The Mafia is my husband

The Mafia is my husband
09



" jadi jangan menyalah kan dirimu sendiri " menepuk bahu Amara dan menatap mata Amara


" baiklah sekarang aku akan naik ke atas " menjauh dari Darren


" kenapa aku merasa sangat nyaman berada di pelukan Amara aku jadi heran " bicara dengan diri nya sendiri


setelah itu Darren masuk ke kamar nya dia memesan makanan online karena Amara tidak jadi memasak


" ayo semua nya turun apakah kalian tidak akan makan " merapikan makanan di meja


" baiklah ibu akan turun " ibu Darren turun dan menghampiri meja makan


" dimana Vero dan Amara apakah mereka tidak makan " melirik ke seluruh rumah dan tidak melihat Vero dan Amara


" sudah lah ibu mereka akan turun , ayo kita makan " duduk


" apakah kau sudah baik lah lalu bagaimana dengan Vero " menatap Darren yang sedang makan


" ntah lah ibu Vero belum mendatangi ku , jika nanti dia makan aku akan minta maaf " melirik sedih makanan nya


" selamat makan semua nya , wahhh ada nasi goreng " Vero turun dan mulai makan bersama


"Vero " menatap Vero dengan tatapan serius


" hmmm ada apa kenapa kau menatap ku " heran karena Darren menatap nya dengan aneh


"maaf atas kesalahan yang telah aku lakukan " meminta maaf karena dia merasa kalau dia lah yang salah


" sudah lah tidak usah di pikir kan , lagian aku juga sedang emosi " menatap Darren dan menepuk pundak nya


"benar kah Vero, ahhhh kau adalah abang ku , aku sayang pada mu " memeluk cari


" aku juga " mengelus kepala Darren


" ibu sudah selesai " meningal kan meja makan naik ke atas


" tapi di mana Amara apakah dia tidak makan " Vero tidak melihat Amara


" mungkin dia berada di kamar nya " Darren bicara sambil mengangguk


" hmmm mungkin juga " seolah olah mengerti dengan apa yang di katakan Darren


telpon Darren pun berdering dan ia menerima nya setelah dia berbicara dia langsung keluar dan berpamitan dengan Vero , Darren kelihatan sangat buru buru


" ada berita apa " masuk dan langsung duduk


" begini bos , saingan kita yaitu geng Devano telah mengambil semua orang orang kita " ucap salah satu orang kepercayaan Darren


" apa katamu , dia mengambil semua orang orang ku " sentak langsung berdiri


" iya , dia juga telah mengetahui orang yang kau sukai " bicara dengan tegas


" apa , orang yang aku sukai tapi siapa orang nya " mulai berfikir


" baiklah aku pergi dulu " orang kepercayaan Darren pun pergi


" siapa dia perasan aku belum menyukai siapa siapa " berfikir keras


" haii sahabat ku sudah lama tidak berjumpa " Iqbal tiba-tiba masuk ke ruangan Darren


" sahabat cuihh , siapa yang kau sebut sahabat " seolah olah meludah dan langsung berdiri


" apakah kau sudah mendapat kan kabar terbaru tentang aku " duduk di kursi Darren


" kabar apa maksud mu jika kau tidak memancing ku maka aku akan tetap diam " menunjuk Devano dengan amarah nya


" aku tidak akan datang ke sini apabila kau tidak keluar dari geng ku " menunjuk anak buah nya


" jadi apa maksud kedatangan mu " mendekati Devano


" apakah kau tidak mendengar berita bahwa polisi yunani tidak bisa menangkap ku dan kau kau malah mengancam ku " menaikan alis nya senyum dengan sombong nya


" mereka polisi dan aku , aku adalah mafia sama seperti mu " menunjuk Darren dan senyum ganas


" aku tau kau adalah mafia tapi , aku juga tau kelemahan mu " meremehkan Devano


" sudah lah dari pada aku membuang waktu ku lebih baik aku pergi " berdiri


" yaa bagus , kau seperti jelangkung datang tidak diundang dan pulang tidak di antar " senyum ganas


" apakah kau sudah melupakan kekasih lama mu " menghentikan langkah nya


" apa maksud mu " berbalik dan melihat Devano


" tidak mungkin kau tidak mengerti " membalik kan badan nya , sekarang Darren dan Devano saling berhadapan


" kau pikir aku masih ingin mengenang masa masa yang buruk itu " menaikan alis nya dan memiringkan kepala nya


" apakah karena kau keluar dari geng ku kau juga melupakan mantan kekasih mu itu apakah mungkin " menatap Darren dengan santai


" hahahahah mendengar nya saja membuat aku bosan , bagi ku dia hanya orang yang sama dengan mu PENGHIYANAT " menebal kan sambil mengeras kan perkataan nya


" yayayya mungkin kau anggap kami seperti itu " menatap ke bawah sambil menunduk


" kau sadar " menaikan alis nya


" bagaimana dengan Amara apakah kau menyukai nya " mengangkat kepala nya dan menatap tajam Darren


" apa yang kau ketahui tentang dia " emosi


" sabar bro sabar , nanti kau akan tau " pergi


" apa yang sedang di rencana kan nya " berfikir keras


Darren yang sedang berfikir sendirian di dala ruangan nya yang tenang sedangkan jin yang khawatir karena Amara yang tidak makan


"Amara apakah kau di dalam " mengetok pintu Amara


" iya , Vero sebentar " berjalan membuka kan pintu


" apakah kau tidak lapar ayo makan " mengajak Amara untuk makan


" hmmm aku kurang selera makan Vero " menatap Vero


" baiklah bagaimana kalau kita makan ini " menunjuk kan sesuatu yang di bawa nya


" apa itu , wahhh apakah oppa memasak nya " melihat kotak yang di bawa Vero


" iya bagaimana apakah kau ingin memakan nya " mengajak Amara agar mau makan


" tentu saja kenapa tidak jika itu makanan dari mu " senyum kepada Vero


" baiklah ayo kita turun dan makan di taman " mengandeng tangan Amara


" ini makan lah " duduk dan membuka kontak yang di bawa nya


" wahhh nasi goreng aku menyukai nya , kelihatan nya sangat enak " melihat ke dalam kotak yang di bawa Vero


" kau harus menghabis kan nya " menatap Amara


" baiklah Vero , apakah kau mau menjadi Abang ku " menatap Vero dengan penuh harapan


" hmmm baiklah aku setuju " menatap Amara


padahal Vero ingin menjadi pacar Amara dan bukan Abang nya tapi Vero merasa jika sudah menjadi Abang nya maka akan mudah menjadi pacar Amara menurut Vero , untuk sekarang seperti nya Amara belum menyukai siapa-siapa jadi dia akan aman untuk saat ini