
Gyul telah kembali dari toko buku ke rumahnya, setelah sampai di rumah dia istirahat sebelum berjualan es krim seperti hari hari sebelumnya. Dia berjualan keliling sampai matahari terbenam, saat hari mulai gelap dia pulang. Mandi, makan malam dan belajar adalah aktivitas selanjutnya yang dia lakukan. Jika dia sudah merasa lelah belajar maka dia akan tidur.
Malam yang berlalu begitu cepat kini berubah menjadi pagi yang cerah, Gyul telah bangun di pagi hari untuk berlari pagi di taman yang tak jauh dari rumahnya. Berlari beberapa putaran sebelum akhirnya Gyul berhenti di dekat sebuah pohon besar. "lama tak bertemu" ucapnya menyapa pohon itu. Dia mendekati pohon itu, membersihkan bagian bawah pohon lalu berbaring dengan beralaskan rumput berbantal-kan akar pohon yang menjulang ke tanah.
"aku harus melupakan apa yang terjadi hari ini, makanya aku menemui kamu" ucap Gyul berbicara pada pohon. Pohon itu adalah salah satu teman Gyul selain jembatan dan ikan ikan tempat Gyul melampiaskan isi hatinya. Pohon itu menjadi tempat untuk melupakan kejadian atau orang yang ingin dia lupakan. Dia mulai memejamkan matanya hingga beberapa menit berlalu, hembusan angin kencang membangunkannya. "aaaaaaaah" ucapnya sambil Gyul meregangkan tangannya, "hari yang cerah sepertinya aku harus memancing hari ini" ucapnya.
Gyul bangun dari tidurnya, berlari ke rumahnya, "pagi nek" ucapnya menyapa nenek-nya. "dari mana saja kau" tanya Hae Rim. "hari ini aku akan memancing" ucap Gyul. "sudah berapa lama kau tak pernah memancing, terakhir kali kau tak pernah membawa pulang ikan" ucap Hae Rim.
Gyul telah menyiapkan alat pancingnya, "tenang nek hari ini aku pasti membawa pulang ikan, aku pergi" Gyul berpamitan. "ya hati hati" sahut Hae Rim. Sepeda kesayangan lagi lagi menjadi kendaraan yang mengantar-nya ke sungai tempat memancing. Tiba di dekat sungai dia mulai mempersiapkan peralatan pancingnya, belum terlalu lama menurunkan umpan, dia sudah mendapatkan seekor ikan.
Hari ini mungkin menjadi hari terbaik baginya karena satu per satu ikan memakan umpan pancingnya. Matahari telah berlalu yang tadinya masih pagi kini menjadi siang yang terik, karena telah mendapatkan ikan yang banyak Gyul memutuskan berhenti memancing dan pulang membawa ikan hasil tangkapan-nya.
Di depan rumah Hae Rim sedang membuat adonan Kimchi, melihat Gyul yang baru saja tiba membawa sebuah ember berisi ikan, "nek aku pulang" ucap Gyul. "apa kau mendapat banyak ikan hari ini" tanya Hae Rim padanya. Gyul menurunkan ember itu dan memperlihatkan hasil ikan yang ia tangkap, "banyak sekali" ucap Hae Rim.
Gyul tersenyum, "aku sudah bilang aku akan mendapat yang banyak" jawabnya. "cepat masuk dan simpan di dapur, nenek akan memasaknya setelah selesai membuat kimchi" ucap hae Rim. "baik nek" ucap Gyul, ia pun mengambil ember itu dan masuk kedalam rumah. "jangan lupa membersihkan diri" teriak Hae Rim. "ya" jawab Gyul.
Sementara itu, Han Ni dan Ji Lu berlibur ke pantai bersama keluarga Seng Ju. Keluarga Seng Ju dan Han Ni merupakan kerabat dekat sehingga mereka sering bertemu. Liburan kali ini Han Ni dan Seng Ju mereka habiskan bersama, memancing dan berenang. Dan Saat mereka sedang berduaan Seng Ju mengajak Han Ni ke Pinggiran pantai, ini merupakan suatu kesempatan bagi Seng Ju untuk memulai menyatakan cintanya pada Han Ni.
Persiapan yang matang membuat Seng Ju beranikan diri mengungkap rasa cintanya. Namun sayang, ungkapan cinta Seng Ju ditolak oleh han Ni dengan alasan bahwa mereka adalah sahabat. Seng Ju merasa tak akan pernah menyerah dan akan melakukannya lagi. "kau tak perlu menjawabnya sekarang" ucap Seng Ju. Setelah berpikir sedikit lama kini Han Ni mulai berbicara, "maafkan aku, aku rasa belum saatnya kita berpacaran dan lagi pula kita adalah sahabat" ucap Han Ni. "jika itu jawabanmu aku akan menunggu sampai kau siap" ucap Seng Ju.
Han Ni berdiri dan kembali kepada Ji Lu dan yang lainnya, "aku akan ke tempat Ji Lu" ucap Han Ni berpamitan. "baiklah, aku akan tetap disini" ucap seng Ju. Setelah liburan Kini hari sudah mulai gelap, Han Ni dan yang lainnya pulang, berkemas dan bersiap untuk pulang.
Hari telah berganti, libur telah berakhir kini waktunya bagi Han Ni berangkat ke sekolah begitu juga dengan Gyul dan teman teman mereka. Gyul berangkat sekolah sedikit terlambat karena harus membantu neneknya. Karena merasa diri akan terlambat ke sekolah, Gyul mengendarai sepedanya dengan sangat cepat tanpa berhati-hati.
Oleh karena itu saat Gyul masih di perjalanan dia mengalami kecelakaan, dia hampir saja tertabrak mobil, untung saja dia mampu menghindarinya namun tetap saja membuat Gyul terjatuh dari sepedanya. Seorang turun dari mobil melihat keadaan Gyul, "apa kau tak apa" ucap bapak itu. "maafkan aku pak, aku baik baik saja" ucap Gyul. "aku akan mengantarmu ke rumah sakit" kata bapak itu. "tak perlu pak, maafkan aku, terima kasih aku harus berangkat ke sekolah" ucap Gyul. "apa kau yakin" tanya bapak itu lagi. "ya" jawab Gyul.
Gyul bangun dan berdiri mengambil sepedanya untuk melanjutkan perjalanan, bapak itu juga melanjutkan perjalanannya. Tiba di sekolah Gyul dalam kondisi yang kurang baik tangannya terluka, dia langsung ke ruang UKS untuk mengobati lukanya. Setelah itu dia masuk ke ruang kelas, namun pak Moon sudah berada di kelas. "permisi, maaf saya terlambat" ucap Gyul masuk ke ruangan. "kenapa baru tiba apa yang membuat terlambat" tanya Pak Moon.
"saya mengalami kecelakaan" jawab Gyul. "apa kau baik baik saja" tanya Pak Moon. "aku tak apa, aku sudah mengobati lukaku" ucap Gyul. "baiklah, silahkan duduk ke tempatmu" ucap Pak Moon. Gyul berjalan ke kursinya, dan duduk. "apa kau baik baik saja" tanya Ji Ho yang khawatir. "aku baik baik saja" jawab Gyul.
"oke semuanya, anak anak tolong dengarkan bapak" ucap Pak Moon. "iya pak" sahut semua siswa. "karena kalian sudah mengikuti ujian beberapa hari yang lalu, maka dari itu saya akan mengumumkan hasilnya, akan tetapi hasilnya akan di umumkan besok bersama orang tua kalian" ucap Pak Moon. "apa kami harus datang bersama" tanya salah satu siswa. "iya benar sekali, hari ini bapak akan memberikan kalian surat untuk orang tua kalian" ucap Pak Moon. Pak Moon mengambil surat surat tersebut dan membagikan ke masing masing siswa.