku hanya ingin memeluk mu seperti ini"
ujar zidan sambil menciumi pipi ku
"Zidan, jangan seperti ini aku ga nyaman"
"kalo bisa berontak silahkan" ujar Zidan sambil terkekeh, seperti yang dia ketahui aku tak mungkin bisa melawan kekuatan nya.
dan akhirnya aku pasrah karna kehabisan tenaga.
dia terbangun lebih dulu
"gemas sekali melihat dada mu, Lea" ujar zidan yang kemudian merogoh kaus dan memegang bukit kembar ku
5 jam kemudian
"loh, kok pintu nya ga di kunci" ujar samson yang kebetulan ingin mengambil barang nya yang tertinggal di basecamp
"inalillahi... apa-apaan ini, waahhh ini ga bisa di diemin..dari pada nanti di grebek warga mending aku telpon kedua orang tua nya"
aku dan zidan masih tertidur pulas, tak mengetahui bahwa ada seorang pengadu yang sedang memberikan kami masalah besar.
"Zidan!" bentak mama sambil menarik tangan zidan yang masih di dalam kaus ku, aku pun terperanjat karna kaget, aku baru menyadari tangan zidan yang baru saja di keluar kan oleh mama nya.
"maa.. ini tidak seperti yang mama lihat" ujar Zidan sambil melirik ke arah mama dan bibi secara bergantian
"bibi kecewa sama kalian"
"biii, percaya sama Lea.. Lea ga ngelakuin apa-apa"
"mama percaya sama kamu Lea, tapi mama ga percaya sama berandal ini" ujar mama sambil menjewer kuping Zidan
"kamu harus tanggung jawab, zidan!" teriak bibi
"bi!? kita ga ngapa-ngapain" ujar ku sambil menarik lengan bibi
"kalian harus di nikah kan" ujar ujar mama
"iya benar, kalian harus menikah " ujar bibi membenarkan
hari terkutuk yang pernah terjadi dalam hidup ku setelah kejadian itu kedua orang tua ku dan juga ayah kandung ku datang untuk menikah kan kami secara agama, namun pernikahan ini adalah pernikahan rahasia karna kami masih duduk di bangku sekolah.
"kalian sudah sah menjadi suami istri, terserah kalian mau apa.. tapi ingat! jangan sampai Lea hamil..karna kalian masih sekolah " ujar ayah ku dengan tegas
"baik, ayah" ujar zidan dengan serius
setelah menikah kan kami ayah dan ibu ku serta ayah kandung ku kembali pulang.
kedua belah pihak keluarga kami sepakat agar aku tinggal bersama zidan di rumah nya.
malam itu aku mengurung diri di kamar mandi, aku menangis di bawah guyuran shower.
tok tok tok
"Lea, jangan lama-lama.. nanti kamu masuk angin" ujar Zidan dari balik pintu, Karna aku menjawab nya, zidan pun masuk kedalam dengan kunci cadangan.
aku menutup diri ku dengan kedua telapak tangan ku di dada, dengan cepat dia menggendong tubuh ku yang polos itu ala bridal style, aku meronta-ronta namun dia mengerat kan pegangan nya
zidan merebahkan tubuh ku di kasur, aku menarik selimut untuk menutupi diri ku
"pakai ini" ujar zidan sambil memberi kaos oblong milik nya karna aku belum membawa barang-barang ku kesini.
"jangan lihat! aku mau ganti" zidan memutar tubuh nya membelakangi ku
"aku udah lihat semua nya, Lea"
aku menarik kaus nya hingga dia kembali membalik kan badan nya
"apa?"
"aku ga pake daleman" ujar ku setengah berbisik
"emm, 5 menit lagi datang.. tunggu lah"
"aku ingin memukul mu! kamu mesum! kamu kurang ajar!" ujar ku sambil memukuli dada nya
"lakukan sepuas mu, Lea.." ujar nya sambil tersenyum miring
"aku benci kamu!" teriak ku sambil memukuli dada nya, dengan cepat dia menarik tubuh ku dalam pelukan nya
"sekuat apapun kamu menolak jika kita sudah berjodoh, kamu bisa apa?" ujar yang sambil mengerat kan pelukan nya
aku benar-benar membenci pria yang kini menjadi suami ku, Jika tidak takut dosa mungkin aku sudah membunuh nya jauh-jauh hari
to be continued
jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 🙏😍 terimakasih