The Next Of Love

The Next Of Love
27. Pria Yang Aneh




Hari kembali menyambut,  Gyul berangkat ke sekolah seperti biasa sebelum matahari muncul menyinari pagi. Dia menggunakan sepeda kesayangannya, udara yang begitu dingin menemani perjalanan Gyul. Dia terus melaju dengan sangat cepat melewati panjangnya jalanan hingga matahari mulai terbit.


 


Sementara itu di rumah Gu Han Ni, terlihat dia sedang terburu buru karena telat bangun tidur. “Han Ni, apa kau sudah siap. Sekarang sudah jam berapa.?” Teriak ibunya. “sebentar mah.” Jawab Han Ni yang sedang memakai sisir. “mama sudah bilang jangan tidur lagi jika alarm sudah berbunyi.” Ucap ibunya yang dari tadi terus memanggilnya. Han Ni turun terburu buru, ia mencium tangan ibunya, “aku pergi mah” ucapnya. “hati hati di jalan” Ucap ibunya.


 


Keluar dari pintu Han Ni memakai sepatu, supir yang telah lama menunggu di luar sudah membuka pintu mobil untuknya. Han Ni masuk kedalam mobil. “ayo berangkat pak” ucapnya. “baik nyonya.” Ucap supir itu.


 


Supir mengendarai mobil menuju ke sekolahnya dalam perjalanan Han Ni membaca novel yang ia beli kemarin. Saat sedang asik membaca dia melihat jam di ponsel miliknya, jam menunjukan pukul 7:50. Sontak saja Han Ni menyuruh supirnya untuk membawa kendaraan dengan cepat.


 


Disisi lain, Gyul sudah tiba di depan gerbang sekolah, dia turun dari sepeda dan mulai berjalan kaki. Mobil yang mengantar Han Ni ke sekolah telah tiba, dia turun dari mobil berpamitan pada supirnya "terima kasih pak" ucapnya pada supir. Han Ni berlari masuk ke sekolah, dalam perjalanan tali sepatunya terlepas, ia berhenti untuk mengikat kembali. Selesai mengikat sepatu, dia langsung berdiri untuk berlari namun dia tak melihat Gyul sedang berjalan mengarah ke tempat parkir untuk menyimpan sepedanya.


 


Han Ni menabrak Gyul sehingga membuat mereka berdua jatuh, Han Ni jatuh menimpa Gyul bersama sepedanya."gubrak" terdengar suara tabrakan itu. Orang orang yang berada di sekitar mereka tertawa melihat kejadian tersebut. Han Ni terlihat sangat malu, dia berdiri dengan raut wajah yang kesal. "hei apa kau tak punya mata?" bentak Han Ni pada Gyul. "maaf" ucap Gyul yang masih terbaring di jalan.Dia kemudian berdiri juga mengangkat sepedanya, dia memeriksa jika ada kerusakan pada sepedanya.


 


Han Ni masih merasa kesal dengan jawaban itu, dia menendang roda sepeda Gyul. "maaf, hanya itu yang kau ucapkan sementara kau lebih peduli pada sepeda milikmu." bentak Han Ni. Ketika Han Ni kembali ingin menendang roda sepeda milik Gyul, Gyul menghentikan tendangan tersebut menggunakan kakinya. "kau boleh memukulku, tapi jangan lakukan itu pada sepedaku." ucap Gyul.


 


Han Ni masih tak ingin berhenti menendang sepeda milik Gyul, Namun berkali kali Gyul menghentikannya."apa sepeda jelek ini lebih berharga darimu" tanya Han Ni. Mata Gyul terlihat menatap Han Ni dengan tatapan amarah, "apa kau marah" tanya Han Ni. Namun Gyul hanya terdiam menahan amarahnya. Bel sekolah berbunyi, Han Ni pergi meninggalkan Gyul. "ingat aku tak akan memaafkan kamu" ucapnya pergi.


 


Gyul akhirnya kembali membawa sepedanya ke tempat parkir, setelah itu berjalan menuju ke kelas. Di depan kelas Ji Ho telah menunggunya. "kenapa kau terlambat" tanya Ji Ho. "sepedaku bermasalah, ayo kita masuk" ajak Gyul.


 


 


Han Ni mengabaikan Ji Lu ketika mendengar pertanyaan itu. "hai jawab aku" teriak Ji Lu. Namun Han Ni tetap tak peduli dan masuk ke kelas. Proses belajar mengajar di kelas telah dimulai baik itu Gyul maupun Han Ni mengikuti proses pembelajaran hingga bel istirahat berbunyi. Gyul dan Ji Ho ke kantin bersama sama, setelah mengambil makanan mereka duduk di kursi belakang tempat favorit mereka.


 


Sedangkan Seng Ju ke kelas 2.3 untuk mengajak Han Ni makan siang, namun ternyata Han Ni sudah ke kantin bersama dengan Ji Lu. Seng Ju menyusul mereka ke kantin, dan dia melihat mereka sedang antri mengambil makanan, Dia pun menghampiri mereka. “aku mencarimu di kelas” ucap Seng Ju. “maaf aku tak menunggumu tadi pagi aku tak sempat sarapan” ucap Han Ni.


 


Kini giliran mereka mengambil makanan, setelah itu mereka menuju ke meja makan. Karena semua meja hampir penuh, hanya meja di dekat Gyul yang kosong akhirnya mereka duduk di kursi itu. Gyul dan Han Ni saling membelakangi di kursi yang terpisah, sedangkan Ji Lu duduk bersebelahan bersama Seng Ju. Saat sedang menyendok makanan Seng Ju melihat tangan Han Ni ada tempelan plaster luka. “kenapa tanganmu”tanya Seng Ju. “oh ini, tadi aku ditabrak pria aneh” jawab Han Ni. Seng Ju terdiam sejenak. “pria aneh” ucap Seng Ju sambil melihat ke arah Ji Lu. “jangan tanya padaku, aku juga tak tahu” ucap Ji Lu.


 


Sementara itu Ji Ho dan Gyul yang sedang makan mendengar pembicaraan mereka. Han Ni tak menyadari jika pria yang aneh itu sedang makan di belakangnya.“lihat di belakangmu itu adalah Han Ni.” Ji Ho berbisik pada Gyul. Namun Gyul tak perduli dengan ucapan Ji Ho dan melanjutkan makan. “ayo berbalik” Ji Ho yang masih memaksa Gyul.


 


Karena terdengar sedikit kebisingan Ji Lu melihat ke arah mereka. “bukankah dia teman satu kelasmu” tanya Ji Lu pada Seng Ju. “ya “ jawab Seng Ju. “siapa pria yang bersamanya” tanya Ji Lu penasaran. “dia siswa baru” jawab Seng Ju. “jadi dia siswa barunya” ucap Ji Lu dengan keras.


 


Han Ni berbalik arah melihat ke belakang, namun Gyul tak berbalik. Ji Ho yang melihat Han Ni berbalik menyapanya. “ hai Han Ni” ucap Ji Ho. “ayo sapa dia” ucap Ji Ho pada Gyul. “siapa dia” tanya Han Ni. “dia Gyul temanku” jawab Ji Ho. “Gyul? Nama yang aneh” ucap Han Ni.


 


Gyul telah menyelesaikan makanannya, dia berdiri untuk pergi mengembalikan wadah makanannya. “aku pergi duluan” ucap Gyul meninggalkan Ji Ho. Ji Ho yang masih memandangi Han Ni terkejut. “kau sudah selesai.? Cepat sekali.” Ucapnya. Gyul mengabaikan Ji Ho, dia tetap pergi melewati Han Ni dan yang lainnya. Ji Lu tampak terpesona terhadap Gyul sampai dia memandangnya terus. "dia sangat tampan" Ucap Ji Lu. "dasar aneh " sahut Han Ni. Ji Ho buru bur menghabiskan makanannya, lalu mengejar Gyul namun ia dihentikan oleh Ji Lu. "berhenti" ucap Ji Lu. seketika Ji Ho berhenti, "ada apa?" tanya Ji Ho.


 


Ji Lu berdiri dia memegang pundak Ji Ho perlahan meraba raba dadanya "apa kau punya nomor teleponnya" tanya Ji Lu. Tubuh Ji Ho merasa geli, "dia tak punya ponsel" jawab Ji Ho lalu pergi. Ji Lu kembali menarik baju Ji Ho. "kau mau pergi, jangan bohong padaku" ucap Ji Lu. "aku serius dia orang miskin" jawab Ji Ho. Ji Lu melepas dasi Ji Ho dan membiarkannya pergi, dia kembali duduk bersama yang lain melanjutkan makan siang. Sedangkan Ji Ho pergi mengembalikan wadah makannya dan menyusul Gyul ke perpustakaan.