The Owner Of My Last Love

The Owner Of My Last Love
Bab 11: Koleksi baru di galeri



Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


sebelum baca boleh follow akun author ya😍


jangan pelit like and komen nya 🤭 😍 vote juga boleh xixixixi 😁


malam itu dia menghentikan motor nya di sebuah cafe, dia menggandeng tangan ku memasuki caffe restaurant itu.


aku terpesona saat melihat sekeliling caffe itu, tempat itu begitu estetik dengan hiasan Lampu-lampu berwarna kuning.


aku menyapu pandangan ku ke seluruh tempat, tempat yang begitu sepi hanya ada kita berdua dan juga seorang waiters serta barista.



"duduk lah" ujar zidan sambil menarik salah satu kursi untuk ku, aku masih celingak-celinguk memandangi sekitar tempat itu


"kenapa?" tanya zidan sambil menaikkan sebelah alis nya


"kenapa tempat ini sepi sekali?" tanya ku yang sontak membuat zidan tersenyum memandangi ku


"tempat ini, khusus aku siap kan untuk kita alea" ujar zidan yang kemudian menggenggam tangan ku


"apaan sih, pegang-pegang.." ujar ku sambil menarik tangan ku


"sorry"


"ekhem.. permisi, silahkan pilih menu favorit dari caffe kamu" ujar seorang waiters cantik sambil membungkuk kan badan nya


"kamu mu pesan apa?" tanya zidan, dia memberikan buku menu makanan itu kepada ku


"baked potato wedges sama coffe nya caffe latte aja" ujar ku sambil tersenyum kepada waiters cantik itu


"kalo aku caffe nya americano, emm sama steak"


"baik, mohon di tunggu sebentar.." ujar waiters itu kemudian berlalu pergi


"kamu suka coffe?" tanya zidan


"suka"


"emm, boleh dong aku sering-sering ngajak kamu kesini" ujar zidan terus menatap ku


"kalo ada waktu aja" jawab ku dengan dingin


"emm, btw apa kamu masih ngrepin Eza?"


"udah lah, ga usah ngomongin dia" ujar ku sambil cemberut


"sorry.."


"emm, besok aku jemput ya?"


"terserah"


"oke, dengan senang hati taun putri" ujar zidan sambil mengangguk kan kepala nya dengan perlahan, aku pun memutar bola mata ku dengan malas


"permisi.. silahkan menikmati jamuan kami" ujar waiters itu sambil meletakkan apa yang kami pesan tadi


baked potato wedges



caffe latte



steak



caffe americano



"ayo di makan" ujar zidan sambil tersenyum pada ku, aku menyocol saus itu dan menyupkan kentang itu ke mulut ku, hal itu ku lakukan berulang kali, tiba-tiba tangan zidan menghampiri mulut ku dan kemudian mengusap nya dengan lembut.


"ada saus" ujar nya sambil terkekeh, aku pun menarik tissue dan kembali mengelap area bibir ku


"sudah hilang" ujar nya lagi sambil melirik ku, jujur saja aku malu apalagi saat dia menatap mata ku dengan lekat itu benar-benar membuat ku tak nyaman.


setelah selesai makan aku mengajak zidan tapi dia menolak


"ayo pulang"


"jangan dulu"


"hah? emang nya mau kemana lagi? kamu pesen bibi kan? kamu boleh bawa aku pulang malem-malem"


"permisi, ini pesanan anda" ujar seorang pria bertubuh besar membawa sesuatu di tangan nya


"pakai ini" ujar zidan sambil mengeluarkan benda yang berada di dalam nya, dia memberikan ku jaket agar aku tidak kedinginan, aku pun memakai nya karna jujur saja aku tidak ingin kedinginan.


"aku akan mengajak mu bermain wahana di pasar malam" ujar zidan sambil memasang kan helm kepada ku, jujur saja aku merasa di ratu nya oleh nya tapi hal sama sekali tak membuat ku bergetar.


"dah.." ujar nya sambil tersenyum


"makasih" ujar ku sedikit tersenyum


"cepat, naik" ujar nya lagi



dia menaiki motor itu dengan kecepatan sedang, aku memeluk tubuh nya karna tetap saja kedinginan.


"aku mau naik bianglala boleh?" tanya ku sambil menatap mata nya dari spion


setelah sampai di tempat, aku menarik tangan nya namun dengan cepat dia menarik tangan ku lagi hingga aku menempel pada dada bidang nya.


"hei, apaan sih.. modus" ujar ku sambil memundurkan langkah ku


"lepas dulu helm mu" ujar zidan sambil kembali membantu melepaskan helm itu dari kepala ku


"so, cute" ujar, aku merapikan rambut ku yang sedikit berantakan karna angin, tiba-tiba tangan nya ikut membantu ku merapikan rambut ku juga


"udah ah" ujar ku sambil menghempaskan tangan nya


"ayo kita naik bianglala itu.. ayooo"


ujar ku sambil menarik tangan nya dan membawa nya lari


"so cute" Ujar zidan dalam hati dia tersenyum dan mengikuti langkah ku



"Zidan... ayo naik kesana, aku udah lama banget ga naik bianglala"


"ayoo" ujar zidan yang kemudian menerobos ke arah si pembawa karcis


"kita mau naik duluan.. nih aku bayar lebih" ujar zidan sambil memberi 3 lembar gambar pak soekarno


"oke bro.... silahkan" aku pun terkejut melihat kelakukan licik nya


"hei! curang banget sih dia! ngantri wooiiii" teriak salah satu pengunjung


"ssstttt jangan teriak-teriak dia penumpang VIP" ujar si pembawa karcis


"silahkan masuk mbk.. mas..." ujar pria itu lagi dengan sopan


aku dan zidan memasuki bianglala itu


"mas, aku akan bayar sepuluh kali lipat kalo kamu tidak mengizinkan orang lain masuk ke sini" ujar zidan lagi sambil memberikan beberapa lembaran merah itu, dengan senang hati pria itu menerima nya


"Alhamdulillah... sering-sering aja mas hehe" Ujar pria itu kepada zidan, saat bianglala itu kembali berjalan aku mulai merasa deg-degan sedangkan orang-orang di bawah sana terdengar protes karna aksi zidan yang seenaknya sendiri.


"dasar anak sultan, pikirin yang lain dong" ujar ku sambil bersungut-sungut


"haha biarin, aku cuma mau berduaan terus sama kamu"


"aku sih ogah" ujar ku sambil melipat kedua tangan ku di dada


"kenapa? biasa wanita manapun akan senang jika di perlakukan seperti ini, kenapa kamu tidak? sebenernya kamu ini manusia apa bukan?" tanya zidan keheranan


"ya manusia lah" jawab ku dengan nada ketus


"manusia aneh" ujar zidan sambil menahan tawa nya


"sudah ku bilang.. tidak semua wanita mau sama kamu!"ujar ku sambil menunjuk kan jari telunjuk ku tepat di depan wajah nya


"aaahhhhhhhhh"


sruuuuttttttttt


rasanya jantung ku ingin jatuh, saat bianglala itu merosot dengan kencang,tanpa aku sadari Zidan memeluk tubuh ku.


"hahah, dasar cwek galak.. tapi penakut" ujar Zidan lagi sambil tertawa, dengan cepat aku pun melepaskan pelukan nya


"dasar modus!"


" biarin, daripada sok berani hahaha"


"ihhh nyebelin"


"kamu juga"


"kamu tuh yang nyebelin" ujar ku sambil bersungut-sungut


"maksudnya kamu gemesin" ujar nya sambil terkekeh, di putaran selanjutnya aku tidak berteriak tapi aku memeluk tubuh ku sendiri hal itu membuat zidan terkekeh melihat ku.


setelah asyik bermain bianglala, kami berjalan berdua mengelilingi pasar malam itu.


dia kembali mengajak ku bermain wahana lain nya namun aku menolak karna perut ku mulas.


"hahaaa, naik bianglala aja mau mabok" ujar nya sambil terkekeh, aku tidak menanggapi ejekan nya langkah ku berhenti ketika melewati orang yang menjual gula-gula kapas, Zidan pun menatap ku dan kembali terkekeh



"cwek unik" batin Zidan dalam hati


"kamu mau itu?" ujar Zidan yang sontak membuat ku mengangguk


"bang beli gula-gula kapas 2 ya" ujar Zidan sambil memberikan lembaran merah itu lagi


dia memberikan gula-gula kapas itu kepada ku


"terimakasih" dia hanya mengangguk kan kepala nya


cekrek



"ngapain di foto..?" tanya ku


"buat koleksi di baru di galeri" ujar nya sambil terkekeh


"hahah ada-ada aja


to be continued


jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍🤩