The Next Of Love

The Next Of Love
31. Hong Gyul, Siswa Berprestasi




Setelah pembagian surat undangan untuk orang tua, pak Moon keluar kelas dan juga semua siswa. Gyul pergi sendiri tanpa ditemani Ji Ho, dia pergi ke taman sekolah membawa buku dan juga beberapa peralatan medis dari UKS untuk mengobati lukanya.


Han Ni kebetulan lewat dia melihat Gyul dari kejauhan yang sedang duduk di bangku taman. Rupanya Gyul sedang berusaha membalut luka di siku tangan kirinya yang terluka, Han Ni ingin membantu tapi dia merasa segan terhadapnya.


 


 


Han Ni hanya terus memperhatikan Gyul membalut lukanya hingga selesai, saat Gyul telah selesai membalut lukanya, dia mengambil buku yang dia bawa kemudian membacanya sambil berbaring di bangku. Han Ni bergegas pergi ke suatu tempat tujuannya, dia pergi ke belakang lapangan sambil membawa surat undangan yang diberikan pak Moon.


 


 


"apa yang akan aku lakukan dengan surat ini" ucap Han Ni sambil membuka dan menutup undangan tersebut. Han Ni memikirkan jika orang tuanya datang ke sekolah dan mengetahui jika dia mendapatkan nilai yang jelek. Orang tuanya pasti akan malu kepada orang tua siswa yang lain, apalagi dia adalah anak dari pemilik sekolah tersebut.


 


 


 


 


Waktu telah berlalu, Gyul dan Han Ni akhirnya pulang dari sekolah, Han Ni dijemput oleh supir pribadinya sedangkan Gyul naik bus dan menyimpan sepedanya di sekolah karena tak bisa mengendarai sepedanya. Mereka pulang ke rumah masing masing membawa surat tersebut untuk diberikan orang tua mereka. Han Ni memberikan surat itu ke ibunya karena takut pada ayahnya.


 


"ibu, ibu, ibu dimana" teriak Han NI masuk ke rumah. "ada apa" jawab ibunya yang keluar dari kamarnya. "ayah dimana" tanya Han Ni. "ayahmu belum datang, ada apa" tanya ibunya. Mereka duduk di kursi ruang tamu, Han Ni memberikan surat undangan pada ibunya. "ada surat dari sekolah apa ibu bisa hadir" tanya Han Ni. "berikan saja nanti pada ayahmu" ucap ibunya. "aku takut bu, aku mohon ibu saja yang menghadiri acaranya besok." ucap Han Ni. "baiklah" jawab ibunya.


 


Gyul tiba di rumah dan saat itu nenek Hae Rim sedang membuat bahan untuk jualan besok pagi di pasar. "nek aku pulang" ucap Gyul masuk ke dalam. "nek, nenek dimana" ucap Gyul mencari neneknya. "iya nenek di dapur" sahut Hae Rim. Gyul mendatangi neneknya, "nek ada surat undangan dari sekolah" ucap Gyul memberikan surat itu pada neneknya. "undangan untuk apa" tanya Hae Rim. Namun saat Gyul hendak menjawab dia melihat tangan Gyul yang di perban.


 


"ada apa dengan tanganmu" tanya Hae Rim. "aku terjatuh dari sepeda di jalan" jawab Gyul. "kenapa bisa, kau baik bai saja kan" tanya HAe Rim lagi. " tak apa nek aku baik baik saja" jawab Gyul. "syukurlah, segera ganti pakaianmu, nenek akan menyiapkan makanan untukmu" ucap Hae Rim. Gyul masuk ke kamarnya, berganti pakaian, nenek Hae Rim membasuh tangannya dan mengambil surat yang diberikan Gyul dan membacanya.


 


Gyul telah selesai mengganti pakaian, dia kembali ke dapur untuk makan makanan yang telah disediakan neneknya. Hae Rim juga ikut makan bersama Gyul dan membahas tentang undangan yang diberikannya tadi.


 


 


 


Mereka pun menghampiri Ji Ho, “apa dia nenekmu” tanya Ji Ho. “ya” jawab Gyul. “kamu J Ho kan, Gyul banyak bercerita tentang kamu” ucap Hae Rim. “terima kasih nek, silahkan duduk, oh iya dia ibuku” Ji Ho menunjuk ibunya yang berada di sampingnya. Hae Rim berkenalan dengan ibunya Ji Ho, mereka berdua duduk bersama di satu barisan kursi untuk para orang trua siswa. Ji Ho dan Gyul juga dudu di barisan yang sama untuk para siswa. Setelah semua siswa dan orang tuanya telah berkumpul acara kini dimulai.


 


Kepala sekolah, guru-guru serta komite sekolah hadir dalam acara tersebut, termasuk Gu Jin Pyo pemilik Shinwa Group yaitu perusahaan besar yang menaungi Shinwa School, dia juga merupakan ayah dari Gu Han Ni. Mereka semua dudu di bangku depan yang telah disediakan oleh penyelenggara acara sekolah.


 


Acara dimulai dengan sambutan dari kepala sekolah serta sambutan dari pemilik sekolah, setelah itu berlanjut ke pembagian rapor kepada siswa dari wali kelas masing masing. Dan yang terakhir adalah pengumuman peraih nilai tertinggi dengan hasil terbaik dari semua siswa kelas 1-3. Satu per satu siswa dipanggil mulai dari urutan ke 10 terbaik hingga pertama.


 


"baik, yang sudah di panggil namanya silahkan naik ke atas panggung" ucap pembawa acara .Nama nama yang telah dipanggil naik ke atas panggung selanjutnya pembawa acara menyebut nama yang lain. Seng Ju mendapatkan peringkat ketiga, sedangkan Hong Gyul mendapatkan peringkat pertama. "selanjutnya peringkat ketiga di berikan kepada Oh Seng Ju, Oh Seng Ju silahkan naik." ucap pembawa acara. Seng Ju terkejut karena mendapatkan peringkat ketiga sedangkan tahun lalu dia peringkat pertama.


 


Dengan wajah yang kelihatan kecewa Seng Ju naik ke panggung. "selanjutnya peringkat kedua diberikan kepada, Jang Dong Yoon, silahkan naik." ucap pembawa acara. Dong Yoon naik ke panggung. "dan yang terakhir merupakan peringkat pertama diberikan kepada, selamat untuk Hong Gyul, Hong Gyul silahkan naik"kata pembawa acara.


 


Gyul terkejut, nenek Hae Rim menangis terharu sedangkan Ji Ho bersorak dengan nyaring, "Gyul, Gyul, Gyul" sorak. Gyul naik ke panggung, kepala sekolah dan guru guru memberikan hadiah kepada siswa yang meraih nilai tertinggi. Siswa siswa yang menerima hadiah tersebut menyambut dengan senang hati. Acara penerimaan hadiah telah selesai, Semua orang menikmati hidangan yang telah diberikan.


 


 


 


 


Setelah acara selesai Ibu Ji Ho sangat berterima kasih kepada Gyul karena berkat dirinya Ji Ho mendapatkan nilai yang baik dari tahun lalu. Dia mengajak Gyul dan neneknya ke rumahnya, untuk lebih mengenalkan diri lagi serta makan bersama sebagai ucapan terima kasih.


 


Sedangkan Han Ni juga langsung pulang bersama ayah dan ibunya, Han Ni menerima nasehat yang keras dari ayahnya karena mendapatkan nilai yang buruk. Seng Ju merasa bersedih kepada orang tuanya dengan hasil yang dia peroleh, selama pulang ke rumahnya, dia hanya diam dan termenung.