The Next Of Love

The Next Of Love
38. Selamat Tinggal, Aku akan Melupakanmu.




Han Ni dan Ji Lu pulang dia meninggalkan kalung pemberian Gyul, ternyata Gyul selama ini mendengar pembicaraan mereka dia bersembunyi di belakang lemari menghindari mereka. Suasana Hati Gyul sangat sedih karena mendengar obrolan Han dan Ji Lu. Gyul menghampiri meja tempat Han Ni membaca buku, dia mengambil kalung itu dan langsung pulang ke rumah.


 


Han Ni yang baru saja tiba di rumah kembali ke toko buku mencari kalung pemberian Gyul, namun saat dia tiba kalung itu telah hilang. Dia mencari ke berbagai tempat tetapi tak juga menemukan kalung itu. Han ni tak tau jika kalung itu telah diambil oleh Gyul, Han Ni pulang dengan perasaan bersalah berharap kalung itu bisa di temui kembali.


 


Saat Gyul tiba di rumah pintu rumahnya terbuka ketika dia masuk dia terkejut melihat neneknya pingsan terkapar di lantai, dia memanggil pertolongan dari para tetangga. Akhirnya nenek Hae Rim dibawa ke rumah sakit terdekat oleh bantuan para tetangga tiba di rumah sakit nenek Hae Rim langsung masuk ke ruang UGD. Gyul langsung mengurus registrasi untuk neneknya, dokter memberi penjelasan tentang keadaan neneknya.


 


Nenek Hae Rim menderita kanker lambung yang sudah sangat parah dan harus segera di operasi namun Gyul harus membayar uang muka sebelum dokter melakukan operasi. Gyul pulang ke rumah memeriksa uang tabungannya namun saja tetap tak cukup untuk biaya operasi. Gyul tak bisa lagi berbuat apa apa karena dia tak memiliki uang yang banyak untuk membayar biaya operasi neneknya.


 


Gyul kembali ke rumah sakit mengunjungi neneknya, selagi menunggu dia terus memegang tangan neneknya akhirnya nenek Hae Rim sadar dan mulai berbicara pada Gyul. "apa kau sudah makan" tanya Hae Rim. "nenek, aku harus bagaimana" ucap Gyul sambil menangis. "tidak apa apa, nenek baik baik saja, tak usah khawatir." ucap Hae Rim. Gyul terus terusan menangis sambil mencium tangan neneknya.


 


Tiba tiba kesehatan nenek Hae Rim semakin parah, dia makin kesakitan Gyul memanggil dokter, nenek Hae Rim segera dibawa ke ruang operasi. Disaat yang bersamaan datang pasien darurat yang membutuhkan operasi segera mungkin dan membutuhkan donor ginjal. Pasien tersebut telah lama menderita penyakit ginjal namun karena belum mendapatkan pendonor yang tepat. Nenek Hae Rim yang berada di ruang operasi mendengar keluarga pasien sedang berbicara pada dokter bahwa ada yang membutuhkan donor ginjal.


 


nenek Hae Rim memberitahu dokter bahwa dia ingin bertemu dengan keluarga pasien tersebut, dokter memanggil keluarga pasien itu untuk bertemu dengannya. Hae Rim mengajak berbicara pada istri pasien tersebut, dia adalah Ye Rim, "apa kau ingin membantu aku" tanya Hae Rim. "apa yang bisa ku bantu" ucap Ye Rim. "aku akan mendonorkan ginjalku untuk suamimu, tapi kau harus membantu aku merawat cucuku" ucap Hae Rim.


 


"apa anda yakin dengan keputusan anda" tanya Ye Rim, "ya aku yakin, hanya saja aku takut meninggalkan cucuku seorang diri, dia tak memiliki keluarga selain aku" ucap Hae Rim. "baiklah, aku akan mengurusnya, aku akan membiayai sekolahnya hingga dia besar" ucap Ye Rim, "terima kasih banyak." kata Hae Rim sambil memegang tangan Ye Rim. Dokter memeriksa kondisi nenek Hae Rim dan juga melihat jika ginjal dan darahnya sama dengan suami Ye Rim dan ternyata semua sama.


 


 


Di hari selanjutnya Ye Rim mempersiapkan pemakaman nenek Hae Rim dia juga membantu Gyul mempersiapkan perlengkapannya untuk pindah ke rumahnya. "terimakasih atas semuanya bibi" ucap Gyul. "bibi yang harus berterima kasih padamu dan juga nenek Hae Rim, jika tanpa kalian suamiku akan meninggal" ucap Ye Rim sambil memeluk Gyul. "apa semuanya sudah beres, kita akan pulang ke rumah bibi." ucap Ye Rim. "iya, tapi aku harus ke suatu tempat tempat ada yang harus aku urus" ucap Gyul. "baik bibi akan menunggu kamu disini" ucap Ye Rim. "terima kasih" ucap Gyul.


 


 


Gyul mengambil beberapa barang dan memasukkan nya ke dalam kotak dia pergi naik sepeda ke taman dekan rumahnya dan berhenti di pohon tempat favoritnya. Dia menggali tanah tempat menyimpan barang barangnya dia membuka kotak yang dia bawa dan mengambil kalung ibunya yang dia berikan kepada Han Ni lalu menyimpannya kedalam kotak penyimpanan. Setelah itu dia mengucapkan "selamat tinggal, aku akan pergi terima kasih untuk hadir di hidupku" lalu pergi.


 


Gyul kembali ke rumahnya menemui Ye Rim dan berangkat bersama ke rumah Ye Rim yang berada di pusat kota seoul. Satu hari sebelum pesta kelulusan Han Ni, Gyul datang ke rumah Ji Ho meminta Ji Ho menyampaikan maaf kepada Han Ni bahwa dia tak akan hadir ke pestanya, diia memberi surat untuk diberikan kepada Han Ni. "kenapa kau tak akan datang" tanya ji Ho, "aku harus menemani nenekku ke jeju" ucap Gyul membohongi Ji Ho. "kau akan pergi kapan kau akan datang kembali" tanya Ji Ho. "aku disana hanya sehari saja" ucap Gyul. Ji Ho memeluk Gyul,"terima kasih untuk semuanya, semoga kita bisa bertemu lagi" ucap Ji Ho. "ya" sahut Gyul.


 


Sebenarnya Gyul ingin berpamitan bahwa dia akan kuliah di luar negeri tetapi dia tak ingin membuat teman temannya merasa sedih. Ye Rim berencana mengirim Gyul untuk kuliah di luar negeri seperti putranya, Lee Min Suk dan Ye rim memiliki dua orang anak. Anak pertamanya yang sedang kuliah di Amerika adalah Lee Jun Mo dan putrinya bernama Lee Yeon Ah merupakan siswi kelas 1 di SMA.


 


Keesokan Harinya tepatnya di malam hari pesta kelulusan Han Ni telah dimulai, satu per satu teman Han Ni telah tiba, Seng Ju dan Ji Lu sudah lama tiba Han Ni masih menunggu kedatangan Gyul dan Ji Ho. "Han Ni kau menunggu siapa lagi, ayo masuk acaranya telah mulai" ucap ibunya. "sebentar bu, aku masih menunggu temanku yang lain" ucap Han Ni. Bebrapa waktu kemudian karena Gyul belum tiba akhirnya Han Ni masuk, acara penyambutan dan juga makan makan sudah dimulai. Ji Ho datang terlambat karena harus menyelesaikan beberapa urusannya dia menemui Han Ni dan teman temannya yang sedang asik mengobrol. "hai apa aku terlambat" tanya Ji Ho, "ya kemana saja kau, dan dimana Gyul" sahut Ji Lu.


 


"aku ada urusan, Gyul tak akan datang dia berangkat ke pulau Jeju" ucap Ji Ho. "jeju apa yang dia lakukan disana" tanya Han Ni. "aku tak tau, dia hanya menitipkan ini untukmu" ucap Ji Ho. Han Ni mengambil surat itu, dan mulai membacanya, "maafkan aku tak bisa hadir di pesta kelulusanmu,sampai ketemu nanti" isi dari surat Gyul. "apa isi pesannya" tanya Ji Lu. "hanya permohonan maaf" ucap Han Ni memberikan surat itu pada Han Ni.


 


Acara berlangsung hingga tengah malam dengan meriah meskipun tanpa kehadiran Gyul, dalam Hati Han Ni merasa kecewa karena dia mengharapkan Gyul untuk hadir di acaranya.