
Kelompok belajar Gyul bersama Han Ni, Ji Ho dan Ji Lu berjalan dengan baik, mereka selalu belajar bersama di selang jam pelajaran dan juga di jam pulang sekolah. Suatu hari Han Ni penasaran tentang kehidupan Gyul dia pun ingin mengikuti Gyul pulang ke rumahnya. Dengan perasaan sedikit canggung akhirnya Gyul pulang bersama dengan Han Ni naik bus, Han Ni sangat senang karena itu merupakan pertama kalinya baginya naik bus.
Setelah berangkat dengan bus akhirnya mereka tiba di rumah Gyul, Hae Rim menyapa mereka dan membuatkan makanan untuk mereka. Setelah selesai makan mereka beristirahat dan belajar bersama, selang beberapa waktu Gyul bersiap untuk berjualan es krim, Han Ni ikut bersamanya. Gyul mulai berjualan dekat taman tempat dia tinggal, banyak anak anak yang menghampiri Gyul untuk membeli es krim.
Saat anak anak mulai berkumpul di dekat Gyul, dia melihat ada seorang anak yang berada di seberang jalan terus melihat ke arah Gyul. Anak itu sepertinya ingin membeli es krim tapi dia tak memiliki uang. Gyul memanggil anak itu dan memberikan es krim kepadanya. "hai kesini" ucap Gyul sambil melambaikan tangannya. Anak itu menghampiri Gyul, "ini untukmu" ucap Gyul memberi es krim pada anak itu. "terima kasih" ucap anak itu dan dia pun pergi setelah mendapatkan es krim.
Dari kejauhan, Han Ni yang sedang duduk di bawah pohon terus memandangi Gyul, "dia sangat tampan dan juga baik" ucapnya dengan suara yang pelan, namun dia kaget mendengar ucapannya,"apa yang baru saja aku katakan" ucapnya lagi. Han Ni berdiri dan berjalan menghampiri Gyul, "apa es krim nya masih ada? aku ingin membeli satu" tanya Han Ni. Gyul menoleh padanya dan tersenyum kecil, "maaf es krim nya telah laku semua" jawab Gyul.
Gyul mendorong sepedanya mendekati Han Ni yang sedang berjalan mendekatinya, dan saat mereka bertemu Gyul mengambil sepotong es krim untuk Han Ni. "ini untukmu" ucap Gyul. "kau bilang sudah habis" ucap Han Ni mengambil es krim itu. "aku menyisahkan satu untukmu" ucap Gyul. "terima kasih, tapi mana es krim untukmu" ucap Han Ni. "aku sudah banyak makan es krim" kata Gyul sambil tersenyum.
Mereka berjalan pulang melewati jalan, Gyul melihat pohon tempat dia selalu beristirahat. "ayo kita mampir disini" ajak Gyul. "pohon apa ini?" tanya Han Ni. "dia adalah temanku namanya forget" ucap Gyul. Han Ni tertawa mendengar ucapan Gyul, "kau memang aneh berteman dengan pohon" ucap Han Ni. "hahaha. ya aku jarang memiliki teman dan pohon ini tempat dimana aku selalu melampiaskan isi hatiku, pohon ini juga tempat dimana aku membuang semua kenangan yang ingin aku hilangkan" ucap Gyul.
Han Ni makin penasaran tentang kehidupan Gyul, dia mulai bertanya tanya tentangnya. "apa ada kenangan yang ingin kau hilangkan" tanya Han Ni. "banyak, namun ketika aku datang kesini aku mulai teringat lagi" jawab Gyul. "kenapa kau ingin menghilangkan kenangan itu" tanya Han Ni. "tak ada alasan khusus, apa kau ingin liat sesuatu" ucap Gyul. "apa" tanya Han Ni,
Gyul lebih mendekat ke pohon itu, dia menggali tanah di dekat pohon itu, di dalamnya ada sebuah kotak berisi barang barang yang Gyul timbun. "ini adalah beberapa kenangan yang ingin aku hilangkan" ucap Gyul. "apa aku boleh membukanya" tanya Han Ni. "tentu kau boleh melihat isinya" kata Gyul, dia juga memberi kotak itu pada Han Ni. Han Ni membuka penutup kotak itu dia melihat ada beberapa barang salah satunya adalah foto yang telah sobek namun ada wajah seorang pria, "siapa yang berada di foto ini" tanya Han Ni.
Han Ni mengembalikan kotak itu pada Gyul, dia juga membantu Gyul menimbun kembali kotak itu dan setelah itu Gyul dan Han Ni pulang ke rumah neneknya. Karena hari sudah gelap mereka membersihkan diri setelah itu Gyul mengantar Han Ni pulang ke rumahnya. Sesudah mengantar Han Ni, Gyul kembali ke rumahnya melakukan aktivitas seperti biasanya.
Hari kembali berganti mereka kembali pergi ke sekolah belajar bersama, makan dan juga pulang bersama, hal itu terus mereka lakukan. Beberapa Bulan kemudian Siswa SMA Shinwa kembali melaksanakan ujian semester pertama, selama satu minggu mereka melaksanakan ujian. Ujian yang berlangsung selama satu minggu itu pun berakhir, kini semua siswa menerima hasil ujian mereka.
Nilai para siswa terpampang di papan pengumuman sekolah, semua siswa mulai berkumpul di dekat papan pengumuman untuk melihat nilai mereka. Gyul dan teman kelompok belajarnya juga berada di sana, mereka mulai mencari nama mereka masing masing. Gyul tetap menjadi siswa dengan nilai terbaik, seng Ju berada di peringkat ke 5 turun dari peringkat sebelumnya. nilai yang mengejutkan diraih oleh Han Ni dia berada di peringkat 38, Ji Ho peringkat 42 dan Ji Lu berada di peringkat 50.
"kau hebat Gyul, kau masih berada di peringkat pertama" ucap Ji Ho. "bagaimana denganmu" tanya Gyul. "aku belum mencarinya, aku terakhir saja biarkan dua orang ini mencari terlebih dahulu" ucap Gyul. "aku akan membantu mencari namamu" ucap Gyul. Saat Gyul hendak mencari nama Ji Ho, rupanya Han Ni telah menemukan namanya, "ya aku berhasil masuk 50 besar terima kasih Gyul" ucap Han Ni dia juga langsung memeluk Gyul.
"iya sama sama, lepaskan aku" ucap Gyul yang merasa malu. "maafkan aku" sahut Han Ni. "aku juga berhasil aku di peringkat 50 terima kasih Gyul" ucap Ji Lu dia juga ingin memeluk Gyul tapi ditarik oleh Ji Ho. "tak usah memeluknya" ucap Ji Ho menari baju Ji Lu. "lepaskan" bentak Ji Lu. "kau di peringkat 42" ucap Gyul pada ji Ho. "benarkah" Ji Ho melihat namanya, "aku naik 5 peringkat" teriak Ji Ho.
Belakangan ini Seng Ju jarang bergabung dengan Tim Gyul karena dia merasa cemburu padanya namun dia juga masih sering bertemu Han Ni dan Ji Lu di luar sekolah, dia hanya menghindari mereka ketika di sekolah. Seng Ju yang juga melihat nilainya merasa kesal dengan nilai yang dia raih, dia turun 2 peringkat dari sebelumnya. Seng Ju dengan segera meninggalkan papan pengumuman, dia langsung menuju ke kelasnya.