The Next Of Love

The Next Of Love
24. Belajar Di Sekolah Baru




Malam hari telah larut, Gyul masih berada di jalanan mengayuh sepedanya. Saat di pertengahan jalan dia berhenti di jembatan, duduk bersandar di pinggir penghalang jembatan tersebut. “hari yang sangat melelahkan. Apa aku bisa bertahan seperti ini terus” Ucap Gyul yang sedang memperhatikan kendaraan yang berjalan. Dia kemudian berdiri melihat arus air di bawah jembatan, mengambil batu batu kecil yang ada di sekitarnya, ia melemparkan batu batu itu ke air dan berteriak. “hei apa kau mendengarkan aku ikan ikan yang hidup bebas, aku sangat iri pada kalian” Teriak Gyul dari atas jembatan.


 


Tak lama setelah itu, dia mengambil sepedanya melanjutkan perjalanan pulang, nenek Hae Rim yang khawatir pada Gyul menunggunya di luar rumah. Gyul pun tiba di depan rumahnya sambil mendorong sepedanya. “apa yang nenek lakukan di luar” Tanya Gyul. “aku menunggu kamu, kenapa kau pulang larut malam. Tak seperti biasanya” Jawab Hae Rim. “oh aku singgah di toko buah membelikan nenek buah persik kesukaan nenek” Ucap Gyul. “kau selalu saja mementingkan nenek, tak pernah peduli dengan dirimu” Ucap Hae Rim. “tak apa nek, ayo kita masuk diluar sangat dingin” Ajak Gyul.


 


Gyul menyimpan sepedanya dan masuk bersama neneknya, Gyul langsung bergegas ke kamar mandi sedangkan Hae Rim menyiapkan makan malam untuk mereka. Setelah siap mandi Gyul berganti pakaian dan makan bersama dengan neneknya. “bagaimana besok, apa kau sudah mempersiapkan semua keperluanmu?” tanya Hae Rim. "aku sudah menyelesaikannya, untuk seragam sekolah aku akan membelinya di sekolah” Jawab Gyul.


 


“baiklah, nenek tak bisa mengantar kamu besok. Nenek harus ke pasar” ucap Hae Rim. “tak apa nek. Tapi yang menjadi masalah adalah jarak ke sekolah sangat jauh, aku harus bangun lebih awal dari biasanya” ucap Gyul. “kau bisa naik bus, itu kan memakan waktu sekitar 30 menit lebih cepat dari pada kau naik sepeda” Ucap Hae Rim. “itu akan menghabiskan banyak uang, aku akan tetap naik sepeda, lagi pula hanya satu jam perjalanan saja“ jawab Gyul. “untuk apa uang yang kau tabung itu jika kau tak pernah pakai“ tanya Hae Rim. “itu rahasia nek. Ayo selesaikan makan kita. Aku akan segera tidur agar tak terlambat besok pagi” Ucap Gyul.


 


Keesokan harinya, matahari belum terbit, saat nenek Hae Rim masih tertidur Gyul sudah berangkat ke sekolah dengan sepedanya. Seragam yang ia pakai merupakan seragam lama dari sekolahnya. Gyul tiba di sekolah siswa siswi memperhatikannya karena hanya dia yang datang memakai sepeda, sementara yang lain berjalan kaki bahkan ada yang diantar oleh mobil pribadi.


 


Gyul memarkirkan sepedanya, ia berjalan mengelilingi sekolah mencari ruang guru. Setelah bertanya kepada siswa yang lainnya akhirnya dia menemukannya. Tujuan dia ke ruang guru adalah untuk mendaftarkan diri sebagai siswa pindahan kelas 2 SMA.


 


"permisi, selamat pagi“ ucap Gyul memasuki ruang guru. “ya selamat pagi, ada apa” sahut salah satu guru. "saya Hong Gyul siswa pindahan“ jawab Gyul. Seorang guru bernama Moon Sang In, mendengar percakapanmereka.


 


“oh kamu siswa pindahannya ya“ tanya Pak Moon. "iya pak” jawab Gyul. “mana berkas berkasmu, saya Pak Moon Sang In, wali kelasmu. kamu akan masuk di kelas 2.1.” ucap Pak Moon. “baik pak” Jawab Gyul. “apa kamu belum punya seragam” Tanya Pak Moon. “belum pak” jawab Gyul. “karena kamu adalah siswa yang mendapatkan beasiswa penuh maka kamu akan mendapatkan semua fasilitas” ucap Pak Moon. “terima kasih pak” jawab Gyul.


 


 


siswa yang lain tertawa,  dan  Gyul sedikit tersenyum. "baiklah, sebelum memulai pelajaran. kau harus mengganti bajumu terlebih dahulu. ketua kelas tolong antarkan dia ke ruang perlengkapan" ucap Pak Moon "baik pak" jawab ketua kelas. berdiri menghampiri Gyul. "aku Oh Seng Ju" ucap ketua kelas memperkenalkan diri. "Hong Gyul" ucap Gyul. Seng Ju mengantar Gyul ke ruang perlengkapan untuk mengganti baju


 


Setelah berganti seragam Gyul dan Seng Ju kembali ke kelas mengikuti proses belajar. “kau sudah dapat seragam.” Tanya Pak Moon. “iya pak” Jawab Gyul. “oke kalau begitu ketua kelas silahkan kembali ke kursimu. Dan kamu siswa baru duduk di kursi yang kosong” ucap Pak Moon.


 


Gyul duduk di kursi sebelah kanan paling belakang, di depannya ada seorang siswa yang begitu ceria ingin berkenalan dengan Gyul, ia memutar badannya menghadap Gyul. “hei aku Ji Ho. Apa kau mau jadi temanku.” Tanya Ji Ho. “terserah kau saja” jawab Gyul. “baiklah, kalau begitu kau akan jadi temanku” Ucap ji Ho. “Ji Ho, apa yang sedang kau lakukan? Arahkan pandanganmu ke depan” Tegur Pak Moon.


 


Ji Ho memutar balik badannya, “ kita akan makan bersama nanti” kata Ji Ho. “Bagaimana tugas kalian anak anak, apa ada kesulitan yang kalian temukan.” Tanya Pak Moon. “semuanya terasa sulit pak” jawab Ji Ho. “hahahahhahahaha” semua siswa tertawa kecuali Gyul. “apa tak ada satupun yang bisa kau kerjakan jika diberi tugas.? Gyul karena kamu baru masuk nanti tanyakan pada temanmu tentang tugas rumah yang bapak berikan” ucap Pak Moon. “baik pak” jawab Gyul.


 


“aku akan membantumu mengerjakannya. Ambil ini” ucap Ji Ho memberikan buku tugasnya. “terima kasih“ sahut Gyul mengambil buku itu. “Sekarang kita akan memulai pelajaran persiapan untuk ujian hari senin” ucap pak Moon. “oh tidak seminggu lagi kita akan ujian” ucap Ji Ho. "yaaa ujian ujian..kenapa kita harus ujian” sahut anak anak yang lain. “semuanya tenang. Sekarang waktunya untuk belajar” ucap Pak Moon.


 


Proses belajar mengajar dimulai, semua siswa tampak serius belajar karena tak ingin nilai mereka jelek saat ujian. Bel istirahat berbunyi, pelajaran selesai. “ya. Sampai disini pelajaran hari ini Gyul kamu juga harus sesuaikan pelajaranmu dari sekolah lama ke sekolah yang sekarang” ucap pak Moon. “baik pak” jawab Gyul. “berdiri, ucapkan terima kasih” perintah ketua kelas. “terima kasih pak“ semua siswa mengucapkan terima kasih. “sama sama“ kata Pak Moon meninggalkan kelas.