
Mengetahui letak abu Ji Won, kini Yoon Soo bersama yang lainnya berangkat ke rumah abu untuk memberikan penghormatan. Tiba di rumah abu Yoon Soo tak berhenti menangis, ia juga meminta maaf dengan apa yang telah terjadi. Sepulang dari rumah abu, Tae Rang pulang ke Seoul atas perintah Yoon Soo sedangkan Yoon Soo mengantar nenek Ahn bersama cucunya pulang ke rumah. Sesampainya mereka Yoon Soo memperkenalkan lebih jauh lagi tentang dirinya dan berniat membawa Yoon Soo kecil bersamanya.
"nenek Ahn ada satu hal yang aku inginkan darimu" ucap Yoon Soo. "apa itu, katakan" tanya nenek Ahn. "sebelum aku mengatakan keinginanku, aku akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. aku adalah Kim Yoon Soo, suami dari Eun Ji Won" kata Yoon Soo. Nenek Ahn terkejut mendengar nama pria ini sama dengan nama anak Ji Won. "aku tak tahu jika Ji Won sedang hamil meninggalkan rumah. Karena pada saat dia pergi aku sedang berada di luar negeri. Tapi karena Ji Won memberi nama anak ini seperti namaku maka dia adalah anakku. " tegas Yoon Soo.
"jadi. apa kau bermaksud ingin membawanya" tanya nenek Ahn. "jika anda mengizinkan aku akan membawanya. tapi jika anda menolak aku akan memohon padamu" ucap Yoon Soo. "aku tak akan melarangmu membawanya karena dia adalah anakmu. tapi hanya satu yang aku inginkan rawat dia dengan baik karena itulah satu satunya pesan Ji Won sebelum meninggal. " ucap nenek Ahn. "aku berjanji akan merawatnya dengan baik" kata Yoon Soo tersenyum bahagia. "baiklah aku akan merapikan beberapa barang barang Yoon Soo." kata nenek Ahn berdiri mengambil tas juga maerapikan pakaian Yoon Soo.
Yoon Soo yang sangat bahagia menggendong putranya " anak yang pintar biar papa gendong" kata Yoon Soo. Dia juga memeriksa seluruh tubuh Yoon Soo kecil dan menemukan kalung Yoon Soo berupa tali dengan hiasan cincin tunangan mereka. " ini cincinku selama ini ternyata dia masih menyimpannya " ucap Yoon Soo dalam benaknya.
Nenek Ahn telah menyiapkan barang barang Yoon Soo kecil, satu tas punggung kecil berisi beberapa barang berharga Ji Won dan satu tas agak besar berisi pakaian Yoon Soo kecil.Dia keluar dari kamar membawa kedua tas tersebut.
"apa kau menunggu lama" tanya nenek Ahn pada Yoon Soo. "tidak. aku sedang bermain dengannya dia sangat pintar juga menggemaskan" jawab Yoon Soo yang sedang bermain dengan anaknya. "ya dia anak yang sangat pintar. aku pasti akan sangat merindukannya" ucap nenek Ahn yang berurai air mata.
Yoon Soo kecil yang melihat neneknya menangis berlari memeluknya. "kenapa nenek bersedih" tanya Yoon Soo Kecil. "nenek tak apa. apa nenek boleh memelukmu leboh lama sebelum kau pergi dengan ayahmu " tanya nenek Ahn. "nenek boleh memeluk Yoon Soo. apa dia ayahk " jawab Yoon Soo kecil. "iya aku ayahmu. apa kau mau ikut ayah" ucap Yoon Soo.
"bagaimana dengan nenek" tanya Yoon Soo kecil. "kita bisa mengunjungi nenek tiap minggu jika kamu ingin bertemu dengannya" ucap ayahnya."ya. nenek akan menunggumu disini" kata nenek Ahn. "baiklah nenek harus menunggu Yoon Soo disini aku akan pergi bersama ayah " kata Yoon Soo kecil yang bertingkah seperti orang dewasa. Tanpa keraguan Yoon Soo kecil berangkat bersama ayahnya meninggalkan nenek juga kota Osan menuju ke kota Seoul.
Yoon Soo bersama putranya telah berangkat ke kota Seoul, tiba di Seoul Yoon Soo membawa putranya ke rumah sakit untuk mengecek kesehatan Putranya. Dia juga memeriksakan DNA Yoon Soo kecil untuk memastikan apakah Yoon Soo kecil benar benar putranya sebagai bukti untuk kedua orang tuanya.
Urusan di rumah sakit telah selesai, mereka ke tempat perbelanjaan membeli beberapa pakaian juga mainan untuk Yoon Soo kecil tak lupa juga Yoon Soo membeli mainan untuk Yi Tan. Setelah itu mereka pulang ke rumah keluarga Kim.
Mereka berdua masuk ke rumah, Yoon Soo kecil juga membantu ayahnya membawa beberapa barang. "Ting Tong" bunyi suara bel pintu, pembantu yang mendengarnya segera membuka pintu. "ayo masuk" ajak Yoon Soo pada putranya. "dimana Yi Tan. dia belum pulang?" tanya Yoon Soo pada pembantunya. "biasanya dia di jemput oleh ibu Kwon sepulang sekolah" jawab pembantu.
Yoon Soo melihat jam tangannya "ya sekarang masih jam 4 sore sebentar lagi mereka pulang" ucap Yoon Soo dalam benaknya. Yoon Soo mengantar putranya ke kamar mereka, kamar Ji Won yang tak di pakai setelah Ji won pergi. Dia mengganti pakaian Yoon Soo kecil juga memandikannya. "apa kau ingin ikut ayah menjemput kakakmu" tanya Yoon Soo. "aku punya kakak dimana dia.?" jawab Yoon Soo kecil. "ya kamu punya kakak, namanya Yi Tan dia sedang bersekolah tapi sekarang dia tinggal dirumah neneknya." jawab Yoon Soo. "aku akan ikut bersama ayah" sahut Yoon Soo kecil. "baiklah ayo kita turun kebawah ayah akan menemani kamu makan." ajak Yoon Soo.
Mereka berdua turun. "bibi tolong sediakan makanan untuk Yoon Soo." sahut Yoon Soo pada pembantu. "baik pak" jawab pembantu. karena pembantu tak tahu jika Yoon Soo maksud adalah makanan untuk putranya, pembantu tersebut membawa makanan yang biasa dia sediakan untuknya. Saat pembantu telah selesai menyediakan makan dia memanggil Yoon Soo.
"pak makanannya sudah siap" kata pembantu. "ayo kita makan" ajak Yoon Soo pada putranya. Mereka menghampiri meja makan, Yoon Soo melihat banyak makanan. "kenapa terlalu banyak makan" tanya Yoon Soo. "ini makanan yang biasa bapak makan" jawab pembantu. "aku tak akan makan, hanya Yoon Soo saja yang akan makan" kata Yoon Soo. "Yoon Soo, maksud bapak" tanya pembantu yang kebingungan. "oh ya, maafkan aku. nama anak ini adalah Yoon Soo." jawab Yoon Soo menjelaskan semua. "baik tak apa aku akan ikut makan bersamanya. terima kasih." kata Yoon Soo.
Pembantu meninggalkan mereka makan bersama, selagi Yoon Soo makan Yeong wong tiba di Rumah bersama Sun Hee. Mereka baru pulang dari rumah sakit tempat Yeong Wong terapi berjalan. Sun Hee melihat Yoon Soo sedang makan namun tak melihat Yoon Soo kecil, ia lalu berbicara padanya. "Yoon Soo. kau sudah datang" tanya Sun Hee. Kedua Yoon Soo itu berbalik ke arah Sun Hee seolah mereka berdua yang telah dipanggil. Sun Hee akhirnya melihat Yoon Soo kecil yang sedang makan.
"siapa dia" tanya Sun Hee. "dia. dia Yoon Soo putraku" jawab Yoon Soo. "Yoon Soo. putramu. apa maksudmu." tanya Sun Hee lagi. Yeong Wong yang tadinya sedang beristirahat di ruang keluarga menghampiri meja makan karena mendengar pembicaraan Sun Hee dan Yoon Soo. "ada apa.? apa yang kalian permasalahkan.?" tanya Yeong Wong "ayah, perkenalkan dia Yoon Soo putraku." kata Yoon Soo memberitahu ayahnya.
"apa maksudmu dia putramu, dari mana dia." tanya Yeong Wong. Karena masih belum mempunyai bukti yang kuat jika dia benar benar putranya Yoon Soo memberikan beberapa penjelasan pada orang tuanya. "karena nama kami sama sekarang dia menjadi putraku" jawab Yoon Soo. "kau akan merawatnya" tanya Yeong Wong. "iya kami akan tinggal bersama." jawab Yoon Soo. "apa kau sudah bilang istrimu.?" tanya Sun Hee. "aku akan memberitahunya jika dia pulang." kata Yoon Soo.
Yoon Soo kecil hanya melihat dan mendengar pembicaraan mereka, dia melanjutkan makan dengan lahap. Yeong Wong kembali ke ruang keluarga. "baiklah terserah kamu." kata Sun Hee juga meninggalkan Yoon Soo. Namun dia berhenti dan berbalik lagi. "ibu hampir lupa. kata pamanmu kamu meninggalkan kantor dari pagi. kemana kamu pergi.?" tanya Sun Hee. "aku ada urusan mendadak" jawab Yoon Soo. "jika kau akan pergi setidaknya beritahu aku atau pamanmu." kata Sun Hee berpaling meninggalkan Yoon Soo.
Yoon Soo terus terusan memandangi putranya. "ayo habiskan makananmu, kita akan menjemput kakakmu." kata Yoon Soo. Yoon Soo kecil menghabiskan makanannya, mereka membasuh tangan bersama kemudian pergi bersama menjemput Woo Ri dan Yi Tan.