
" jadi jangan menyalah kan dirimu sendiri " menepuk bahu Amara dan menatap mata Amara
" baiklah sekarang aku akan naik ke atas " menjauh dari Darren
" kenapa aku merasa sangat nyaman berada di pelukan Amara aku jadi heran " bicara dengan diri nya sendiri
setelah itu Darren masuk ke kamar nya dia memesan makanan online karena Amara tidak jadi memasak
" ayo semua nya turun apakah kalian tidak akan makan " merapikan makanan di meja
" baiklah ibu akan turun " ibu Darren turun dan menghampiri meja makan
" dimana Vero dan Amara apakah mereka tidak makan " melirik ke seluruh rumah dan tidak melihat Vero dan Amara
" sudah lah ibu mereka akan turun , ayo kita makan " duduk
" apakah kau sudah baik lah lalu bagaimana dengan Vero " menatap Darren yang sedang makan
" ntah lah ibu Vero belum mendatangi ku , jika nanti dia makan aku akan minta maaf " melirik sedih makanan nya
" selamat makan semua nya , wahhh ada nasi goreng " Vero turun dan mulai makan bersama
"Vero " menatap Vero dengan tatapan serius
" hmmm ada apa kenapa kau menatap ku " heran karena Darren menatap nya dengan aneh
"maaf atas kesalahan yang telah aku lakukan " meminta maaf karena dia merasa kalau dia lah yang salah
" sudah lah tidak usah di pikir kan , lagian aku juga sedang emosi " menatap Darren dan menepuk pundak nya
"benar kah Vero, ahhhh kau adalah abang ku , aku sayang pada mu " memeluk cari
" aku juga " mengelus kepala Darren
" ibu sudah selesai " meningal kan meja makan naik ke atas
" tapi di mana Amara apakah dia tidak makan " Vero tidak melihat Amara
" mungkin dia berada di kamar nya " Darren bicara sambil mengangguk
" hmmm mungkin juga " seolah olah mengerti dengan apa yang di katakan Darren
telpon Darren pun berdering dan ia menerima nya setelah dia berbicara dia langsung keluar dan berpamitan dengan Vero , Darren kelihatan sangat buru buru
" ada berita apa " masuk dan langsung duduk
" begini bos , saingan kita yaitu geng Devano telah mengambil semua orang orang kita " ucap salah satu orang kepercayaan Darren
" apa katamu , dia mengambil semua orang orang ku " sentak langsung berdiri
" iya , dia juga telah mengetahui orang yang kau sukai " bicara dengan tegas
" apa , orang yang aku sukai tapi siapa orang nya " mulai berfikir
" baiklah aku pergi dulu " orang kepercayaan Darren pun pergi
" siapa dia perasan aku belum menyukai siapa siapa " berfikir keras
" haii sahabat ku sudah lama tidak berjumpa " Iqbal tiba-tiba masuk ke ruangan Darren
" sahabat cuihh , siapa yang kau sebut sahabat " seolah olah meludah dan langsung berdiri
" apakah kau sudah mendapat kan kabar terbaru tentang aku " duduk di kursi Darren
" kabar apa maksud mu jika kau tidak memancing ku maka aku akan tetap diam " menunjuk Devano dengan amarah nya
" aku tidak akan datang ke sini apabila kau tidak keluar dari geng ku " menunjuk anak buah nya
" jadi apa maksud kedatangan mu " mendekati Devano
" apakah kau tidak mendengar berita bahwa polisi yunani tidak bisa menangkap ku dan kau kau malah mengancam ku " menaikan alis nya senyum dengan sombong nya
" mereka polisi dan aku , aku adalah mafia sama seperti mu " menunjuk Darren dan senyum ganas
" aku tau kau adalah mafia tapi , aku juga tau kelemahan mu " meremehkan Devano
" sudah lah dari pada aku membuang waktu ku lebih baik aku pergi " berdiri
" yaa bagus , kau seperti jelangkung datang tidak diundang dan pulang tidak di antar " senyum ganas
" apakah kau sudah melupakan kekasih lama mu " menghentikan langkah nya
" apa maksud mu " berbalik dan melihat Devano
" tidak mungkin kau tidak mengerti " membalik kan badan nya , sekarang Darren dan Devano saling berhadapan
" kau pikir aku masih ingin mengenang masa masa yang buruk itu " menaikan alis nya dan memiringkan kepala nya
" apakah karena kau keluar dari geng ku kau juga melupakan mantan kekasih mu itu apakah mungkin " menatap Darren dengan santai
" hahahahah mendengar nya saja membuat aku bosan , bagi ku dia hanya orang yang sama dengan mu PENGHIYANAT " menebal kan sambil mengeras kan perkataan nya
" yayayya mungkin kau anggap kami seperti itu " menatap ke bawah sambil menunduk
" kau sadar " menaikan alis nya
" bagaimana dengan Amara apakah kau menyukai nya " mengangkat kepala nya dan menatap tajam Darren
" apa yang kau ketahui tentang dia " emosi
" sabar bro sabar , nanti kau akan tau " pergi
" apa yang sedang di rencana kan nya " berfikir keras
Darren yang sedang berfikir sendirian di dala ruangan nya yang tenang sedangkan jin yang khawatir karena Amara yang tidak makan
"Amara apakah kau di dalam " mengetok pintu Amara
" iya , Vero sebentar " berjalan membuka kan pintu
" apakah kau tidak lapar ayo makan " mengajak Amara untuk makan
" hmmm aku kurang selera makan Vero " menatap Vero
" baiklah bagaimana kalau kita makan ini " menunjuk kan sesuatu yang di bawa nya
" apa itu , wahhh apakah oppa memasak nya " melihat kotak yang di bawa Vero
" iya bagaimana apakah kau ingin memakan nya " mengajak Amara agar mau makan
" tentu saja kenapa tidak jika itu makanan dari mu " senyum kepada Vero
" baiklah ayo kita turun dan makan di taman " mengandeng tangan Amara
" ini makan lah " duduk dan membuka kontak yang di bawa nya
" wahhh nasi goreng aku menyukai nya , kelihatan nya sangat enak " melihat ke dalam kotak yang di bawa Vero
" kau harus menghabis kan nya " menatap Amara
" baiklah Vero , apakah kau mau menjadi Abang ku " menatap Vero dengan penuh harapan
" hmmm baiklah aku setuju " menatap Amara
padahal Vero ingin menjadi pacar Amara dan bukan Abang nya tapi Vero merasa jika sudah menjadi Abang nya maka akan mudah menjadi pacar Amara menurut Vero , untuk sekarang seperti nya Amara belum menyukai siapa-siapa jadi dia akan aman untuk saat ini