The Owner Of My Last Love

The Owner Of My Last Love
Bab 15:Menghapus jejak



Happy reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


follow Ig author: secret_writer85


follow tiktok author:secretwriter22


harusss dan waajibbbbhhh hhhhahaahha😂


"Love you my sweetie girl"


"wlee" aku menjulurkan lidah ku dan kemudian meninggalkan nya pergi.


"mine!" ujar zidan dengan keras


sementara di sisi lain pria tampan memakai jaket hitam bergambar naga putih di punggung nya tengah mengamati ku dari kejauhan tanpa sepengetahuan kita, dia melirik tajam ke arah ku. tak lama setelah kepergian zidan dia memasuki area halaman rumah bibi, namun motor nya di bawa jalan.


"permisi..." teriak pria itu dari balik pintu


aku mengintip nya dari jendela


"siapa ya? apa temen nya zidan? soal nya penampilan nya mirip gitu.. aku buka ga ya?" aku berfikir sejenak dan kemudian memutuskan untuk membuka pintu itu


ceklek...


pria tampan itu tersenyum kepada ku, aku hanya membalas dengan senyuman tipis


"ada yang bisa saya bantu?" tanya ku


"yaa, kamu queen of the young guns kan?" tanya nya sambil menarik sebelah alis nya dengan ragu aku menggeleng kan kepala ku, namun entah dapat dorongan dari mana kemudian aku mengangguk kan kepala ku, pria itu tersenyum lagi.


"aku rekan nya zidan, bisa kah aku meminta bantuan mu?" tanya nya dengan wajah khawatir


"kalo bisa pasti aku bantu"


"tadi.. sewaktu zidan arah pulang dari sini, dia di pukuli sama musuh-musuh nya sampai dia babak belur"


"astaga.. terus kami ga nolongin?"


"aku ga sempet nolongin, soalnya zidan ga mau aku samperin.. sekarang dia ada di markas dan sedang merencanakan balas dendam.. ku rasa hanya kamu yang bisa melarang nya, karna sebenarnya kita lelah terus-menerus menuruti perintah nya untuk berantem dan berantem"


"emm maaf sebelumnya, tapi kamu sekolah dimana ya? aku kok gak pernah lihat" tanya ku penasaran


"aku sekolah di aa"


"ohhh"


"kamu mau bantu kami kan?"


"iyaa" ujar ku sambil mengangguk kan kepala ku, dia pun membawa ku pergi dari rumah bibi tanpa sepengetahuan siapapun.


"kita mau kemana?" tanya ku yang saat ini sudah berada di boncengan pria itu


"markas baru" ku hanya mengangguk kan kepala tanpa berfikir buruk sedikit pun


"boleh aku tau nama mu?" tanya ku lagi


"nama ku arnando, panggil saja nando" aku hanya mengangguk kan kepala ku.


sesampainya nya di tempat yang cukup besar dengan benner besar yang berada di atas fentilasi bertulis kan vagos


"vagos?" tanya ku dalam hati


"ayo masuk" ujar nya sambil menggandeng tangan ku


"maaf, aku bisa jalan sendiri" ujar ku sambil melepaskan genggaman tangan nya, aku terkejut karna tiba-tiba saja dia menggendong ku seperti karung beras.


"ehh, kamu ngapain! lepasin aku bisa jalan sendiri!!" teriak ku sambil memukuli punggung nya, Nando tak bergeming dan memilih untuk diam.


Nando membawa ku masuk ke dalam dan mendudukkan ku di kursi, aku masih mencoba meronta


"kamu apa-apaan sih!? kamu bukan teman nya zidan ya?" tanya ku sambil meronta karna dia berusaha mengikat badan ku.


"lepas!" teriak ku dengan sangat kencang, nando hanya menyunggingkan kan senyuman licik nya


prok prok prok prok...


"bagus nando.." ujar pria bule yang baru saja datang, aku semakin di buat yakin bahwa mereka bukan lah teman-teman zidan


"siapa kamu?!" teriak ku


"aku? aku adalah ketua gengster dari vagos hahhah, musuh bebuyutan dari the young guns! jadi bersiap lah untuk menjadi tawanan kami hahahha" ujar pria itu kemudian kedua nya tertawa secara bersamaan.


"pliss jangan bunuh aku.. aku masih mau sekolah, aku masih mau melakukan hal-hal yang aku mau,aku juga ingin.."


"ssstttt" pria bule itu menempel kan jari telunjuk nya di bibir ku, aku pun mengalihkan pandangan ku dengan kasar


"wihhhh pantas saja zidan mencintai mu ahahah" Ujar nya lagi sambil tertawa


"aku tidak akan membunuh mu.. aku juga tidak akan melukai mu.. aku hanya akan menjadi kan mu umpan terbaik untuk menarik perhatian pria mu itu!" ujar pria itu sambil tersenyum licik


"asal kamu tau ya! aku bukan siapa-siapa nya zidan.. dan ga ada guna nya kamu nyulik aku kaya gini"


"oh ya? tapi malam aku melihat dengan mata kepala ku sendiri, dia begitu khawatir dan berusaha melindungi mu"


"jadi itu kamu!?"


"yaa" ujar nya sambil tersenyum miring


"apakah aku lebih tampan dari zidan? apakah kamu mau jadi pacar ku saja?" tanya dengan muka serius


"aa apa!? jangan mengada-ada! aku aja ga tertarik sama zidan..hahah apalagi kamu, heh.. jangan mimpi!" ujar ku sambil tersenyum licik


"wow kamu memang menarik ya" ujar nya sambil tersenyum licik


"kau dengar itu? selamat karna penyelamatan mu datang hahahh"


duarrrrrr


utama dari markas itu di tendang oleh Roy, kemudian zidan masuk ke dalam dan langsung menatap kedua mata ku, dalam tatapan ku berharap semoga dia bisa melepaskan ku dari sini.


"seraaaangggg!!!!" teriak roy


"stop!" teriak pria itu yang kini duduk di belakang ku dan melingkarkan tangan nya di perut ku


"lepas!" Zidan menatap pria itu dengan tatapan mematikan, namun dia belum bisa bergerak karna mungkin dia takut kalo aku akan di lukai


"tenang sayang" Ujar pria itu yang kemudian berjongkok di depan ku


"wow! jangan kau sentuh wanita ku !" teriak zidan dengan nafas yang tak lagi beraturan, pria itu melirik ke arah zidan sekilas dan kemudian kembali menatap ku.


cuppp..


pria itu mencium bibir ku dan dengan reflek aku meludahi baju nya


"anjing!!! " ujar Zidan yang kemudian menendang kepala pria itu dari samping, dengan cepat roy menghampiri ku dan melepaskan tali pengikat badan ku, kemudian beberapa kawanan dari vagos menyerang Roy namun dengan cepat roy menangkis nya, roy menarik tangan ku dan membawa ku pergi dari situ.


"Lea! ayo ikut aku" teriak bella, dia membawa ku menaiki motor nya dan mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi.


dengan reflek aku memeluk tubuh bella dengan erat aku meneteskan air mata ku di punggung nya


"tenang yaa.. sekarang kamu udah aman kok" ujar bella dengan lembut


"aku takut bel, pria brengsek itu juga sudah menodai bibir ku.." ujar ku sambil tersedu


"tenang lah.."


Bella mengajak ku ke markas the young guns, dia mendudukan ku di sofa dan membawa kan ku air putih.


"minum lah" aku meminum air itu dengan perlahan


"harus nya aku jangan mudah percaya" ujar ku sambil menangis


"tenang.. zidan tidak kan membiarkan semua ini terjadi lagi, kamu jangan khawatir yaa" ujar bella sambil tersenyum


sedangkan kondisi markas vagos sudah berantakan, the young guns berhasil membuat semua personil vagos terkulai lemas dan berlumur darah.


"berani lagi Lo sentuh wanita gue! gue bunuh Lo!" ujar Zidan yang kemudian kembali memberikan tinjauan tepat di mulut brandon.


"ayo cabut!" teriak zidan


duarrrr


Zidan membuka pintu markas itu dengan kasar dan langsung berlari mendekati ku, dengan cepat dia memeluk tubuh ku dengan sangat erat, aku menangis di pelukan nya.


"aku takutt.." ujar ku yang sudah penuh dengan air mata di wajah ku


"aku tidak akan membuat mu seperti ini lagi, maaf kan aku" ujar zidan dengan nada melemah, semua teman-teman nya melihat ke khawatiran zidan.


"gue yakin.. kali ini zidan bener-bener bucin" ujar samson yang berbisik di telinga roy


"iya, gue juga" jawab roy sambil tersenyum miring


lama memeluk ku, zidan melepaskan pelukan itu. dia menatap lekat kedua mata ku


cup....


dengan cepat dia mencium bibir ku, saat aku ingin melepas nya justru dia menekan tengkuk ku dan memperdalam ciuman nya, diam ******* bibir ku dengan sensitif.


"mmpphhhhh" aku memukuli dada bidang nya dan kemudian dia melepas kan pangutan nya, tanpa aba-aba lagi dia menggendong ku seperti karung beras dan membawa ku kamar mandi.


"wow gila zidan! mau bikin gue yang jomblo ini ngiri apa!" ujar samason dengan kesal


"saayaang..." ujar roy melirik ke arah bella


"apa sih yang.. malu tau" ujar bella tersipu malu


"Zidan Lepasin" Zidan menduduk ku di bathtub tanpa air itu, dia mencuci tangan ku kemudian dia masuk ke dalam bathtub dan memeluk ku dari belakang.


"hei! kamu mau ngapain!" teriak ku, dia semakin mengeratkan pelukan nya


"Zidan lepas" dia menciumi punggung ku


"aahhh zidan! aku geliii!" teriak ku sambil meronta-ronta


"Woi, kalo mau mesum Jangan keras-keras dong... kita punya kuping nih!" teriak Samson dari luar


"Zidan kamu ngapain sih! lepaasss, aku gelii aaww" Zidan pun menghentikan aksi nya dan kembali memeluk tubuh ku, dia menyandar kan dagu nya di bahu ku.


"rasa nya aku pengen nonjok kamu" ujar ku dengan kesal


"tonjok aja kalo bisa" ujar nya sambil tersenyum licik


"ihhhh, awas yaa" ujar ku dengan kesal


"aku cuma mau hapus jejak anjing itu dari tubuh mu sayang.." ujar zidan dengan nada dingin


"siapa yang di sentuh anjing?" tanya ku sambil menoleh ke arah nya


cup...


"dasar mesum!" teriak ku sambil membuang pandangan ku


to be continued


jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa guyss 😍 terimakasih 🤩