
Setelah bel istirahat berbunyi, Ji Ho mengajak Gyul ke kantin sekolah. “Gyul, ayo kita ke kantin” ajak Ji Ho. “aku harus belajar.“ ucap Gyul. “kamu juga butuh energi jadi kau harus makan. Nanti ku pinjamkan buku catatanku.” Ucap Ji Ho. “apa kau punya buku catatan” Tanya Gyul yang melihat Ji Ho. “apa apaan dengan tatapanmu? Aku memang bodoh tapi aku rajin mencatat. Ayo kita makan.” Ucap Ji Ho. Menarik tangan Gyul.
Gyul terpaksa mengikuti Ji Ho ke kanti, Ji Ho banyak bertanya tentang Gyul saat perjalanan ke kantin. “kenapa namamu Gyul (jeruk)?” Tanya Ji Ho. “pemberian nenekku, karena saat aku di temukan aku sedang membawa sekantong jeruk“ jawab Gyul. “ditemukan! Apa kau anak adopsi” tanya Ji Ho yang semakin penasaran. “ya, aku tak tahu siapa keluargaku” Jawab Gyul. “seumur hidupku baru pertama kali bertemu orang yang tak tahu keluarganya" ucap Ji Ho sambil melihat Gyul. "ngomong ngomong kenapa kau bisa pindah ke sini” tanya Ji Ho. "aku mendapatkan beasiswa penuh" jawab Gyul. "wah kau hebat sekali" Ji Ho terkagum.
Tiba di kantin mereka mengambil makanan yang telah disediakan, setelah itu mereka pergi ke meja makan. “kenapa kau mengambil sedikit makanan?” tanya Ji Ho. Yang membandingkan dengan makanannya. “aku tak ingin terlalu kenyang, masih ada jam pelajaran terakhir.” Jawab Gyul. “aku jadi merasa bersalah” ucap Ji Ho melihat makanannya yang kebanyakan. “tak perlu dipikirkan, semua orang punya selera makan yang berbeda” Gyul menghibur Ji Ho.
Saat mereka makan keadaan terasa sepi, selain karena mereka duduk di sudut ruangan, Gyul juga tak berbicara saat makan. “kenapa kau hanya diam saja dari tadi” tanya Ji Ho. “aku jarang bicara saat sedang makan” Jawab Gyul. “dari tadi aku yang bertanya terus, apa kau tak ingin bertanya padaku?” tanya Ji Ho. “Apa ada yang perlu ditanyakan.” Ucap Gyul. “kau memang orang yang aneh. Apa kau tak ingin tahu aku, atau tentang sekolah ini” ucap Ji Ho. “baiklah. Katakan apa yang kau tahu.?” Tanya Gyul.
Ji Ho bercerita banyak informasi tentang sekolah dan siswa yang lainnya. “di sekolah ini yang paling pintar berada di kelas kita.......” kata Ji Ho. "siapa dia” tanya Gyul yang memotong perkataan Ji Ho. “makanya dengarkan aku bicara, aku belum selesai bicara” Bentak Ji Ho. "baiklah. Lanjutkan” ucap Gyul. “dia adalah ketua kelas kita, Oh Seng Ju. Sampai saat ini dia selalu peringkat pertama saat ujian, terutama matematika. Selain pintar dia juga tampan, orang tuanya juga berasal dari keluarga kaya. Dia juga banyak di gemari gadis gadis di sekolah ini. Namun gadis yang ia sukai adalah gadis yang paling cantik di sekolah ini, dia adalah anak dari pemilik sekolah ini, namanya Gu Han Ni." kata Ji Ho.
Ji Ho menyelesaikan makanannya setelah itu dia pergi bersama Gyul mengembalikan wadah makan mereka dan lekas ke suatu tempat lain. "apa kau tau letak perpustakaan dimana?" tanya Gyul. "aku tahu semua tentang sekolah ini. kau ingin belajar disana" jawab Ji Ho. "ya" ucap Gyul. "baik aku akan mengantarmu" ucap Ji Ho. Mereka pergi ke perpustakaan untuk belajar hingga bel masuk kelas berbunyi kembali. Bel masuk berbunyi, Gyul dan Ji Ho yang sedang berada di perpustakaan kembali ke kelas, mereka kembali belajar hingga bel pulang berbunyi.
Siswa mulai merapikan, meja, tas dan barang barang milik mereka yang lain, begitu juga Gyul dan Ji Ho. “apa kau akan langsung pulang“ tanya Ji Ho. “iya aku harus bekerja” jawab Gyul. “kerja. Apa yang kau kerjakan” tanya Ji Ho. “aku membantu nenekku berjualan es krim” Jawab Gyul meninggalkan kelas. “hei tunggu aku” Teriak Ji Ho memanggil Gyul. “cepatlah, aku tak bisa berlama lama di sini” jawab Gyul menunggu Ji Ho di depan pintu.
Ji Ho dan Gyul berjalan bersama ke lapangan parkir sepeda tempat Gyul menyimpan sepedanya. “apa rumahmu di sekitaran sini.” Tanya Ji Ho. “tidak. Rumahku di Bon Dong“ jawab Gyul . “Bon Dong itu jauh sekali. Kau tak capek menggunakan sepeda” Tanya Ji Ho. “sedikit melelahkan tapi ini bisa menghemat uang” Jawab Gyul.
Gyul naik ke sepedanya, “dadah, aku pulang duluan” Ucap Gyul meninggalkan Ji Ho. “kau meninggalkanku? Baiklah sampai ketemu besok orang aneh” ucap Ji Ho. Gyul melambaikan tangannya ke atas, ia mengendarai sepedanya dengan cepat. Sedangkan Ji Ho berjalan sendiri keluar sekolah. Mobil yang menjemput Ji Ho telah terparkir di depan pintu gerbang, Ji Ho masuk ke mobilnya.