The Mafia is my husband

The Mafia is my husband
18



" apakah ini sudah semua " ibu Darren memeriksa barang barang yang di beli oleh viona


" iya , aku akan siap siap " naik ke atas


" baiklah , jika sudah siap kita langsung berangkat " teriak dari bawah


setelah mereka berdua siap siap mereka langsung berangkat ke rumah sakit untuk melihat keadaan Darren apakah sudah bisa di operasi atau masih butuh waktu lagi


ternyata keadaan Daren masih belum bisa di operasi karena kondisi tubuh Darren yang masih lemah dan jika operasi di lakukan sekarang maka kemungkinan besar operasi nya akan gagal jadi Daren harus menunggu selama satu minggu


setelah berunding tetang operasi Darren akhir nya ibu Darren membawa Darren ke london dan operasi nya akan di lakukan di london saja dan mereka akan berangkat besok


" apa saja yang perlu di beli " mendekat ke arah ibu Darren


" beli saja obat dan beberapa pasang pakaian untuk Darren " membereskan barang barang


" baiklah " bersiap siap untuk pergi


" Vero kau mau kemana " turun


" kenapa kau turun kau harus nya istirahat saja kau kan akan berangkat besok " menghampiri Darren


" aku ingin susu pisang tolong belikan beberapa " memohon


" baiklah akan aku berikan " mendudukkan Darren di sofa


" Vero ayo kita berangkat " viona yang datang


" viona kau tingal di kamar Vero, lalu bagi kau akan tidur dimana " ibu Darren heran


" hmmmm ak .. aku hanya " terpotong karena Darren


"sekarang aku harus memanggil viona dengan sebutan kakak ipar, kakka ipar sudah lama tingal di kamar Vero " sekarang Daren sudah bisa bercanda


" benar kah apakah kalian " curiga


" tidak , viona tidur di kamar dan aku di ruang tamu kami tidak sekamar " mengacak acak rambut Darren


" bohong ibu mereka bohong " main main


" sudah lah kami berangkat dulu " merangkul viona untuk pergi


" hekm hekm " batuk jahil Darren


Viona dan Vero pergi untuk belanja barang barang keperluan Daren dan ibu nya. di jalan viona menceritakan kalau dia sempat bertemu dengan Amara, membujuk dan sudah menceritakan keadaan Darren tapi Amara masih tidak mau bertemu dengan Darren


" ibu hidup kan tv nya aku bosan " merebah kan tubuh nya di sofa


" baiklah " menyalakan tv


" ibu kalau Vero menikah dengan viona apakah ibu akan setuju " tiba tiba membahas hal hal aneh


" tentu saja dia juga kan anak ini " terceplos


" apa , anak ibu " bigung plus kaget


" tidak ibu salah ngomong " mengelak dan ingin pergi


" tolong jelas kan ibu ! " berteriak


" Darren ibu sudah bilang kalau ibu salah ngomong " berteriak


" Darren mau ibu jujur itu aja , apa maksud perkataan ibu " menangis


"Darren , ibu mohon jangan seperti ini " turun lagi dan menghampiri Darren


" jelas kan ibu " menatap tajam ibu nya


akhir nya ibu Darren menjelas kan kalau mereka ada lah kakak beradik yang beda ayah , waktu pernikahan ibu Darren dengan ayah nya Vero di titip kan kepada pengasuh di amerika selama 28 tahun


setelah Vero berumur 18 tahun , Vero di berikan tanggung jawab untuk melanjut kan usaha ayah nya maka nya Vero memeliki usaha yang sangat besar di amerika dan ke korea hanya untuk memastikan kalau adi nya baik baik saja dan tumbuh dengan baik


" jadi Vero " menangis


" iya , dia adalah abang mu dia yang mengawasi mu selama dia di Amerika " menjelas kan semua nya


" apa , kenapa Vero tidak bilang apa apa " kaget


" dia tidak mau kalau kau tau tentang semua kisah ini " menjelas kan


" dia sangat baik , pantas saja dia sangat mengenal ku " mengais


" kami pulang " Vero dan viona masuk


" aada apa kenapa kau menangis " membalas pelukan Darren


" aku sudah tau semua nya " menangis di pelukan Vero


" ap ... apa maksud nya " menatap ibu nya


" iya ibu sudah cerita kan semua nya " menghapus air mata


" jadi kita adalah adik kakak kenapa kau tidak bilang " menangis


" Darren " mengerat kan pelukan kan nya


" hmmmm anak anak ku " menangis melihat Darren dan Vero


" ibu " viona menghampiri ibu Darren dan Vero lalu memeluk nya


mereka sangat bahagia terutama Darren dia merasa sangat bahagia karena Vero adalah Vero Abang nya yang sebenar nya namun luka di hati Darren masih basah


" aku tidak mau ke london " ucap Darren


" apa ! " mereka bertiga serentak


" kenapa " ibu Darren kaget


" aku akan melakukan operasi di sini di korea bersama Vero dan viona " menatap Vero dan viona


" baiklah kita akan lakukan operasi di sini " menurut


" hmmm baiklah " viona berdiri


" mau kemana " Vero melihat viona yang berdiri


" aku mau mandi " viona menatap Vero lalu pergi


" kapan kalian akan menikah aku ingin pesta " Darren asal ngomong


" benar kapan " ibu nya ikut ikutan


" tanya ha ni saja ibu " malu malu


" laahh apaan sih " malu


" ini , pakaian kan " memberikan cincin kepada Vero dan menyuruh memakai kan nya kepada viona


" apa ini ibu " bigung


" sebaik nya kalian tunangan dulu iyakan Darren " menatap Darren


" benar ayolah Vero kenapa harus malu malu "


akhir nya tanpa mereka berdua sadari rasa mereka sudah tumbuh dan sekarang manjadi cinta dan Vero dan viona udah tunangan walau hanya keluarga yang melihat nya , sekali lagi Darren bahagia dia tersenyum walau dia merasa sakit


" Darren sedang apa dia " menghampiri Darren


" sedang apa kau " menepuk pundak Darren


" Vero " lesuh


" apa ini , apakah kau sakit " menatap Darren


" tidak " tidur di bahu Vero


" lalu kau kenapa " menghibur Darren


" aku ingin melihat Amara sebelum aku melakukan operasi " tiba tiba saja


" apa , kau yakin ingin melihat nya " kaget


" melihat nya saja tidak masalah kan " menatap Vero


" hmmm baiklah , aku akan masuk kau juga jangan lupa untuk istirahat " masuk


Darren masih duduk di sana dan menatap langit sambil membayang kan tentang kenangan kenangan yang ia lalui bersama Amara dia berfikir kenapa harus seperti ini aku bertemu dengan Amara dan menyukai nya aku belum sempat mengatakan perasaan ku tapi dia sudah membenci ku apakah aku memang sejahat itu tanpa Darren sadari air mata nya menetes


" apa ini apakah hujan " Amara yang duduk di teras rumah sambil menatap langit


" sebaik nya aku masuk saja " masuk


sampai di kamar Amara memainkan hp nya yang melihat foto Darren yang berada di sosmed Amara merasa kalau dia sudah sangat kejam kepada Darren apakah aku harus memaafkan nya lagian kan anak buah nya yang menyiksa ayah bukan dia , ayah juga bilang kalau maaf kan saka dia aku tidak bisa membohongi perasaan ku apa yang harus aku lakukan , kenapa aku berada dalam masalah serumit ini , hal itu yang slalu terlintas di pikiran Amara