The Owner Of My Last Love

The Owner Of My Last Love
Bab 1:awal pertemuan



Hai nama ku alea maharani, umur ku 13 tahun


aku baru saja menginjak bangku SMP.


aku tinggal bersama bibi dan om ku, mereka berdua adalah orang tua kedua ku setelah mama papa.


mereka menganggap ku sebagai anak kandung nya, mungkin karna pernikahan nya yang sudah 5 tahun berlalu namun belum di karuniai anak.


mereka sangat menyukai ku, setelah kenaikan semester 1 di kelas 7 mereka mengajak ku untuk pindah ke rumah mereka dan di sekolah kan di daerah yang mereka tinggali.


aku disini bersama sepupu ku, nama nya Adhea.. dia juga seumuran dengan ku. tapi dia tidak tinggal di rumah bibik ku, hanya saja dia memang sering menginap di rumah bibi.


siang itu kita di rumah bibi berdua saja, Adhea merasa bosan kemudian dia mengajak ku untuk beli kue di toko kue terdekat.


kami kesana hanya berjalan kaki, toko kue itu mejual aneka ragam kue kering maupun basah. sesampai di toko kami pun sibuk memilih kue, aku mengambil beberapa kue kering dan ku masukan ke keranjang ku.


"wahh ini mah enak semua" ujar ku seorang diri, saat aku sibuk memandangi kue-kue sedap itu aku berjalan tanpa memandangi sekitar, yaa aku memang sedikit ceroboh.


emm bukan sedikit, tapi sangat ceroboh.


Karna kecerobohan ku aku menabrak seseorang pria bertubuh tinggi dan berdada bidang, alhasil kue-kue yang ada di keranjang ku pun terjatuh ke lantai semua.


aku menyelipkan anak rambut ku ke belakang telinga.


"manis banget ni cewek.." ujar zidan dalam hati


"yahhh jatoh semua" ujar ku sambil memunguti kue-kue itu, pria itu terus menatap ku aku pura-pura tidak saja. padahal sebenarnya aku takut dia marah


"anj*ng! punya mata ga sih lo" ujar nya dengan nada tinggi, aku hanya terdiam dan malas menanggapi


"heh? punya kuping ga sih?" tanya nya lagi, aku masih sibuk memunguti kue-kue ku


"ehh zidan.." ujar adhea yang baru saja menghampiri kami, aku pun berdiri menjajari mereka.


"maaf yaa.. ini sepupu ku, dia ga sengaja" ujar dhea sambil tersenyum, aku malas sekali menanggapi mereka berdua dan aku pun memilih pergi untuk melanjutkan memilih kue-kue lagi.


aku beranjak ke etalase lain, mereka tampak sedang mengobrol.


"udah belum? kalo belum aku duluan yaa" ujar ku kepada Dhea


"udah kok" ujar dhea, pria itu masih menatap ku dengan lekat, tatapan nya sungguh mengerikan. mata nya bulat,dengan alis tebal panjang, ditambah lagi bibir nya yang enggan untuk tersenyum. dia sangat-sangat terlihat menakutkan walupun memang ku akui dia tampan.


"heh! Lo ga ada rasa bersalah apa?" tanya nya, namun aku tidak peduli dan sibuk memunguti kue-kue yang terjatuh itu, aku adalah wanita pertama yang tidak mempedulikan kehadiran nya, Zidan menatap ku dengan sinis.


"Aku harus mendapatkan mu!" Ujar nya dalam hati


"salah? salah apa?" tanya ku kebingungan


" jelas-jelas tadi lo nabrak gue!"


"kan ga tau juga kalo kamu lewat" jawab ku dengan santai


"maka nya kalo jalan tu lihat jalan"


"yaa maaf" ujar ku sambil berlalu pergi dari mereka


"ehh tunggu" ujar nya sambil menarik tangan ku, aku pun terkejut karna perlakuan yang menurut ku kurang sopan, ku hempasan kan tangan nya dengan kasar


"apa sih?!" ujar ku dengan nada tinggi


"cuma maaf doang?"


"terus apa lagi? lagian ga ada yang lecet juga"


"ada.."


"apa?"


"nihhh, tangan ku merah karna kena keranjang kamu itu"


"alaahh kaya gitu doang lebay"


"ehh Lo ga tau siapa gue?"


"Ga! tau! dan ga mau tau!" ujar ku sambil pergi lagi namun dengan cepat dia menarik tangan ku lagi


"apa lagi sih, hah?"


"Lo harus sembuhin tangan gue"


"hah? wong edan! tangan baik-baik aja kok di suruh nyembuhin" ujar ku dalam hati


"ogah! lepasin ga! dhea tolongin kek" ujar ku yang terus meronta mencoba melepaskan cekalan tangan nya


"kalo kaya gini, bukan kamu yang lecet tapi tangan ku" ujar ku yang sontak membuat dia melepaskan cekalan tangan nya.


setelah dia melepaskan tangan ku, dengan cepat pun aku pergi meninggalkan dia dan dhea


"sorry yaa? dia emang gitu hehe"


"ga pa paaa boleh ga aku minta nomor dia?"


"maaf, bukan nya pelit.. tapi dia ga ngebolehin aku buat bagi-bagi nomor nya ke sembarang orang"


"sombong amat! masa iya cogan kaya gini di tolak dihh, memalukan.. awas aja Lo" batin zidan dalam hati


"jadi ga boleh nih?" tanya zidan sambil menaikkan sebelah alis nya


"oh ya?"


"iyaa"


"ya udah cabut dulu ya.."


"yaa"


"aneh tu cewek, masa iya ga tertarik sama gue yang cakep nya dari generasi nabi Yusuf hingga nabi Muhammad tak luntur sepanjang masa" ujar zidan seorang diri


"tapi menarik juga yaa? jadi penasaran, masa iya sih dia ga tertarik sama aku"


sesampai di rumah bibi aku memakan kue-kue tadi, dhea terus menatap ku.


"ngapa sihh lihat-lihat" tanya ku


"emm cwok yang tadi itu temen sekolah kita loh.. besok kita ketemu lagi"


"terus?"


"yaaa.. tadi dia bilang dia minta nomor WhatsApp kamu.. boleh ga?"


"engga.."


"ya udah biar besok dia minta sendiri aja deh"


"ahhah.. ga bakal tak kasih juga"


tok tok tokk...


"assalamualaikum.." suara yang dari tadi aku nantikan kedatangan nya


"wa'alaikum salam "


"iliihhhh langsung ngaut deh" celetuk dhea


"sshhtttt diem"


"masuk zaa" ujar ku mempersilahkan Eza untuk masuk, Eza faldiano adalah pria yang aku cintai dia sahabat ku dan bodoh nya, aku malah mencintai nya. sebisa mungkin aku menutupi perasaan ku


"lagi ngapain?" tanya Eza sambil menduduk kan diri nya di sofa


"bentar.. kamu di sini dulu yaa"


"okee"


aku mengambil beberapa kue itu untuk Eza


"nih.."


"wihh, enak nih"


"hehee baru beli tadi"


"kamu mau?" tanya Eza sambil mengarahkan kue itu ke mulut ku


"engga buat kamu aja"


"udah aaa" ujar eza sambil mempraktekkan gaya makan, aaaaa perlakukan nya memang selalu berhasil membuat ku merasa dag dig dug duarrrr


"udah, kamu aja yang makan.. tadi aku udah makan banyak hahah"


dia pun tersenyum dan menyuapkan kue itu ke dalam mulut nya sendiri.


tak lama kemudian, datang lah tamu tak di undang. ya! siapa lagi kalo bukan zidan, si biang rusuh yang datang tidak tepat.


"assalamualaikum" ujar nya langsung masuk begitu saja


"wa'alaikum salam" jawab ku bersamaan dengan eza


"ngapain kamu kesini?"


"aku? bertamu lahh" ujar nya dengan santai dan kemudian menduduk kan diri nya tepat di samping kiri ku.


"ihh sok kenal banget sih nih cwok" ujar ku dalam hati


"kamu kenal zidan ya le?" tanya Eza


"kenal" sahut Zidan yang mendahului ku


"engga ya!" ujar ku dengan nada tinggi


"kamu ngapain? nyari dhea? bentar aku panggilin dulu" ujar yang tengah beranjak dari duduk ku, dengan cepat dia menarik tangan ku dan kembali duduk di dekat kedua pria itu


"apaan sih tarik-tarik"


"aku disini nyari kamu, bukan Dhea"


"idihh, kenal aja engga.. sksd banget sih"


"bodo amat.." ujar nya dengan watados (wajah tak berdosa)


to be continued


hai guys 🤩 ini novel baru aku yaa.. in syaa Allah bakal ga kalah seru kok, jangan lupa like komen dan vote nya yaa.. terimakasih 🙏😍