
Gedung Seng Wong, ruangan Wakil direktur, Gi Bum dan Yoon Soo sedang mengerjakan beberapa file. Yoon Soo terlihat sangat serius dengan pekerjaan barunya.
Saat asik dengan kesibukan-nya, Yoon Soo melihat jam tangannya. "ah melelahkan sekali, hingga aku lupa sekarang sudah jam istirahat" ucap Yoon Soo yang sedang meregangkan tangannya. "Baru lewat lima menit, kau makan apa hari ini" tanya Gi Bum. "Paman akan membayar makananku" tanya Yoon Soo. "Hei uangmu lebih banyak dari paman" sahut Gi Bum. "Baiklah aku akan membayarnya, aku anggap sebagai hadiah kemarin" ucap Yoon Soo, Berdiri membereskan meja. "Paman akan makan banyak kalau begitu" sahut Gi Bum. "Ayo kita ke cafe" seru Yoon Soo dengan nyaring.
Gi Bum dan Yoon Soo keluar dari ruangan mereka berjalan kearah lift, Saat Dalam Lift, "Kapan paman akan ke Busan" tanya Yoon Soo. "Mungkin akhir pekan, ada apa?" Ucap Gi Bum. "Tidak ada. Aku akan merasa sepi jika paman pergi" jawab Yoon Soo. "Hanya tiga hari saja, kau mau ikut" ucap Gi Bum "Sepertinya seru"jawab Yoon Soo.
Lift terbuka, mereka keluar menuju cafe, Sampai ditempat, mereka memesan makanan, namun saat makanan belum tiba, suara dering telepon Yoon Soo berbunyi. "Halo" jawab Yoon Soo. "Halo pak. Apa ini dengan Kim Yoon Soo" tanya seseorang ditelepon. "Iya saya Kim Yoon Soo ada apa?" Tanya Yoon Soo. "Pak Kim Yeong Wong mengalami kecelakaan, sekarang berada di rumah sakit kami di kota Suwon" jawab penelpon. "Bagaimana keadaannya" tanya Yoon Soo dengan panik.
"Keadaannya kritis, kami meminta persetujuan anda untuk operasi" jawab penelpon. "Saya harap lakukan yang terbaik, saya akan kesana sekarang" ucap Yoon Soo. "Baik pak kami akan melakukan yang terbaik" jawab Penelpon mematikan teleponnya. "Apa yang terjadi?" Tanya Gi Bum. "Ayah kecelakaan. Kondisinya kritis" jawab Yoon Soo. "Tunggu apa lagi ayo kita kesana" Gi Bum berdiri mengajak Yoon Soo.
"Pelayan maafkan kami kami ada masalah penting" ucap Gi Bum pada pelayan kafe. Mereka meninggalkan kafe, Gi Bum mengambil mobil, Yoon Soo dan Gi Bum berangkat menuju Rumah sakit yang berada di kota Suwon, dalam perjalanan Yoon Soo menelpon Ibunya.
"Halo Yoon Soo ada apa?" Tanya Sun Hee. "Halo ma, papa kecelakaan sekarang dia lagi di rumah sakit Di kota Suwon" ucap Yoon Soo. "Apa, kenapa bisa?" Tanya Sun He yang panik. "Aku tak tahu, aku sedang menuju kesana bersama paman, mama silahkan menyusul aku akan menelpon Ji Won dan Hwang Yun." Ucap Yoon Soo. "Baik aku akan menelpon bibimu aku akan kesana bersamanya, Yoon Soo lalu menelpon Ji Won.
.Ji Won yang sedang bersama Hwang Yun juga Woo Ri sedang makan siang mereka sedang asik mengobrol, suara ponsel Ji Won berbunyi. "Halo sayang" tanya Ji Won. "Sayang papa kecelakaan sekarang kamu harus ke RS di Suwon segera, aku akan menelpon Hwang Yun." Jawab Yoon Soo dengan suara tersendat sendat karena terkejut."Aku sedang bersama Hwang Yun, kami akan segera kesana" ucap Ji Won. "Baiklah, aku dan paman Gi Bum akan segera tiba, kami akan menunggu" Ucap Yoon soo lalu menutup telepon.
"Ada apa dr. Eun" tanya Woo Ri. "Ayah mertuaku kecelakaan, Hwang Yun ayo kita berangkat" jawab Ji Won. "Maafkan kami dr. kang" ucap Ji Won dan Hwang Yun. "Tak masalah, kalian hati hati juga"sahut Woo Ri. Ji Won dan Hwang Yun Bergegas menuju parkiran, Hwang Yun mengendarai mobil menuju kota Suwon. Disisi lain Sun Hee yang sudah menelpon So Ra mereka telah berangkat bersama ke kota Suwon.
Yoon Soo dan Gi Bum tiba di Rumah sakit kota Suwon, mereka berlari mencari ruangan Yeong Wong. "Suster dimana ruangan pasien yang baru saja kecelakaan?" Tanya Yoon Soo pada suster. "Silahkan tanya ke resepsionis pak" jawab suster.
Mereka masuk lift ke lantai 2, saat berlarian dan panik mencari kamar 117 akhirnya mereka menemukannya. Saat hendak masuk, Mereka dihentikan oleh suster. "Maaf pak dokter sedang melakukan operasi, bapak tunggu disini" ucap suster. "Kami keluarganya" ucap Gi Bum. "Saya tahu pak tapi ini peraturannya,silahkan tunggu" ucap suster. "Baiklah" ucap Gi Bum. Yoon Soo dan Gi Bum duduk di kursi menunggu proses operasi.
Setelah kurang dari 8 jam operasi dokter dan suster keluar. "Bagaimana keadaan ayah saya?" Tanya Yoon Soo. Berdiri dari kursi. "Anda keluarganya" ucap dokter. "Iya, saya anaknya dan dia pamanku" jawab Yoon Soo juga menunjuk Gi Bum. "Baiklah kalian ikut saya ke ruanganku, aku akan menjelaskan semua" ucap dokter. "Sebelumnya bapak harus mengisi berkas ini" ucap suster yang memberi formulir. Yoon Soo kemudian mengisi data di berkas itu lalu menyerahkan ke suster.
Yoon Soo, Gi Bum dan dokter menuju ke ruangan pak dokter, sedangkan suster kembali bekerja. Saat di ruangan, dokter menjelaskan semua yang terjadi. "Kami telah berusaha semaksimal mungkin, Pak Kim mengalami kecelakaan yang sangat parah. Dia mengalami geger otak dan kekurangan banyak darah serta beberapa tulang patah. Untung saja dia cepat diantar ke Rumah sakit" ucap dokter. "Kapan dia akan sadar? Tanya Gi Bum. "Kami tidak tau, keadaannya sangat kritis dia berada diantara hidup dan mati" jawab dokter.
"Hidup dan mati. Apa maksud dokter? Apa dia koma" tanya Yoon Soo. "Ya seperti yang anda pikirkan" jawab dokter. "Apa peluang hidupnya masih besar" tanya Gi Bum. "Semua tergantung dari Pak Kim. Kita hanya bisa menunggu" ucap dokter. "Berapa lama" tanya Gi Bum. "Kita hanya bisa berdoa, dia bisa saja sadar kapan pun, satu bulan, satu tahun atau bahkan puluhan tahun. "Apa dokter tidak bisa melakukannya yang terbaik" teriak Yoon Soo menangis bersedih. "Tenang Yoon Soo" sahut Gi Bum. "Bagaimana aku bisa tenang, ayahku sedang sekarat" ucap Yoon Soo yang terisak menangis. "Kami akan terus melakukan yang terbaik" ucap dokter lalu meninggalkan ruangan.
Yoon Soo menangis dengan keras dan Gi Bum berusaha menenangkan-nya, Mereka keluar ruangan menuju kamar ayahnya dan duduk di kursi tunggu. Hwang Yun dan Ji Won tiba saat hendak masuk mereka melihat So Ra dan Sun Hee dari resepsionis menuju masuk ke lift, Mereka mengejarnya dan masuk bersamaan. Sun Hee terlihat menangis dirangkulan So Ra, lift terbuka. Mereka berjalan keluar dan melihat Gi Bum dan Yoon Soo yang sedang menangis.
Sun Hee berlari menuju Yoon Soo. "Apa yang terjadi nak, bagaimana keadaan ayahmu" Sun Hee berlitut memegang tangan Yoon Soo. "Maaa maaaa papa papaa" Yoon Soo memeluk erat ibunya dan menangis kencang. "Kenapa ? Ayahmu kenapa? Tanya ibunya yang ikut menangis. "Kakak sedang koma tak tahu kapan dia akan sadar" ucap Gi Bum.
Mereka semua kaget mendengar kabar tersebut dan menangis. Tangisan mereka mulai meredah, mereka masih terlihat merenung duduk di kursi. Polisi datang ke rumah sakit dan bertemu keluarga Kim. "Selamat Sore, benar dengan keluarga Kim Yeong Wong" tanya polisi. "Iya benar" jawab So Ra. "Mobil pak Kim yang dikendarai supirnya mengalami kecelakaan. mereka tertabrak oleh truk besar yang supirnya diduga mengantuk lalu jatuh ke jurang. Sopir pak Kim meninggal di tempat sedangkan sopir truk luka yang cukup serius bersama pak kim dilarikan ke rumah sakit" ucap polisi yang menjelaskan kejadian.
Mereka semua kembali terkejut, polisi itu lalu pergi meninggalkan mereka, Park Gi Bum, berpamitan kepada mereka. "Kak Sun Hee, aku harus mengurus pemakaman Pak Jung" kata Gi Bum. "Maafkan kakak, tolong kamu mengurusnya kakak masih ingin menjaga kakakmu" ucap Sun Hee. "Baik aku pergi dulu, So Ra, Hwang Yun jaga mereka baik baik." Jawab Gi Bum. "Hati hati sayang" ucap So Ra. "Terima kasih paman" ucap Yoon Soo. Gi Bum bergegas ke rumah duka untuk mengurus semua proses pemakaman. Keesokan harinya mereka semua ke rumah duka memberikan penghormatan.