The Next Of Love

The Next Of Love
29. Akhir Pekan Di Toko Buku




Hari ini merupakan hari sabtu , keluarga Kim sedang mengantar Yi Tan ke bandara di kota seoul, mereka mengantar Yi Tan yang akan berangkat ke kota London, Inggris. Dia akan melanjutkan sekolahnya mengambil sarjana di Universitas Oxford, Inggris. Keputusan itu merupakan perintah dari ayahnya, Kim Yoon Soo karena ayahnya ingin dia melanjutkan perusahaan mereka. Yi Tan Juga berencana tinggal di luar negeri selama kuliah karena setelah selesai Sarjana dia akan melanjutkan kuliah Master di amerika.


Sementara itu di keluarga Gyul, Akhir pekan merupakan hari libur sekolah tetapi bukan hari libur untuk bekerja baginya, justru merupakan hari dimana dia akan mendapatkan banyak uang tambahan. ya hari dimana Gyul akan tetap bekerja, pagi ini dia ke pasar membantu nenek-nya berjualan jjampong (mie kuah khas Korea) di pasar tradisional. Berjualan Jjampong merupakan pekerjaan rutin nenek Hae Rim setiap harinya, nenek Hae Rim membuka toko dan mulai berjualan pada saat pagi hari hingga siang hari. Setiap akhir pekan Gyul sering membantu nenek-nya jika dia libur sekolah.


Kini Gyul sedang menawarkan dagangannya kepada para pengunjung pasar, “Jjampong pedas siapa yang ingin beli” ucapnya memanggil pelanggan. Beberapa pelanggan mulai datang membeli jajanan miliknya. ”saya ingin satu” ucap seorang pelanggan. “tunggu sebentar ya” Gyul mulai membungkus Jjampong, “oke ini pesanan anda” ucapnya sambil memberikan kepada pelanggan. "terima kasih" sahut pelanggan itu.


Antrean pelanggan satu persatu mulai berdatangan untuk membeli, "oke silahkan antre yang baik aku akan menyiapkan-nya untuk kalian" Gyul mulai mengambil wadah untuk memasukkan Jjampong itu".


Nenek Hae Rim yang berada di belakang  Gyul sedang membuat beberapa masakan selalu tersenyum kecil melihat Gyul. Dia selalu senang jika Gyul membantu dirinya, karena selain dia bersemangat jajanan mereka selalu habis sebelum siang hari. Dia juga selalu berpikir jika Gyul merupakan hadiah keberuntungan. “hari ini kau lebih bersemangat dari sebelumnya” tanya Hae Rim padanya.


Gyul masih sibuk memberi pesanan pelanggan hanya sedikit tersenyum ketika nenek-nya bertanya padanya, “oke ini untukmu, terima kasih” ucapnya. "yang ini untuk anda, lalu ini untukmu adik kecil" ucapnya pada beberapa pelanggan membagikan pesanan mereka. "ah akhirnya selesai juga" ucap Gyul menghela nafas-nya juga menghapus keringat di wajahnya. dia kemudian berbalik pada nenek-nya, “benarkah apa nenek merasakan itu” tanya Gyul.


"haha hahaha" Hae Rim tertawa, "terima kasih telah membantu nenek hari ini" ucapnya. Gyul datang ke samping nenek-nya, ia duduk dan mulai memegang tangan nenek-nya, "apa nenek senang" ucapnya.


"nenek sangat senang jika kamu membantu nenek, tapi ingat kamu harus rajin belajar biar nenek saja yang berjualan" ucap Hae Rim. "ini sudah kewajibanku untuk membantu nenek" jawab Gyul. "terima kasih, sekarang kamu boleh pulang" ucap Hae Rim. "baik nek, nenek juga harus cepat pulang" ucap Gyul.


Sebelum pulang Gyul membereskan tempat berjualan milik mereka, dia juga berpamitan pada nenek-nya. Sambil membawa barang, Gyul mengendarai sepedanya pulang ke rumahnya. Setiba di rumah dia berkemas rumah mulai dari mencuci pakai sekolah, sepatu dan juga membersihkan kamarnya. Setelah selesai dengan semua pekerjaannya, dia mandi dan beristirahat sejenak sebelum melakukan kegiatan lainnya.


Gyul berencana pergi ke toko buku untuk belajar dan membeli buku jika ada yang menarik baginya, dia mulai berkemas kemas isi tas-nya dan hanya  membawa keperluannya barang yang ia perlukan saja. Lagi lagi, dia berangkat dengan sepeda melalui jalan yang terik menuju ke pusat kota Seoul. Dia mulai mengelilingi ruas jalan, dan tiba tiba di pinggir jalan yang ia lalui ada sebuah toko buku yang mengadakan bazar promosi harga murah.


Gyul berhenti di depan toko itu, menyimpan sepedanya dan masuk kedalam toko, ia mulai berkeliling melihat beberapa buku. Ada sebuah buku yang membuatnya tertarik, dia mengambil buku itu melihat cover dan membaca sedikit demi sedikit mulai dari halaman pertama.


Han Ni mulai melihat dari rak ke rak yang ada sambil berjalan mundur, “mana ya buku yang pernah aku cari” ucapnya sambil mengulurkan tangannya ke buku buku itu, tanpa sengaja dia menabrak Gyul yang sedang berdiri membaca buku di ujung rak buku. Saat dia menabrak Gyul, dia langsung menundukkan kepalanya  meminta maaf “maaf aku tak sengaja” ucapnya. “tak apa” ucap Gyul, dia pun langsung pergi seolah tak peduli pada Han Ni.


Han Ni mengangkat kepalanya melihat ke orang yang dia tabrak, “bukankah itu orang aneh” ucapnya dalam benaknya. Han Ni kemudian menyusul Gyul yang mulai berjalan ke ruang baca, “tunggu” ucap Han Ni menarik baju Gyul. Gyul berbalik padanya, “ada apa” tanya Gyul. Han Ni melepaskan tangannya dari baju Gyul, “kenapa aku selalu sial saat bertemu kamu” ucap Han ni. Gyul masih tetap saja tak peduli padanya, dia diam dan pergi ke ruang baca.


Ji Lu datang pada Han Ni saat melihat dia menarik baju Gyul, “ ada apa Han, siapa dia.?” tanya Ji Lu. Dia berbalik melihat ke arah pria yang berbicara pada Han Ni, “bukankah dia si tampan” ucapnya sambil memegang kedua tangannya.


Han Ni mendorong kepala Ji Lu, “dasar” ucapnya, dia kembali mencari buku yang dia inginkan. “hei  tunggu, kau kenapa” Ji Lu memanggilnya. Setelah mengambil buku, Han Ni kembali menemui Gyul yang sedang membaca. Dia duduk di hadapannya, sedikit demi sedikit melirik-nya. Ketika Gyul melihatnya, dia memalingkan matanya berpura-pura membaca buku. Hal itu berulang kali dia lakukan, hal itu membuat Gyul  pindah ke kursi lain, namun Ha Ni mengikutinya lagi.


Han Ni masih tetap melirik pada Gyul, berulang kali mereka melakukan adegan yang sama hingga membuat Gyul bosan. Gyul menyimpan buku yang ia baca di atas meja, dia menatap Han Ni dengan pandangan serius. “kau menakutkan” ucap Han Ni melepaskan pandangannya pada Gyul.


Gyul mengambil kembali bukunya dan melanjutkan membaca, “apa kau Cuma menakuti aku” tanya Han Nii. Gyul menghela nafas-nya, “apa kau tak bisa berhenti mengganggu aku” ucap Gyul. “kau harus minta maaf padaku, jika ingin aku tak mengganggu-mu” kata Han Ni sambil membalik halaman-halaman buku yang ia baca. “apa salah-ku yang membuatku harus minta maaf padamu.?” Tanya Gyul.


Gyul sejenak menatap kembali Han Ni, mata mereka saling tatap tatapan kemudian  Ji Lu datang mengganggu mereka, “apa kalian jatuh cinta pada pandangan pertama” ucap Ji Lu. Han Ni memalingkan wajahnya, "itu hal yang mustahil" ucapnya. Ji Lu melihat mata Han Ni sambil memegang pipinya, "kenapa? dia sangat tampan" ucapnya. "seng Ju jauh lebih sempurna dari dia" ucap Han Ni sambil melepas tangan Ji Lu dari pipinya.


Ji Lu duduk disamping Gyul, "bagaimana menurut kamu tentang Han Ni, apa dia lebih cantik dari aku" ucapnya. "kalian berdua sangat cantik, pasti setiap pria akan suka pada kalian" ucap Gyul, dia berdiri mengambil tas-nya, dia pergi mengembalikan buku yang dia baca setelah itu keluar dari toko itu.