
Libur yang panjang telah berlalu, semua siswa SMA Shinwa memasuki tahun ajaran baru. Gyul berangkat ke sekolah kini dia tak lagi mengendarai sepeda, dia memilih naik bus karena dia telah menjadi siswa kelas 3 dan harus mengutamakan kesehatan.
Gyul tiba di sekolah saat memasuki gedung sekolah dia melihat sekumpulan siswa di depan papan pengumuman. Rupanya di sana telah terpasang pengumuman pembagian kelas yang terbaru. Gyul mencari namanya dan juga kelasnya, saat mencari ternyata Gyul berada di kelas 3.3, Gyul meninggalkan tempat papan pengumuman mendatangi kelasnya.
Di sana sudah ada Han Ni dan Ji Ho yang menjadi teman satu kelasnya, sedangkan Seng Ju berada di kelas 3.2 satu kelas dengan Ji Lu. Ji Ho menyapa Gyul yang baru saja masuk, "hai Gyul ternyata kita masih satu kelas" ucap Ji Ho. "dimana kau duduk" tanya Gyul. "kau boleh duduk dimana saja, nanti setelah guru datang dia akan membagi kursi untuk kita" jawab Ji Ho.
Wali kelas baru mereka telah datang, "selamat pagi anak anak" sapa guru itu sambil berjalan ke depan menuju mejanya. "pagi ibu" sahut semua siswa. Ibu guru itu berdiri di depan para siswa untuk memperkenalkan diri, "baik anak anak, kali saya akan memperkenalkan diri, saya Nam Ju Ri wali kelas kalian" ucap ibu Ju Ri.
Wali kelas mereka telah memperkenalkan diri kini giliran para siswa memperkenalkan diri masing masing. Setelah itu diadakan pemilihan ketua kelas, Kang Tae Oh terpilih sebagai ketua kelas. Tae Oh kini mengatur susunan meja teman temannya, Gyul duduk di kursi belakang dekat tembong dan Han Ni duduk di sebelah kanannya.
Pengaturan penempatan kursi telah selesai mereka semua memulai pelajaran hingga jam istirahat tiba dan bel berbunyi. Karena sudah waktunya untuk istirahat Ji Lu berlari menuju ke kelas Han Ni. "Han Ni ayo kita ke kantin" teriak Ji Lu saat masuk kelas. Teman teman Han Ni melihat ke arah Ji Lu membuat Ji Lu merasa malu. "maaf maaf semuanya" ucapnya sambil menarik tangan Han Ni membawanya keluar. "oh sangat malu" ucapnya lagi.
Han Ni dan Ji Lu kini berada di kantin, mereka telah mengambil makanan dan mulai mengobrol. Gyul pergi sendiri di kantin karena Ji Ho punya urusan yang harus dia kerjakan. Setelah mengambil makanan Gyul duduk di belakang bagian kantin yang jarang orang datangi yang berbatas dinding kayu.
"bagaimana hari libur yang kau jalani" tanya Ji Lu pada Han Ni. "aku tak bisa menikmati liburan, aku di kirim ke rumah nenekku yang jauh dari kota. disana sangat membosankan aku hanya bisa ke pantai, gunung dan perkebunan." jawab Han Ni. "bukankah itu menyenangkan" tanya Ji Lu. "menyenangkan jika kau punya teman disana. sedangkan aku disana harus belajar karena aku mendapatkan nilai yang jelek dan ayahku menghukumku" ucap Han Ni sambil memainkan makanannya.
"jadi apa yang akan kau lakukan sekarang" tanya Ji Lu. "aku tak tahu, jika aku tak ada kemajuan di semester ini aku akan dikirim kesana lagi" jawab Han Ni. "bagaimana kalau kau belajar bersama Gyul, dia kan satu kelas dengan kamu" ucap Ji Lu. "apa kau gila aku tak akan berteman dengan orang aneh sepertinya" ucap Han Ni.
"tidak, tak akan pernah" ucap Han Ni. "apa kau yakin, aku akan mengurusnya jika kau malu" ucap Ji Lu. "jangan mengganggu hidupku, aku tak ingin menjadi aneh sepertinya." ucap Han Ni. "kau hanya perlu berpura pura berteman padanya hingga tamat sekolah" ucap Ji Lu. selesai makan mereka kembali ke kelas, sedangkan Gyul ke perpustakaan untuk belajar. Bel masuk kini berbunyi semua siswa kembali ke kelas untuk mulai belajar lagi.
Proses belajar telah selesai semua siswa keluar kelas untuk pulang masing masing ke rumah mereka. Gyul berjalan sendiri menuju keluar dari kawasan sekolah, di belakang Gyul, Ji Lu merangkul tangan Han Ni mengajak untuk mengikuti Gyul. Gyul menyadari kalau dia telah di ikuti dia berhenti berjalan mereka juga berhenti berjalan. "apa kalian mengikuti aku" tanya Gyul.
"hmmmm ketahuan" ucap Ji Lu. "siapa yang mengikutimu" ucap Han Ni. Ji Lu mencubit tangan Han Ni, "aw sakit apa yang kau lakukan" ucap Han Ni terkejut. "ayo katakan cepat padanya" ucap Ji Lu berbisik pada Han NI. "aku tak mau" ucap Han Ni. "jika kalian tak butuh sesuatu,aku akan pergi dan jangan ikuti aku" ucap Gyul meninggalkan mereka.
"tunggu Gyul." teriak Ji Lu. Gyul berhenti dan berbalik pada mereka, "ada apa lagi" tanya Gyul. "ayo cepat katakan" ucap Ji Lu pada Ha Ni. Karena tak ada ucapan yang dari mereka Gyul lanjut pergi. "aku ingin kau menjadi teman belajar bersamaku" teriak han Ni. Gyul berhenti sejenak, "maafkan aku, aku tak bisa" ucap Gyul pergi.
"dasar orang aneh siapa juga yang mau berteman denganmu" teriak Han Ni. Gyul tak peduli dan terus berjalan. "orang aneh" teriak Han Ni lagi, Ji Lu menutup mulut Han Ni pakai tangannya agar Han Ni tak berteriak lagi, "apa yang kau katakan" ucap Ji Lu. "ah lepaskan" ucap Han Ni sambil melepas tangan. "kau tak mendengarnya, dia tak mau berteman. ini semua salahmu" ucap Han Ni.
"maafkan aku" ucap Ji Lu. Mereka kini berjalan keluar gerbang, di pinggir jalan supir yang menjemput Han Ni telah menunggunya. Han Ni dan Ji lu pulang bersama dan Gyul juga telah naik bus pulang ke rumah.
Tiba di rumah Gyul menyapa neneknya, dan seperti biasa Hae Rim telah menyiapkan makanan untuk Gyul. Gyul mengganti pakaian dan makan makanan yang telah disiapkan neneknya, setelah itu dia belajar dan beristirahat beberapa menit kemudian berangkat menjual es krim seperti yang dia lakukan setiap sore hari.
Han Ni tiba di rumah dia masuk langsung ke kamarnya dan langsung berbaring di atas tempat tidurnya, ayahnya yang mengetahui Han Ni telah pulang sekolah menghampirinya di kamar. Ayahnya mengetuk pintu kamarnya, "siapa, aku tak ingin keluar aku sangat lelah" teriak Han Ni. "ini ayah" ucap Jin Pyo sambil membuka pintu.
Han Ni terkejut dia langsung bangun dari tempat tidur, "ada apa ayah" tanya Han Ni. "hari ini kau harus pergi ke tempat les yang baru" ucap ayahnya. "baik ayah" ucap Han Ni. ayahnya meninggalkan Han Ni di kamar, Han Ni mulai bersedih namun dia harus menuruti ayahnya.