The Next Of Love

The Next Of Love
28. Ujian Kenaikan Kelas




Satu minggu kemudian sejak Gyul masuk ke sekolah, ujian semester kenaikan kelas akan dilaksanakan besok hari senin. Di malam hari Gyul belajar sampai larut malam mempersiapkan diri untuk ujian besok. Hari telah pagi Gyul berangkat Ke sekolah seperti biasa di saat matahari belum tiba, menggunakan sepeda kesayangannya.


 


Ji Ho telah menunggu Gyul di depan gerbang sekolah, saat Gyul tiba dia melihat Ji Ho mondar mandir di depan pintu. Gyul turun dari sepeda dan berjalan menghampiri Ji Ho. “ada apa denganmu dari tadi kau mondar mandir” tanya Gyul. “syukurlah kau datang” jawab Ji Ho. “ayo kita masuk” ucap Ji Ho menarik tangan Gyul. Gyul menarik tangannya, “lepaskan” ucap Gyul. “ sebenarnya ada apa” tanya Gyul. Ji Ho melepaskan tangan Gyul, “ bantu aku belajar aku tak sempat belajar semalam” ucap Ji Ho. “baiklah, ayo kita ke kelas” ucap gyul.


 


Gyul menyimpan sepedanya ke tempat parkir lalu masuk ke kelas untuk belajar bersama Ji Ho. Sampai di kelas, Gyul dan Ji ho belajar hingga jam masuk ujian dimulai. Setelah Ujian pertama selesai mereka pulang bersama dan belajar selama masa ujian. Ujian akan berlangsung selama 5 hari, maka dari itu Gyul dan Ji Ho menghabiskan waktu mereka dengan belajar. Rumah Ji Ho merupakan tempat mereka belajar karena Gyul tak memiliki ruangan yang besar di rumahnya juga sangat jauh. Selama ujian berlangsung Gyul tinggal di rumah Ji Ho dan tak pernah lagi berjualan es krim.


 


ujian kenaikan kelas yang berlangsung selama 5 hari telah selesai. Ji Ho dan Gyul keluar kelas, “ah melelahkan sekali” ucap Ji Ho sambil meregangkan tangannya. “ayo kita ke kantin” ajak Ji Ho. “ya aku sangat lapar” ucap Gyul bergegas ke kantin. “bukankah kau makan banyak di rumahku” tanya Ji Ho. “aku menghabiskan banyak energi dalam ujian ini.” Ucap Gyul.


 


Mereka ke kantin namun di sana sudah ada Han Ni, Seng Ju dan juga Ji lu yang sedang mengantre mengambil makanan. “aku harus makan banyak hari ini, energi di tubuhku habis selama ujian” ucap Ji Lu. “bukankah kau setiap hari hanya bisa makan” sahut Ji Ho dari belakang antrean. Ji Lu yang mendengar suara itu, berbalik ke asal suara itu, “apa kau bilang” tanya Ji Lu. “hai tampan" ucap Ji Lu yang melihat Gyul di belakang Ji Ho.


 


Han Ni dan Seng Ju berbalik, “bagaimana ujianmu” tanya Seng ju pada Gyul. “sangat gampang” sahut Ji Ho. “aku bertanya padanya” ucap Seng Ju.“aku, sangat menyulitkan.” sahut Gyul. “hei kenapa kalian selalu mengabaikanku, ketika berbicara” sahut Ji Ho.


 


Setelah mengantre makanan mereka semua makan di meja yang sama sambil bercerita. Namun Gyul dan Han Ni lebih banyak diam daripada berbicara. “hai namamu Gyul kan.?” Tanya Ji Lu pada Gyul. Gyul berhenti makan sejenak, “ya. Hong Gyul.” Jawabnya. “kenapa namamu Gyul” tanya Ji Lu lagi padanya. Ji Ho yang dari tadi sibuk makan menjawab tiba tiba pertanyaan itu, “dia di temukan saat sedang membawa jeruk satu kantong besar” ucapnya.


 


 


“jadi selama ini kau di asuh oleh nenekmu” tanya Ji Lu. “ya” jawab Gyul dengan singkat. “apa kau masuk disini dengan bantuan sosial” tanya Ji Lu lagi yang semakin penasaran. “ya” jawab Gyul. “dia mendapatkan beasiswa, dia sangat pintar” sahut Ji Ho. “benarkah” tanya Seng Ju. “ah tidak,. Aku tak pintar” jawab Gyul sedikit gugup.


 


Seusai makan mereka semua berpamitan pulang, kini Gyul berencana kembali ke rumahnya. Hari ini Gyul dan Ji Ho naik bus pulang ke rumah, karena Orang Tua Ji Ho tak sempat menjemput mereka. “apa yang kau akan rencanakan besok” tanya Ji Ho pada Gyul. “besok” jawab Gyul. “ya, besok akhir pekan apa kau punya rencana.?” Tanya Ji Ho. Gyul memalingkan pandangannya ke luar jendela melihat kendaraan , “sepertinya besok aku harus berjualan dan membantu nenekku” jawab Gyul. “apa aku boleh mengunjungi nenekmu” tanya Ji Ho.


 


Gyul yang dari tadi sedang melihat keluar jendela, berbalik melihat Ji Ho. “boleh saja, tapi itu sangat jauh.” Ucapnya. Bus berhenti di halte dekat rumah Ji Ho, mereka turun dan berjalan ke rumah Ji Ho. Orang tua Ji Ho belum pulang dari kerja, Gyul mengambil barang barangnya lalu berpamitan pulang pada Ji Ho. “sampaikan salamku pada orang tuamu” ucap Gyul keluar dari rumah. “ya” jawab Ji Ho, menutup pintu masuk ke kamarnya beristirahat.


Gyul pulang ke rumahnya menggunakan sepedanya, melewati jalan yang sering ia lalu. Di tengah perjalanan dia berhenti di jembatan, seperti biasa yang sudah menjadi kebiasaannya. ia selalu melihat air dibawah jembatan, berbicara pada ikan seolah teman dekatnya. “ikan kalian merindukan aku, sudah hampir seminggu aku tak mampir” teriaknya dari atas jembatan. “kalian tak mendengarkan aku, apa kalian lupa padaku.” Teriaknya lagi.


 


Jelas saja ikan itu tak membalas teriakan Gyul, “baiklah aku akan meninggalkan kalian” seolah mengerti Gyul melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah. Sebelum sampai di rumah dia singgah ke toko buah membeli buah persik kesukaan neneknya. Saat tiba nenek Hae Rim sedang menyapu halaman depan rumah mereka. "selamat sore nek" sapa Gyul pada neneknya. "kau sudah pulang" sahut nenek Hae Rim.


 


Gyul memberikan buah persik pada neneknya, "ini untuk nenek" ucapnya. Nenek Hae Rim berhenti menyapu dan menyimpan sapu itu di dinding, "apa ini" tanya Nenek Hae Rim mengambil bungkusan yang di berikan Gyul. "buah persik" jawab Gyul. Nenek Hae Rim membuka bungkusan itu, "kau selalu saja membelinya" ucap Nenek Hae Rim. "aku tahu nenek sangat suka, aku akan masuk" ucap Gyul Masuk ke dalam rumah. "aku akan menyiapkan makanan untuk mu." ucap Nenek Hae Rim yang juga ikut masuk.