The Owner Of My Last Love

The Owner Of My Last Love
Bab 7:Kamu berbeda



Zidan menghentikan angkot dan membawa ku masuk ke dalam nya, banyak penumpang yang melihat ke arah kami aku pun menunduk karna malu, dia tersenyum kepada ku


"ada apa buk?" tanya zidan kepada ibu-ibu yang membawa sayur di tangan nya


"kalian ini anak sekolah kan?kalian bolos ya? ujar ibu itu dengan sini melihat ke arah kami


"kami sudah izin buk, saya cuma mau nganterin temen saya pulang" ujar zidan memulai kebualan nya


"ohh gitu, sakit apa dek?" ujar ibu di sebelah nya


"emm menstruasi buk, kata nya sakit banget.. terus pengen pulang" ujar zidan yang sontak membuat ku meyiku lengan nya, dia pun sedikit terkekeh.


"kiri pak.." ujar zidan menghentikan angkot yang kami tumpangi


"ayo" zidan kembali mengandeng tangan ku


"kita ngapain berhenti di depan mall?" ujar ku kebingungan


"beli baju, biar ga di julid'in lagi sama ibu-ibu" ujar nya sambil kembali menggandeng tangan ku masuk ke dalam mall


aku pun hanya diam tak berkata apapun, sebenarnya hati ku tidak tenang karna ini adalah pertama kali nya aku membolos, ahhh besok-besok aku tidak ingin menuruti zidan lagi, dia benar-benar membuat ku sesat .


"hei? kenapa diem aja, ayo pilih baju yang kamu mau"


"Zidan.. nanti jam istirahat kita balik ke sekolah lagi ya?"


"kenapa?"


"aku ga nyaman kamu ajakin bolos kaya gini"


"yah.. padahal mau aku ajakin nonton film baru di bioskop"


"ga deh, aku takut guru nya ngelaporin ke bibi" ujar ku dengan khawatir


"huh! kamu polos banget sih sumpah "


"iya ini pertama kali nya aku bolos"


"ahahah cupu banget sih "ujar nya sambil tertawa mengejek


"ahhh bibi? zidan itu bibi ku, gimana dong?" ujar kebingungan


"ayo ikut aku" ujar zidan sambil menarik ku masuk ke dalam ruang ganti, dengan cepat dia membungkam mulut ku dengan satu telapak tangan nya, aku melepaskan bungkaman tangan nya


"aku apaan sih? ini ruang ganti wanita" ujar ku dengan kesal


"sssstttt jangan berisik" ujar zidan menutup mulut ku dengan jari telunjuk nya


"lagian kamu lagi ga ganti baju kan?" ujar zidan dengan santai ku, dia menatap mata yang tak sengaja juga menatap mata nya tatapan kami bertemu hingga beberapa detik, kemudian aku mengalihkan pandangan ku


"kenapa? grogi ya aku tatap lama-lama" ujar nya sambil tersenyum mengejek


"bukan grogi, heran aja.. kenapa ada orang yang ga punya takut kaya kamu"


"hahah kenapa harus takut? kita di ciptakan bukan untuk takut kepada sesama manusia"


"idihh sok bijak"


"bentar ya.. aku lihat kondisi dulu"


"Zidan tunggu!" ujar ku menarik tangan nya, yang sontak membuat wajah nya mendekat ke wajah ku


"apa?" tanya nya sambil tersenyum sok manis


"uweekk dikira aku bakal tertarik apa" gerutu ku dalam hati


"kalo ketahuan nanti kita di kira mesum lagi " ujar ku ketakutan


"udah tenang aja, kamu ga usah khawatir yaa?"


"emm tapii"


"udah ga papa.."


dia pun keluar sendiri dari balik ruang ganti wanita, salah seorang pekerjaan pun melihat nya dengan membulatkan kedua mata nya dengan sempurna


"ya ampun mas, itu ruang ganti wanita "


"kenapa memang nya?" tanya zidan dengan santai


"jelas anda tidak boleh masuk ke dalam nya lah.. maaf tolong jaga etika anda"


"kamu yang harus nya menjaga etika"


"kok jadi saya yang di salahin.. jangan ngawur ya? bisa-bisa anda saya lapor kan ke security agar perbuatan anda di tindak lanjuti" ujar wanita itu dengan percaya diri


aku pun memutuskan untuk keluar yang menghampiri mereka


"maaf mbk.. tadi dia di dalam situ"


"engga!" jawab ku dengan lantang


"ehh ada apa ini?" ujar pemilik toko


"ahh tu-tuan muda? ma-maaf atas pelayanan kami yang tidak mengenakan.. dia masih pegawai baru dan belum mengetahui siapa Anda" ujar wanita parubaya itu dengan sopan


"hah? tuan muda? emang dia siapa? pemilik mall ini?" ujar ku bertanya-tanya dalam hati


"baiklah.. aku memaafkan nya, tapi tolong nasehati pekerjaan agar lebih sopan sedikit saat melayani pengunjung" ujar zidan dengan santai


"maaf tuan.. sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya nyaa.. saya tidak tau kalau anda adalah "


"sudah lah.. lanjut kan saja pekerjaan mu" ujar zidan memotong perkataan wanita itu


"terimakasih tuan muda" ujar wanita itu sambil membungkuk kan badan nya,Zidan kembali menggandeng tangan ku, dan kini aku menatap nya


"kenapa menatap ku seperti itu?" tanya zidan


"kenapa orang tadi memanggil mu tuan muda? apakah kamu orang kaya seperti di novel-novel?" tanya ku penasaran


"Hahaha bukan, kamu tau wanita paruh baya tadi?" tanya zidan dan aku pun mengangguk kan kepala ku


"dia pernah menjadi pembantu di rumah ku" ujar zidan kembali membual


"ohh begitu, wahh jadi dia sekarang udah berhenti dan buka usaha jual baju?" tanya ku lagi


"yaa seperti itu lah"


"wah.. berapa gaji orang yang jadi pembantu di rumah kamu ? sampe dia bisa usaha seperti itu"


"Kenapa? kamu ingin menjadi pembantu ku?" tanya nya sambil menahan tawa


"ga lah! aku cuma pengen tau aja"


"ga banyak sih, mungkin dia jual warisan dari orang tua nya" Jawab zidan secara asal


"ohh dia pernah cerita ke kamu?" Zidan menepuk jidatnya sendiri


"hahah ya enggak lah, aku ga sedekat itu sama orang asing"


"nahh ini sama aku? kenapa sedekat ini?"


"kamu bukan orang asing, kamu spesial"


"alah.. bulshit! kamu pikir aku akan tergoda dengan rayuan mu?! jangan harap"


"wow! this is first time!"


"pertama kali apa nya?"


"kamu adalah orang pertama yang tidak tergoda dengan rayuan ku"


"dasar buaya! emang aku wanita gampangan apa?" dia hanya tersenyum kepada ku


"ayo kesana.." ujar zidan sambil menarik tangan ku ke sebuah caffe


"Zidan kapan kita pulang?"


"baru aja duduk"


"kalo kamu ga mau nganterin aku pulang aku aku pulang sendiri, aku bisa kok"


"wait wait wait! jangan pulang sendiri.. setelah kita ngopi aku akan anter kamu pulang"


"bener ya?" ujar ku sambil menunjuk nya dengan jari telunjuk ku


"aeemm" dengan cepat dia memasukkan jari telunjuk ku ke mulut nya


"Zidan jorok! lepasin engga!?" dia pun tersenyum dan melepaskan tangan ku dari mulut nya, kemudian dia mengelap kan jari tangan ku yang basah itu ke baju nya


"jorok! ihhh aku pengen cuci tangan" ujar ku menuju ke toilet.


dia pun terkekeh melihat ku yang berlarian menuju toilet


"kamu emang beda Lea! i like you" ujar zidan seorang diri


"Zidan jahil banget sih Thor"


"wkwkwk emang selain ganteng dia juga nyebelin dan bucin super akut sih wkwk.. lihat aja nanti di eps-eps selanjutnya"🀣🀣🀣


jangan lupa lempar β˜•β˜•β˜•β˜•β˜•danπŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’ yaaa☺️


to be continued


Hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa πŸ™πŸ˜ terimakasih 🀩


dukungan kalian adalah semangat buat othor ☺️