
Aktivitas yang dilakukan Gyul masih sama seperti biasa dia sekolah, belajar dan berjualan, begitu juga Han Ni masih sibuk dengan kegiatannya. Ji Lu masih terus-terusan menyuruh Ha Ni untuk bertemu dan mengajak Gyul belajar bersama. Namun Gyul selalu mengabaikan mereka tanpa perduli dengan mereka jika berpapasan baik di kelas maupun di kantin.
Suatu hari saat pulang sekolah Ji Lu mengajak Han Ni bolos les dan pergi ke bioskop untuk nonton film yang diperankan oleh idola mereka. Han Ni tak tahu jika ayahnya mengawasi langsung tentang proses belajar HAn Ni baik di sekolah maupun tempat les. Guru les Han Ni menelpon salah seorang asisten ayahnya mengatakan bahwa Han Ni tak masuk les.
Asisten Gu Jin Pyo yang menerima informasi itu langsung memberitahu Gu Jin Pyo bahwa putrinya tak masuk les. Jin Pyo menyuruh asisten-nya Pak Kang, untuk mencari kemana perginya Han ni dan jika dia menemukannya maka dia harus segera memberitahu dirinya. Setelah beberapa saat mencari akhirnya sang asisten menemukan Han Ni yang baru saja keluar dari mall tempat mereka nonton bioskop.
Asisten Kang menghampiri Han Ni dan menghentikannya untuk tak pergi, dia kemudian menghubungi Jin Pyo bahwa dia telah menemukan Han Ni. Jin Pyo yang sibuk bekerja meninggalkan pekerjaannya pergi ke mall tempat Han Ni berada, dia diantar oleh supir pribadinya. Tiba disana dia menyuruh supirnya untuk mengantar Ji Lu pulang ke rumahnya. Ji Lu merasa khawatir dan tak ingin meninggalkan Han Ni namun Han Ni menyuruhnya untuk pulang.
"Nona aku akan mengantar kamu pulang, silahkan masuk" ucap Sang Supir membuka pintu mobil untuk Ji Lu. Dengan wajah yang takut Ji Lu terus memandang Han Ni sambil masuk ke mobil. Setelah Ji Lu masuk mobil sang supir langsung pergi meninggalkan mereka, dan saat mobil telah berjalan sedikit jauh tanpa basa basi Jin Pyo langsung menampar pipi Han Ni.
Han Ni menunduk sambil menangis, "apa yang kau lakukan disini?" tanya Jin Pyo. Han Ni tak menjawab dia hanya menangis dan diam, "jawab, apa kau tak dengar" ucap Jin Pyo. karena masih tak menjawab dia kembali ingin menampar Han Ni namun dihentikan oleh asistennya. "tolong hentikan pak" ucap sang asisten meraih tangan Jin Pyo. "lepaskan" bentak Jin Pyo melepas tangannya dari genggaman asistennya.
Han Ni makin ketakutan melihat reaksi ayahnya, dia berlindung di belakang tubuh asisten ayahnya. "antarkan dia pulang" ucap Jin Pyo. "baik pak" jawab asisten Kang. Han Ni pulang diantar oleh asisten Kang dan dia masih menangis ketakutan, Jin Pyo menelepon supirnya untuk segera menjemputnya.
Saat kejadian itu terjadi Gyul baru saja keluar dari sebuah toko buku berada di jalan membawa beberapa buku dalam tasnya, dia tak sengaja menyaksikan semua kejadian itu. Saat mobil yang mengantar Han Ni pergi, Gyul menghampiri Jin Pyo dan berbincang tentang masalah Han Ni.
"selamat sore pak" ucap Gyul menyapa Jin Pyo. "selamat siang" jawab Jin Pyo. "saya Hong Gyul teman dari Han Ni" ucap Gyul. "ya aku mengingatmu saat penerimaan hadiah di sekolah beberapa waktu lalu, ada apa" ucap Jin Pyo. "aku akan membantu Han Ni belajar apakah anda setuju" ucap Gyul. "aku akan mengirimnya ke rumah neneknya" jawab Jin Pyo. "anda tak perlu lakukan itu, aku akan membantunya belajar" ucap Gyul.
"apa kau yakin, apa yang akan kau lakukan jika tak berhasil" tanya Jin Pyo. "jika semester ini dia tak masuk seratus besar aku akan keluar dari sekolah anda" jawab Gyul. "kau cukup berani, baiklah aku terima tantangan darimu tapi apa yang sebenarnya kau inginkan" ucap Jin Pyo. "hanya satu yang aku inginkan" ucap Gyul. "apa itu katakan" tanya Jin Pyo. "jangan beri tahu Han Ni tentang ini dan jika aku berhasil tolong jangan pernah lagi sakiti dia" ucap Gyul. "baiklah" jawab Jin Pyo.
Perjanjian Gyul dan Jin Pyo telah resmi, Gyul berpamitan kepada Jin Pyo dan pergi meninggalkannya, tak lama kemudian supir pribadi Jin Pyo datang menjemputnya lalu mengantar Jin Pyo kembali ke kantor bekerja.
Han Ni yang baru saja tiba di rumahnya masuk dengan wajah yang bersedih dia memanggil ibunya dan memeluknya. "ada apa" tanya Ibunya. Han Ni menangis dengan keras, ibunya melihat wajah anaknya yang merah. "siapa yang menamparmu, ayahmu" tanya Ibunya.
Han Ni mengangguk kepalanya, "apa yang terjadi" tanya Ibunya lagi. "aku bolos les dan ayah mengetahuinya" jawab Han Ni. "ibu sudah bilang jangan pernah melawan perintah ayahmu, sini biar ibu obati" ucap ibunya. Han Ni berbaring di kursi ibunya mengambil salep luka dan mengoleskan ke pipi Han Ni setelah itu dia menyuruh Han Ni untuk istirahat.
Gyul yang baru pulang ke rumah menyimpan buku yang dia pinjam ke atas meja belajarnya kemudian mengganti pakaiannya dan lanjut makan. Setelah itu dia melakukan aktivitas rutinnya yakni menjual es krim, kali ini dia tak membawa es krim yang banyak untuk dijual karena dia harus pulang cepat mengerjakan tugas sekolahnya.
Gu Jin Pyo pulang dari kantor dan ketika tiba di rumah ternyata Song Hyie telah menunggu kedatangan dirinya di depan pintu masuk. "kenapa kau berada di luar" tanya Jin Pyo. "aku menunggumu" jawab Song Hyie. "ada apa kau menungguku" tanya Jin Pyo. "apa yang kau lakukan pada putriku" tanya Song Hyie. "dia wajar mendapatkan itu" ucap Jin Pyo masuk mengabaikan istrinya.
"aku belum selesai bicara padamu" teriak Song Hyie memanggil suaminya. "tak ada yang perlu dibahas lagi" ucap Jin Pyo masuk ke kamar. Song Hyie terlihat sangat marah namun dia juga tak berani melawan suaminya, dia mengikuti suaminya masuk ke kamar. "tak perlu kau keras terhadapnya" ucap Song Hyie sambil membantu suaminya membuka jas suaminya.
"baiklah jika itu maumu, aku punya saran sebaiknya putri kita belajar dengan anak yang mendapatkan beasiswa itu" ucap Jin Pyo. "maksudmu anak yang dengan nilai terbaik" tanya Song Hyie. "iya" jawab Jin Pyo. "apa kau yakin, dia tidak setara dengan kita" ucap Song Hyie. "aku tak menyuruh menikah dengannya, hanya berteman saja sampai Han Ni lulus" ucap Jin Pyo. " baiklah, aku dengar juga kalau anak teman sekelas dengannya mendapat nilai yang tinggi sejak berteman dengannya" ucap Song Hyie.