
Happy reading πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
kami hanya terpisah oleh dinding yang menghalangi kamar kami, dia mengirimi ku message lewat WhatsApp
π±*tutup kecap*
"nice dream my sweetie girl..π"
π±*tutup kecap*
"jangan sedih lagi yaa? ada zidan buat kamu π"
π±*tutup kecap*
"jangan cuma di read dong, kiss nya mana?"
"idiihh najiss" ujar ku sambil terkekeh
π±*my sweetie girl π*
"najissπππ"
"dasar cewek galak.." zidan terkekeh kemudian merebahkan tubuh nya di kasur.
pagi itu zidan bangun lebih awal dia menggendor pintu kamar ku
doorr door doorr
"Lima menit lagii biiiii" teriak ku sambil menutupi telinga ku dengan bantal
"bangun sayang, sholat..." ujar zidan dengan lembut, aku pun terperanjat dari ranjang ku
"ihhh, dasar cwok resek" ujar ku sambil beranjak dari kasur dan membuka pintu itu
"ga usah berisik bisa ga?!" teriak ku dan kembali menutup pintu kamar ku dengan kasar
duaarrr
"hahah, muka bantal nya imut banget" ujar Zidan sambil terkekeh
aku mengambil air wudhu dan menunaikan sholat subuh, dia kembali mengetuk pintu ku.
"sholat dek.." ujar nya sambil mengetuk pintu kamar ku lagi
tak lama kemudian aku membuka pintu kamar ku, namun dia tak ada di depan nya lagi.
"isshh udah kaya setan aja, main ilang-ilangan" ujar ku yang hendak menutup pintu namun dengan cepat dia menahan tangan ku
"apa sih?" tanya ku dengan bersungut-sungut
"udah sholat kan?"
"udah" ujar ku sambil menghempaskan tangan nya
"aku pamit pulang yaa?" ujar nya sambil tersenyum
"ya udah, pulang sana.." ujar ku dengan nada acuh
"nanti aku jemput.. oke?"
"hemm"
"oke, see you more sweetie"
aku hanya memutar bola mata ku dengan malas.
"assalamualaikum" suara yang membuat hati ku bergetar saat mendengar nya, Eza memasuki rumah bibi begitu saja.
"wa'alaikum salam.. Eza? mau bareng sama Lea?" tanya bibi
"iya bi, Lea nya mana?" tanya nya
"itu, lagi sarapan"
dengan cepat dia bergegas menuju ke ruang makan, dia duduk di dekat ku kan tersenyum.
senyuman yang selalu membuat ku candu, dan ingin terus melihat nya.
"tumben jam segini udah sarapan" ujar nya sambil mengacak rambut ku, aku hanya membalas nya dengan senyuman, senyuman palsu yang aku berikan agar dia tak tau apa yang sebenarnya ku rasa kan.
"emm, padahal mama udah nyiapin dua bekal untuk sarapan Loh.. kaan biasa nya kamu ga sempet sarapan" ujar nya lagi
"kamu ngapain disini?" tanya ku yang sontak membuat kening nya mengerut
"memang nya salah ya? kalo aku mau berangkat ke sekolah bareng sahabat aku?" ujar nya lagi sambil tersenyum, jujur kata-kata yang keluar dari mulut nya itu lebih tajam dari pada sembilu.
"ya enggak sih" jawab ku dengan singkat aku masih berusaha fokus dengan sarapan ku
tiinn tiinnn
Suara klakson motor zidan, aku pun tersenyum miring akhirnya ada cara untuk membuat membalas perlakuan nya, walaupun entah dia merasa terbalas atau tidak.
"assalamualaikum" ujar zidan yang tengah berdiri di depan pintu, bibi ku yang sedang membaca majalah di ruang tamu pun langsung menyambut nya
"ehh zidan.. masuk" ujar bibi zidan menyalami bibi ku
"Lea mana bi?" tanya nya
"lagi sarapan di dalem, kamu kalo belum sarapan ikut lea sarapan aja yaa?" ujar bibi dengan lembut
"iya bi.. terimakasih"
"itu suara zidan kan?" tanya eza dengan muka tak suka
"iya, kenapa emang nya?" tanya ku balik
"hai Lea" potong zidan, dia mendekati aku
"belum selesai ya? emm kalo udah kita jadi berangkat bareng kan? " aku hanya mengangguk kan kepala ku, tanpa kata-kata eza pergi meninggalkan kami berdua.
"loh, eza mau kemana?" tanya bibi ku
"berangkat bi, assalamualaikum"
"hahah cwok plin-plan" sahut zidan yang sontak membuat kening ku mengerut
"maksud mu apa?" tanya ku kebingungan
"Lea udah siap? kalo udah ayo berangkat" ujar zidan mengalihkan perhatian ku
"yuk"
"bi, zidan izin bawa Lea berangkat bareng yaa? nanti pulang nya di anterin lagi dengan utuh kok" ujar zidan yang sontak membuat bibi ku terkekeh
"ahhah iyaa, hati-hati yaa" ujar bibi dengan lembut
kami menaiki motor yang berbeda lagi, semalam dia membawa motor yang berwarna putih sekarang beda lagi
"motor kamu berapa sih?" tanya ku sambil menatap kedua mata nya dari balik spion
"kenapa emang nya? kamu ga suka ya naik motor ini? mau nya yang semalem?"
"enggak.. bukan gitu, aku cuma penasaran aja.. soal nya kamu sering gonta-ganti motor"
"asal ga gonta-ganti pacar hahahha"
"alah bulshit! katanya ganteng... masa iya ga banyak cwek"
"banyak cwek yang ngedeketin aku, tapi aku tolak.. paling jadian 3 bulan paling lama, abis itu putus"
"kenapa gitu?"
"ya bosen ajaa" Ujar nya dengan santai
"ohhh, berati kamu mau ngedeketin aku.. terus kalo udah pacaran kamu mau putusin aku kalo udah 3 bulan?"
"ada pengecualian" Ujar nya sambil mengeratkan kedua pelukan ku, tanpa sadar memang sendari tadi aku memeluk tubuh nya
"maksudnya?" tanya ku kebingungan
"kecuali sama kamu"
"dasar buaya! kalo belum dapet aja ngomong nya kaya gitu... giliran dapet heh!" ujar ku sambil tersenyum miring
"ahhh, susah sekali membuat mu percaya leaa.." aku hanya menggeleng kan kepala ku
sesampainya di sekolah seperti biasa kami menjadi sorotan umum dari teman sebaya hingga kaka tingkat
"semua cewek di sekolah ini pernah jadi pacar kamu ya?" tanya ku yang sontak membuat nya terkekeh
"ya enggak lah..."
"kok pada sinis gituu sih ngelihatin kita"
"karna, mereka semua mau di posisi kamu" Ujar nya dengan bangga
"idihh, aku sih malah ogah"
"itu yang membuat aku semakin penasaran"
aku hanya tersenyum miring
"kalo udah ga penasaran paling juga abis itu kabur hahahha" ujar ku dalam hati
"ga lah.. aku kan sayang kamu" ujar nya yang sontak membuat ku membulat kan kedua mata ku dengan lebar
"udah di bilang jangan baca fikiran aku goblok!" ujar ku sambil memukuli lengan nya
"wow bro! ada yang berani neriakin zidan goblok! hahahahah keren keren" ujar roy sambil tertawa terbahak-bahak bersama Samson.
"setan lu, ngapain lu disini" ujar Zidan sambil menarik tangan ku berjalan dengan cepat.
"hai guys... mari kita sambut the new queen of the young guns taraaaaaa" teriak bella
prriiiittt priitttt telolet lolet..........
"woiiii bisa diem ga sih kalian?!" teriak zidan yang sontak membuat Bella dan kawan-kawan berhenti membunyikan mainan itu
"kan kita cuma mau nyambut the new queen dann" ujar bella sambil cemberut
"lebay tau ga? kamu ga suka kan Lea?" tanya Zidan sambil menghadap kepada ku dan menggenggam kedua tangan ku
"aku suka kok, thaks ya?" ujar ku sambil tersenyum kepada mereka semua
"ahh tuh kan, Lea aja suka" protes bella
"kaya bocah tau ga?!"
"ga usah teriakin cwek gue dong bro " ujar Samson sambil memeluk bahu bella
"kalo boleh tau the new queen of the young guns tu maksud nya gimana?" ujar ku kebingungan
"aduh kali ini kamu cari pacar bener-bener orI deh hahah" ujar bella sambil melirik zidan
"pacar?" ujar ku sambil menatap zidan, dia pun meringis
"iya, kamu kan pacar baru dari king of the young guns leaa "
"aku bukan pacar nya.. dan aku bukan queen juga.." ujar ku yang kemudian menduduk kan diri ku di kursi
"hahahah zidan di tolak! mari kita rayakan guys!" teriak bella
"setuju!" tanpa menanggapi kehebohan teman-teman nya zidan menghampiri ku dan duduk di samping ku
"ga papa kalo kamu nolak aku, tapi jangan di tolak terus ya? kalo kamu tolak terus terpaksa aku harus pake jalur paksa"
"maksudnya?"
"let see my girl" Ujar nya sambil tersenyum miring
to be continued
hai guys π maaf kalo masih banyak typo bertebaran dimana-mana π jangan lupa like komen dan vote nya yaa ππ terimakasih