
Setelah berbincang dengan suaminya, Song Hyie pergi menemui Han Ni di kamarnya namun pintu kamar Han Ni terkunci. "tok tok tok" Song Hyie mengetuk pintu. "apa ibu boleh masuk" teriaknya dari luar. "ada apa ibu" tanya Han Ni dari dalam kamarnya. "ada sesuatu yang ibu ingin bicarakan padamu" jawab Song Hyie. Han Ni bangun dari tempat tidur untuk membuka pintu kamarnya. "apa yang ingin ibu katakan" ucap Han Ni saat membuka pintu.
"biarkan ibu masuk terlebih dahulu" ucap Song Hyie. Mereka berdua masuk, Han Ni langsung berbaring tengkurap sedangkan Song Hyie duduk di atas kasur, dia mengelus-elus rambut putrinya. "aku sudah berbicara dengan ayahmu, dia ingin mengirim kamu ke rumah nenek" ucap Song Hyie. Han Ni menangis, "aku tak ingin pergi ke rumah nenek" ucap Han Ni.
"aku sudah bilang padanya, tapi dia bilang jika tak ingin kamu pergi kamu harus mencari teman yang pintar dan membantu kamu belajar" Ucap Song Hyie. "apa itu yang ayah katakan" tanya Han Ni. "iya, dan ibu rasa kamu bisa berteman dengan anak itu" ucap Song Hyie. "anak itu, maksud ibu Hong Gyul yang meraih nilai terbaik" tanya Han Ni. "iya, Siapa namanya.? Hong Gyul" ucap Song Hyie. "tapi aku tak akrab dengannya" ucap Han Ni. "cobalah untuk berteman, ini demi kebaikanmu" ucap Song Hyi. "Baiklah" sahut Han Ni.
Song Hyie meninggalkan Han Ni dan kembali ke kamarnya, Han Ni mulai bersiap tidur agar tak terlambat besok pagi ke sekolah. Di pagi hari Han Ni bangun lebih cepat dari biasanya, kini dia menjadi anak yang rajin bangun pagi berangkat ke sekolah. Hal ini terjadi karena malam sebelumnya ibunya memberikan nasehat dan dia haru mengikuti nasehat itu agar dia tak di kirim ke rumah neneknya.
Hal yang pertama kali Han Ni lakukan saat tiba di sekolah adalah pergi ke perpustakaan untuk belajar layaknya seperti siswa teladan. Dari saat dia mulai masuk di ruang perpustakaan dia langsung mencari buku matematika kelas 3 setelah itu dia duduk dan mulai membacanya. "aku tak paham" ucap Han Ni sambil membenturkan kepalanya di meja. "apa kau ingin belajar bersama" tanya Gyul yang berdiri di belakang Han Ni.
Sontak membuat Han Ni terkejut dia berbalik melihat ke belakang. "apa yang kau lakukan disini" tanya Han Ni. "belajar, ini ruang tempat belajar" jawab Gyul. "iya benar, tapi maksudku kenapa kau berdiri di belakangku" tanya Han Ni. "aku baru saja masuk dan aku melihat kamu ada disini" jawab Gyul. "apa ada yang aneh denganku" tanya Han Ni. "tentu saja hal yang aneh melihat kamu berada disini, ini seperti bukan dirimu" ucap Gyul. "pergi kau jika hanya ingin menggangguku" teriak Ha Ni.
Orang orang yang berada di dekat mereka melihat ke arah mereka, "maaf maaf" ucap Han Ni. "kau tak membaca itu" ucap Gyul menunjuk papan peringatan perpustakaan. "ini karena kamu" sahut Han Ni sambil ingin memukul Gyul pakai buku yang dia pegang. Gyul mengambil buku itu, "sini biar aku membantu kamu" ucap Gyul duduk di samping Han Ni.
"kenapa dia menjadi baik, dia memang benar benar aneh" ucap Han Ni dalam hati sambil menatap Gyul. "ada yang aneh" tanya Gyul. "tidak, apa kau serius ingin belajar denganku" tanya Han Ni. "kau tak ingin" tanya balik Gyul. "bukan itu justru aku senang tapi bukannya beberapa waktu lalu kau tak mau" ucap Han Ni. "itu karena aku tak melihat kamu meminta dengan serius" jawab Gyul.
Gyul dan Han Ni akhirnya masuk tapi Ji Ho menarik baju Gyul, "ada apa" tanya Gyul. "apa kau yakin ingin berteman dengannya" ucap Ji Ho. "emang ada apa aku siap berteman dengan siapa saja" ucap Gyul dia melepas tangan Ji Ho dari bajunya dan duduk di kursinya. Ji Ho melihat Gyul dengan pandangan yang tak biasa, "dia benar benar aneh" ucapnya.
Guru mereka datang dan memulai pembelajaran hingga jam istirahat, saat istirahat mereka bertiga dan juga Ji Lu makan bersama di kantin. setelah itu mereka belajar di perpustakaan membentuk sebuah kelompok belajar bersama. Gyul menjadi guru mereka, dia mengajar beberapa pelajaran terutama matematika yang merupakan keahliannya. Kini bel masuk kembali berbunyi mereka semua kembali ke kelas, Gyul dan Han Ni terlihat akrab membuat Seng Ju cemburu saat melihat mereka berjalan bersama.
Proses belajar telah selesai mereka pun pulang, Han Ni dan Ji lu pulang bersama, Ji Ho bersama ibunya dan Gyul kali ini pulang dengan sepedanya. Hari ini Gyul berencana untuk mengembalikan buku yang dia pinjam di hari sebelumnya. Di pertengahan Jalan dia dihentikan oleh sebuah mobil. Seseorang turun dari mobil itu, dia adalah Song Hyie ibu dari Han Ni, "apa kau Hong Gyul" tanya Song Hyie.
"iya" jawab Gyul dengan wajah bertanya-tanya. "aku ingin kau membantu Han Ni belajar aku akan memberi kamu uang" ucap Song Hyie dia juga mengeluarkan uang dari tasnya. "apa anda ibunya Han Ni" tanya Gyul. "iya, apa kau bersedia membantunya, aku akan memberimu uang ini" tanya Song Hyie. "tak perlu, aku tak ingin uang itu" ucap Gyul. "apa karena terlalu sedikit" tanya Song Hyie.
"tidak, aku hanya ingin membantunya tanpa imbalan, aku berjanji akan membantunya" jawab Gyul. "anak yang sangat baik, aku pikir anak seperti kamu akan memilih uang" ucap Song Hyie. "aku akan mencari uang dengan cara yang lain" jawab Gyul. "aku suka dengan dirimu tapi aku tak ingin berutang padamu, jadi ku harap kau mengambil ini" ucap Song Hyie, dia meraih tangan Gyul dan memberi uang itu padanya.
"aku serius tak membutuhkan ini" ucap Gyul. "terserah kau ingin apakan uang itu, itu milikmu" ucap Song Hyie, dia lalu meninggalkan Gyul dan masuk ke mobilnya. Gyul terpaksa mengambil uang itu dan memasukkan ke dalam tasnya. Song Hyie pergi, Gyul juga pergi membawa uang itu menuju ke toko tempat dia meminjam buku, dia juga masih memikirkan uang itu apakah harus dia kembalikan atau menyimpannya, "nanti saja ku kembalikan" ucapnya.