The Next Of Love

The Next Of Love
23. Dua Belas Tahun Kemudian




Di pinggiran kota Seoul, rumah nenek Hong Hae Rim. Hong Gyul sedang tertidur pulas di tempat tidurnya, dia belajar semalaman hingga pagi hari. Nenek Hae Rim sedang menyiapkan Es Krim yang akan dijual. “ jam berapa sekarang, (dia melihat ke jam dinding) kenapa anak itu belum bangun?.” Ucap Hae Rim dalam hati. “ Gyul, Gyul. Ayo bangun sekarang sudah sore” teriak nenek Hae Rim membangunkan Gyul.


 


Gyul masih tertidur, ia tak mendengar suara neneknya memanggilnya. Karena tak kunjung bangun nenek Hae Rim masuk ke kamar Gyul. Dia membuka selimut yang dipakai Gyul. “ayo bangun” ucapnya. “aku masih mengantuk sekarang kan masih hari libur-ku” jawab Gyul. “siapa yang menyuruh kamu untuk belajar sampai pagi? Ayo bangun” ucap Hae Rim. “bukankah ini masih jam 3 sore? Aku akan menjual es krim-nya jam 4 seperti biasa.” Jawab Gyul. “nenek tidak menyuruh kamu berjualan. Hari ini nenek yang akan berjualan.” Ucap Hae Rim.


 


Gyul yang mendengar perkataan nenek-nya langsung bangun membuka selimutnya.“kenapa nenek yang harus berjualan” Tanya Gyul. “kau harus pergi ke pasar membeli pakaian baru, besok adalah hari pertama kamu di sekolah baru.” Ucap Hae Rim. “aku tak ingin pindah sekolah” jawab Gyul.


“apa kau ingin nenek pukul.? Seharusnya kau bersyukur mendapatkan beasiswa di sekolah favorit.” Kata Hae Rim. “aku lebih suka di sekolah lama, semua siswa sama dengan aku. Kalau di sekolah baru pasti semuanya kaya.” Ucap Gyul. “jangan banyak alasan, cepat ganti bajumu.” Ucap Hae Rim.


 


“tidak. Hari ini nenek tak boleh berjualan. Aku tak ingin nenek mengambil pekerjaanku” ucap Gyul. “ini pekerjaan nenek juga “ sahut Hae Rim. “aku yang akan berjualan. Masalah seragam sekolah, aku akan membelinya besok ketika masuk sekolah.” Tegas Gyul.


 


Gyul bangun dari tempat tidurnya ia mencuci muka dan mengganti pakaiannya. dia juga makan makanan yang telah disiapkan nenek-nya, setelah itu dia berangkat berjualan es krim. Gyul sangat tidak ingin jika nenek-nya berjualan karena menurutnya berjualan sangat melelahkan dan itu akan membuat nenek-nya semakin lelah karena nenek-nya juga bekerja di pasar saat pagi hari.


 


Sementara itu di Rumah Keluarga Kim, Mereka akan mengadakan pesta makan malam penyambutan untuk Yi Tan yang baru saja pulang dari wajib militer. Saat Yi Tan tiba di rumah, ia disambut oleh kakek-nya. Sebelum makan malam dimulai mereka mengobrol di ruang keluarga.


 


“kau semakin besar saja“ ucap Yeong Wong. “aku banyak latihan beban saat di militer kek” Jawab Yi Tan. “apa ayahku belum pulang kerja.?” Tanya Yi Tan. “dia masih sibuk, tapi dia pasti akan pulang saat makan malam nanti.” Jawab Yeong Wong. “baiklah aku akan mengganti pakaian dan menunggu mereka di kamar-ku.” Ucap Yi Tan.


 


Yi Tan meninggalkan ruang keluarga menuju ke kamarnya. Ketika membuka tas untuk mengambil pakaiannya dia teringat baju adiknya yang ia selalu bawa kemana pun ia pergi. Dia mengeluarkan baju itu dan memasukkan di lemari-nya.


 


Sun Hee dan Yoon Soo telah pulang bersama dari tempat kerja, sedangkan Woo Ri bersama dengan Yu Ra. Mereka tiba bersamaan di rumah keluarga Kim. Yoon Soo langsung menuju ke kamarnya, sementara Sun Hee, Yu Ra dan Woo Ri masuk ke ruang keluarga.


 


“apa Yi Tan sudah datang” Woo Ri bertanya pada Yeong Wong yang sedang duduk menonton televisi. “ya, dia sedang beristirahat di kamarnya.” Jawab Yeong Wong. "baiklah aku akan menemui-nya." jawab Woo Ri.


 


Woo Ri naik ke lantai dua untuk menemui Yi Tan, dia mengetuk pintu kamar Yi Tan. Tok Tok Tok terdengar suara pintu. "siapa" tanya Yi Tan dari dalam kamarnya. "ini ibu, apa aku boleh masuk?" tanya Woo Ri. "ya, pintunya tak dikunci" jawab Yi tan.


 


 


"dia sudah pulang. dia sedang berganti pakaian apa kau tak ingin bertemu dengannya, nenekmu juga sudah menunggu kamu di bawah.." jawab Woo Ri. "baiklah. ibu turun duluan nanti aku menyusul setelah merapikan ini." ucap Yi Tan. "baik ibu akan menunggu kamu" jawab Woo Ri.


 


Woo Ri keluar dari kamar Yi Tan, ia menemui Yoon Soo di kamarnya. setelah itu ke ruang keluarga. "dimana Yi Tan" tanya Yeong Wong."dia akan segera turun" jawab Woo Ri.


 


Yi Tan pun turun setelah selesai merapikan pakaiannya, ia masuk ke ruang keluarga. "hai nek " Yi Tan menyapa Sun Hee dan Yu Ra. "kau semakin besar saja " ucap Sun Hee. "mungkin dia banyak makan saat di militer." sahut Yu Ra. "ya makanan mereka enak semua " jawab Yi Tan dengan senyuman kecil.


 


"oh ya. dimana Yoon Soo. apa dia tak ingin bertemu dengan putranya?" tanya Sun Hee pada Woo Ri. "dia sedang mengerjakan beberapa pekerjaannya" jawab Woo Ri. "dasar, selalu saja pekerjaan yang dia utamakan" ucap Sun Hee. "tak apa nek, ayah mungkin sangat sibuk" sahut Yi Tan.


 


Tak lama kemudian pembantu menghampiri mereka "pak, ibu makanan telah siap" ucapnya. "baiklah kami akan segera ke sana. tolong panggil Yoon Soo" ucap Sun Hee.


 


Mereka semua pergi ke ruang makan, pembantu ke kamar Yoon Soo memanggilnya. Yoon Soo tiba di ruang makan. Mereka mulai makan bersama, Yoon Soo menyapa Yi Tan. "bagaimana kabar-mu" tanya Yoon Soo "aku sangat semangat hari ini" jawab Yi Tan. "haha apa rencanamu ke depan" tanya Yoon Soo. "rencana. aku belum memikirkan-nya" jawab Yi Tan.


 


"ayah ingin kamu kuliah di luar negeri" ucap Yoon Soo. "terserah dari ayah. aku akan mengikuti perintah ayah" jawab Yi Tan. "apa tak sebaiknya dia kuliah di Korea saja" sahut Sun Hee. Yoon Soo dan Yi tan diam sejenak, yang lainnya hanya menatap mereka. "sudah bincang bincang-nya nanti saja. kita makan saja dulu." Yeong Wong mencoba untuk mengambil kendali.


 


Saat Yi Tan mengulurkan tangannya mengambil makanan yang jauh darinya, kalung yang ia pakai keluar dari dalam bajunya. Yoon Soo yang melihat hal tersebut bertanya pada Yi Tan. "kau masih memakai kalung itu" tanya Yoon Soo.


 


Yi Tan dan yang lainnya terdiam saat Yoon Soo bertanya. "oh kalung ini. ya aku selalu memakainya, hanya ini yang aku punya dari adikku" jawab Yi Tan. "apa tak sebaiknya kau membuangnya. kau masih merasa bersalah atas kejadian itu" tanya Yoon Soo. "biarkan saja dia memilikinya" sahut Woo Ri. "ayo kita lanjut makan. tak perlu membahas hal hal yang sudah  berlalu." sahut Sun Hee. Mereka pun menyelesaikan makan malamnya.