The Owner Of My Last Love

The Owner Of My Last Love
Bab 20: Calon mantu



Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


follow akun author ya guys 😍


Ig:@secret_writer85


tiktok:@secretwriter22


bukan zidan kalau tak memiliki otak licik, selain meminta ku untuk menuruti perayaan jadian nanti malam dia memberikan syarat yang lain juga


pertama,


aku harus memanggil nya dengan sebutan Abang, idihh geli banget setiap mengucapkan itu.


kedua,


dia ingin memanggil ku adek atau sayang dah aku tidak boleh memprotes nya, huh! sangat menyebalkan


ketiga,


dia tidak mengizinkan pria lain membawa ku pergi tanpa seizin nya, what! baru pacar loh! hampir saja ku tolak, dan hal itu membuat nya ingin kembali memakan ku, mau tidak mau aku harus mengiyakan nya


keempat,


tidak boleh melarang nya untuk datang ke rumah setia saat yang dia minta, hal ini juga sangat berat dan ingin ku tolak.. tapi aku benar-benar takut bila dia menerkam ku lagi


kelima,


aku harus menemani dia pergi jika dia meminta nya, hah membosankan sekali apalagi aku tidak menyukai dunia nya.


"aadeek.." ujar nya sambil tersenyum dari balik spion motor nya


"apa" jawab ku dengan singkat


"Abang nya mana? ketinggalan masa" aku pun memutar bola mata ku dengan malas


"apa, Abang....." ujar ku dengan nada malas


"apa ga denger"


"ihh gimana sih ga jelas" ujar ku dengan kesal


"aku belum denger, kamu tadi jawab apaan?"


"apa, abang!" ujar ku berteriak, hal itu sontak membuat orang yang berkendara di dekat kita menoleh keheranan


"jangan lihat-lihat... dia milik ku!" teriak zidan kepada salah seorang pengendara motor pria yang berada di samping kita


"Zidan apaan sih.. malu tau" Ujar ku sambil memukul punggung zidan, dia pun melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi.


"Lea... kamu tau? hari ini aku bahagia sekali" Ujar zidan tersenyum senang


"masa?" ujar ku dengan nada mengejek


"Lea.. kamu miliki ku kan?"


"ihh kamu nih kenapa sih? sehat kan?" ku sambil memegangi dahi nya yang sedikit tertutup helm


"hahah sehat lah.. sangat sehat" ujar nya ssnhl terkekeh


hari itu zidan mengumpulkan seluruh anggota the young guns di basecamp


"ada apa sih? kok kaya abis kerampokan" ujar ujar samson yang kini duduk di samping nya


"iyaa, gue abis di rampok"


"di rampok Alea?" tebak roy tepat sekali


"yaah ga asyik lu, masa udah tau duluan"


"kita semua bisa lihat gelagat Lo dari jauh-jauh hari ini Zidan, Lo tuh lagi bucin akut!" ujar roy yang sontak membuat mereka semua tertawa


"akhirnya lu bener-bener bisa jatuh cinta bro!" sahut Riana


"iya rii gue juga masih ga nyangka"


"cieee, kita udah resmi punya queen dong?" tanya bella yang sontak membuat Zidan mengangguk kan kepala nya


"nanti malam kita Lantik dia" ujar Zidan sambil tersenyum


"selamat ya bro" ujar zico yang kemudian dia ikuti oleh member lain nya.


malam itu bella menjemput ku, dia juga menyuruh ku memakai jaket berlambang bintang dan senjata dengan tulisan the young guns.


"cakep! malem ini zidan pasti bakal tergila-gila banget lihat kamu kaya gini Lea" ujar bella setelah usai mendandani ku


"ini ga terlalu menor ya?" ujar ku sambil berkaca


"engga Lea, kamu ngerasa kaya gitu karna kamu ga pernah pake makeup"


"ya udah ayo kita berangkat" ujar bella sambil menggandeng tangan ku


Bella menjemput ku menggunakan mobil sport milik zidan, Bella juga menceritakan bahwa zidan pernah ingin menjemput ku menggunakan mobil sport.


ku pikir itu hanya sebuah candaan padahal itu bukan permintaan yang aku mau, namun dia benar-benar menuruti apa yang aku katakan.


sesampainya di basecamp aku sempat malu saaat riana membuka kan pintu mobil itu, aku malu keluar dengan makeup sederhana ini


"udah, ga papa...ayoo" ujar bella sambil menarik tangan ku


Zidan berdiri di depan pintu utama menyambut kedatangan ku, aku berjalan menghampiri nya dengan menundukkan kepala ku karena malu.


"hei look at me my girl" ujar Zidan sambil mendongak kan kepala ku


cup


Zidan mencium bibir ku dengan singkat, saat aku ingin memukul nya tiba kami di hujani dengan party popper.


tangan nya mengambil serpihan yang menempel di rambut ku, kemudian dia menggandeng tangan ku.


"welcome to the young guns my queen" ujar Zidan sambil membungkuk kan badan nya


"apaan sihh" ujar ku tersipu malu, dia menggandeng tangan ku dan membawa ku duduk di kursi kebesaran nya.


tibalah bella , dia membawa kan mahkota dan kemudian Zidan memakai kan nya di kepala ku, aku hanya diam menikmati apa yang mereka lakukan.


"congratulation queen.." ujar bella sambil memeluk tubuh ku


"udah, jangan lama-lama" ujar Zidan menarik tangan ku dan memeluk tubuh ku dari samping


"the real king of bucin sih ini" ujar roy sambil tertawa


setelah acara aneh itu zidan membawa ku ke lantai atas, disana dia menyiapkan dinner romantis ala outdoor.



"kamu suka?" tanya zidan yang sontak membuat ku mengangguk kan kepala ku, dia menggenggam tangan ku dan kemudian mencium punggung tangan ku


"i love you alea.."


"thank you" ujar ku sambil tersenyum


mungkin aku memang tidak mencintai nya, tapi perlakuan manis nya membuat ku sangat tersanjung.


setelah selesai menikmati dinner dia mengantar ku pulang.


"Zidan... kamu ganteng banget malam ini" ujar bibi yang kini berdiri menyambut kedatangan kami


"terimakasih bi"


"masuk dulu yuk" ujar bibi sambil tersenyum


"boleh?" tanya nya sambil menatap kedua mata ku


"terserah"


"masa sama pacar jutek banget sih Lea.."


"silahkan masuk Abang..." ujar ku sambil tersenyum terpaksa


"cie loh Abang..." ujar bibi sambil mengejek


"kamu ga mau pulang?" tanya ku yang kini duduk di samping nya


"baru aja kamu suruh masuk, masa udah mau di usir sih" ujar Zidan yang tiba-tiba merebahkan kepala nya di pangkuan ku


"apaan sihh" ujar ku sambil mencoba mengangkat kepala nya


"ihh berat banget sih kepala mu"


"pindahin kalo bisa, kalo engga.. ya aku mau tidur di sini aja"


"ih nyebelin banget sih kamu!" ujar ku sambil menjambak rambut nya, dia hanya tersenyum saat aku semakin mengeratkan jambakan ku.


dia benar-benar memejam kan kedua mata nya, aku pun pasrah dan memilih diam.


ddrrttt drrtttt drrrtttt


handphone nya berbunyi, tertera nama mama dari layar ponsel nya


"Zidan.. mama kamu nelpon, bangun.." ujar ku sambil menoel-boel pipi nya, dia mengangkat panggilan video call itu


"hallo ma" ujar Zidan yang masih dengan posisi yang sama


"kamu lagi dimana?" tanya mama zidan


"lagi di pangkuan nya menantu mama" mendengar itu aku pun sontak mencubit lengan nya


"mana mama mau lihat"


" nih" ujar Zidan sambil mengarahkan ponsel itu pada ku


"hai sayang.." Ujar mama zidan dengan ramah


"hai tante" Ujar ku sambil tersenyum miring


"tolong jagain anak mama ya? soalnya dia nakal dan susah di bilangin" aku hanya mengangguk kan kepala ku


"coba kasih handphone ini ke Zidan


"apa ma?" tanya Zidan kembali menghadap kan layar ponsel itu me muka nya


"besok bawa calon mantu mama ke rumah"


"siap maa" ujar Zidan dengan senyuman


tuttt tuttt


"kok calon mantu sih"


"itu tanda nya, mama suka sama kamu" ujar zidan sambil bangkit dari tidur dan


cup


. lagi-lagi dia mencuri bibir ku


"dasar pencuri" ujar dengan kesal


"i love you alea" ujar Zidan sambil tersenyum


to be continued


jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍🤩 terimakasih 🙏