
Setelah melihat nilai hasil ujian di papan pengumuman, mereka masing masing kembali ke kelas untuk menerima buku laporan nilai mereka. Ibu guru membagikan buku nilai itu ke setiap siswa dia juga memberi hadiah kepada siswa peringkat 1 sampai 3 di kelas. Buku laporan telah mereka terima kini saatnya mereka pulang dan memberikan buku itu kepada orang tua mereka.
Han Ni pulang lebih awal dari teman yang lain karena dia dijemput langsung oleh ayahnya. Dan saat tiba di rumah ayahnya meminta buku laporan miliknya, Han Ni memberikan buku laporan miliknya pada ayahnya. "kami pulang ibu" ucap Han Ni masuk ke rumah. "kau bersama ayahmu" ucap Song Hyie melihat Jin Pyo masuk bersamanya. Mereka duduk di kursi ruang tamu, "tunjukkan pada ayah buku laporan milikmu" ucap Jin Pyo.
Han Ni mengambil buku dari tasnya, "ini ayah" ucapnya memberikan buku itu. Jin Pyo mengambil buku itu, dia mulai membuka satu per satu lembaran dan membaca hasilnya. "ternyata anak itu bisa di andalkan" ucap Jin Pyo, dia kemudian berdiri meninggalkan Han Ni dan Ibunya. Song Hyie mengambil buku laporan Han Ni, "nilaimu sangat bagus, kau harus terus berteman dengannya hingga tamat sekolah" ucap Song Hyie.
Han Ni masuk ke kamarnya, sedangkan Song Hyie menyiapkan bingkisan dan juga beberapa hadiah untuk diberikan kepada Gyul. "Han Ni, Han Ni" teriak Song Hyie memanggil putrinya. "ada apa ibu" sahut Han Ni dari kamarnya. "turun sebentar kemari" ucap Song Hyie. "ya tunggu sebentar aku akan turun" ucap han Ni keluar dari kamarnya. "ada apa bu" ucapnya menghampiri ibunya.
"antarkan ini semua pada Gyul, ini hadiah untuknya" ucap Song Hyie. "sebanyak ini, dia pasti tak akan menerimanya" kata Han Ni menunjuk hadiah itu. "iya semuanya" ucap Song Hyie. "aku tak mau" sahut Han Ni. "kenapa" tanya Song Hyie. "pokoknya aku tidak mau" Han Ni tetap menolak. "baiklah beri tahu ibu dimana alamatnya, aku akan mengantarkan semua ini padanya" ucap Song Hyie. "baiklah tak perlu ibu yang pergi biar aku saja" kata Han Ni mengambil hadiah hadiah itu.
Han Ni berangkat bersama supirnya membawa hadiah untuk Gyul, dia diantar hanya sampai di depan jalan besar yang tak terlalu jauh dari rumah Gyul. "sampai disini saja" perintah Han Ni pada supirnya. "baik nona" kata supirnya menghentikan mobil. Han Ni turun dari mobil dia juga mengeluarkan barang barang itu, supirnya kemudian pergi. "bagaimana aku harus membawanya" ucap Han Ni dengan suara pelan. Hae Rim yang baru saja pulang dari klinik melihat Han Ni sedang kesusahan membawa banyak barang, dia lalu mendekatinya. "kenapa kau membawa banyak barang, sini nenek bantu" ucapnya.
"oh nenek Gyul" sapa Han Ni terkejut. "kau teman Gyul yang kemarin kan" ucap Hae Rim. "iya" jawab Han Ni. "kau akan kemana membawa barang barang ini" tanya Hae Rim. "hmmm aku di suruh ibu untuk memberikan ini semua pada Gyul" jawab Han Ni. "sini aku membantu kamu" ucap Hae Rim. Mereka berjalan bersama menuju rumah sambil membawa semua barang barang untuk Gyul.
"sebenarnya tak perlu repot repot, tapi terima kasih untuk semuanya" ucap Gyul. "ya sama sama" jawab Han Ni. "kalian ngobrol berdua saja nenek mau istirahat" ucap Hae Rim "baik nek " sahut Gyul dan Han Ni. Hae Rim masuk ke kamarnya istirahat, Gyul mengajak Han Ni keluar jalan jalan. "apa kau ingin jalan jalan ke taman" ajak Gyul. "taman yang kemarin" tanya Han Ni. "iya"ucap Gyul. "oke tak masalah ayo kita keluar" ajak Han Ni. "oke tunggu sebentar aku ambil sesuatu" ucap Gyul pergi ke kamarnya mengambil sesuatu setelah itu mereka keluar jalan jalan di taman.
Gyul mengambil sepedanya, "ayo naik" ucap Gyul. "kita naik sepeda" sahut Han Ni."ya, kau tak mau" tanya Gyul. "baiklah aku akan naik" kata Han Ni dia duduk di kursi belakang sepeda. Gyul mengendarai sepedanya sambil membonceng Han Ni berkeliling taman. "pegangan yang kuat" ucap Gyul. "aku harus pegangan dimana" teriak Han Ni. "terserah" ucap Gyul. Han Ni memeluk tubuh Gyul, mereka berputar taman beberapa kali sampai mereka kelelahan. "ayo kita istirahat, aku lelah" ucap Gyul. "ya jangan memaksakan dirimu" ucap Han Ni. "iya kita akan istirahat di bawah pohon itu" ucap Gyul
"pohon yang mana" tanya Han Ni. "itu di depan" Gyul menunjuk pohon yang menjadi temannya. "Si Forget temanmu" kata Han Ni. "iya" ucap Gyul semaki laju membawa sepeda. Mereka akhirnya sampai di dekat pohon itu, dan langsung berbaring di bawahnya, "ah sangat menyenangkan" ucap Han Ni. "kau senang" tanya Gyul. "iya, aku belum pernah melakukan hal seperti ini" ucap Han Ni. "kita bisa bersenang senang setiap hari jika kau mau" kata Gyul menatap Han Ni.
Han Ni berbalik menatap Gyul, "aku akan melakukannya lagi bersamamu." ucapnya. Gyul bangun dan duduk di dekat Han Ni, "bangun, aku akan memberikan kamu hadiah" ucap Gyul. "hadia" sahut Han Ni yang juga bangun. "tutup matamu" ucap Gyul. Han Ni menutup matanya, Gyul mengambil sebuah kalung dari saku bajunya lalu memakaikan ke leher Han Ni. "sekarang buka matamu" ucap Gyul. "kalung, apa ini cincin" tanya Han Ni sambil memegang kalung yang diberikan Gyul.
"ya itu cincin milik ibuku yang diberikan ayahku, aku memiliki dua dengan tulisan nama orang tuaku, itu adalah barang yang sangat berharga bagiku" ucap Gyul. "apa ini arti dari cincin ini" tanya Han Ni. "cincin itu merupakan lambang cinta mereka, ibuku memakai cincin bertuliskan nama ayahku dan sebaliknya ayahku memakai cincin bertuliskan nama ibuku" ucap Gyul. "EJW, apa ini nama ayahmu" tanya Han Ni.
"tidak itu nama ibuku, saat ayahku meninggalkan kami dia memberikan kedua cincin itu pada ibuku namun tapi aku menghilangkan cincin bertuliskan nama ayahku " ucap Gyul. "terima kasih" ucap Gyul. "apa kau menyukainya.?" tanya Gyul. Han Ni hanya diam dan tak menjawab pertanyaan dari Gyul. "jika kau tak suka kau tak perlu memakainya" ucap Gyul. "tidak, aku suka aku akan memakainya" jawab Han Ni. Gyul lalu memeluk Han Ni dan mencium keningnya, tangan Han Ni gemetar dia sangat deg degan.