The Mafia is my husband

The Mafia is my husband
14



" kenapa kau menelpon ku apakah kau sudah siap untuk menerima serangan dari ku " Darren yang merasa aneh karena tidak biasa nya Devano menelpon


" sebaik nya kau persiapkan diri mu untuk kejutan yang akan aku berikan " Devano langsung mematikan telpon nya


" ada apa dengan orang gila satu ini " memasuk kan hp nya dan turun


" Vero kau sedang apa ? " melihat Vero yang sedang kebingungan


" Amara dan viona belum juga pulang kemana mereka " khawatir


" benar kah , kemana mereka , kenapa lama sekali " kaget


" hmmmm padahal mereka tidak membeli banyak barang tapi kenapa lama sekali " mondar mandir


" bagaimana kalau kita ke pasar saja hmm " ucap Darren


" pasar sangat ramai tidak mudah menemukan mereka di sana " kembali duduk


" ahh tadi Devano menelpon dan kata nya dia akan memberikan kita hadiah " duduk di samping Vero


" dalam keadaan seperti ini kau masih bisa membicarakan hadiah " mondar mandir lagi


" ngomong ngomong apa hadiah nya yaa " senyum dan memikirkan


" apakah ? " Vero yang mulai paham


" apakah apa Vero kalau ngomong jangan buat aku kepo dong " merangkul Vero


" Amara dan viona, Devano menahan mereka " menatap Darren dengan mata melotot


" ahhh sial , kenapa aku tidak memikirkan nya " mulai kesal


" ayo kita harus ke markas nya " merangkul Darren


Akhir nya Vero dan Darren menuju markas Devano karena Vero sudah pernah ke sana jadi dia sudah hapal jalan menuju markas Devano


" heee berengsek dimana kau ? aku sudah datang dan dimana kau sekarang " Darren yang sangat marah mendobrak pintu markas Devano


" selamat datang untuk kalian berdua aku sedang menunggu kalian " Devano duduk manis di kursi nya


" apakah kau ingin bermain main " mendekati Devano


" tidak aku tidak ingin bermain , bawa mereka ke sini " memerintah kan anak buah nya


" Vero suruh anak buah kita jaga jaga di luar nanti aku akan memberi kan aba aba "


ucap Darren yang sudah menyusun rencana nya


" ini bos " mencampakkan Amara dan viona


" ahhhhh " mereka berdua merintis kesakitan


" Devano aku tidak menyangka kau mengunakan cara yang sangat pengecut " menatap tajam Devano


" benar kah , kenapa aku tidak memikirkan nya " mendekati ke arah viona dan Amara


" jika kau laki laki maka lawan lah aku tidak usah membawa bawa mereka " Darren mulai emosi


" baiklah baiklah kau tidak usah berteriak hmmm " mengangguk kan kepala nya


" apa yang kau ingin kan " Darren yang mulai mendekat


" aku ingin kau mengingat nya " menjambak rambut viona


" ahhhhhhhhh hiks hiks aku tidak tau apa salah ku tapi ini sangat sakit " menangis kesakitan


" DEVANO LEPAS KAN TANGAN MU YANG KOTOR ITU DARI NYA " ucap Vero yang berteriak dari belakang Darren


" Vero kau datang " viona yang langsung menatap Vero


" Vero, kau sudah banyak ikut campur tapi ini adalah urusan ku dan dia " menatap Darren


" lalu siapa dia apakah kau bisa mengatakan nya , ayo jelas kan siapa dia " berdiri dengan tangguh


" lalu apa urusan nya dengan ku " santai


" apakah kau tidak menyukai nya lagi " menunjuk viona yang sudah pingsan


" tidak , aku sudah menyukai orang lain " menatap Amara n


" apakah dia " menjambak rambut Amara


" ahhh apa sebenar nya yang kau ingin kan lepas kan aku " Amara memberontak


" jika kau masih menyentuh nya maka aku tidak ada segan segan " mengarah kan pistol ke arah Devano


" hmmmm benar kah " mengambil pistol nya


Darren menembak kaki Devano dan Vero menghabisi semua anak buah nya karena Devano berada di belakang Amara , Darren memeluk nya dulu baru menembak kaki Devano


" Amara apakah kau baik baik saja " memegang pipi Anata dan memeluk nya


" hmmm aku baik baik saja " ucap Amara dengan sedikit takut


" syukur lah " menatap Amara


" Darren aku " menangis


" kenapa kenapa apakah ada yang sakit " menatap Amara


" tidak , tidak apa apa " menggeleng


" lalu ada apa kata kan " mata Darren yang berkaca kaca


" kenapa kau sangat terlambat aku sangat takut " menjatuhkan kepada nya ke bahu Darren dan menangis


" Darren aku akan membawa viona pergi ke rumah sakit " mengendong viona lalu pergi


" iya kalian hati hati nanti aku akan menyusul " melepas kan ikatan tangan Amara


" hmm baiklah " berlari dengan viona yang berada di gendongan nya


Setelah Darren melepas kan Amara mereka pun menyusul Vero dan viona yang sekarang sedang berada di rumah sakit


" dokter tolong bantu dia " meletakkan viona di ranjang rumah sakit


" baiklah sebaik nya anda sabar " membawa viona ke ruang ICU


" bagaimana ke adaan nya " Vero melihat dokter yang sudah keluar


" dia hanya terkejut saja maka nya dia langsung pingsan tapi ada kemungkinan ingatan nya akan kembali " menjelas kan


" benar kah , lalu apakah aku bisa menemui nya sekarang " Vero yang penuh harapan


" tentu saja " mempersilahkan Vero untuk masuk


Vero melihat viona yang terbaring di ranjang merasa bersalah kenapa viona membiarkan mereka pergi kenapa dia tidak ikut , jika saja di ikut mungkin ini tidak akan terjadi


" viona " menghampiri viona yang masih belum sadar


" ku mohon bagun lah " memegang tangan viona lalu duduk di samping Viona


" Vero , apakah viona baik baik saja " Darren dan Amara masuk


" dia belum sadar juga " mendekati Darren


" viona pasti akan sadar , kita tunggu saja " menepuk pundak Vero


" apakah kalian sudah pulang ke rumah " duduk di sofa


" belum kenapa apakah ada barang yang ingin kau ambil " Darren duduk di samping Vero


" aku akan menjaga nya " menatap viona yang tertidur


Mendengar ucapan Vero Amara dan Darren langsung pulang mereke membeli semua yang di butuh kan Vero dan viona lalu mereka pulang , Amara yang merasa kalau Vero menyukai viona memutus kan untuk tidak lagi menyukai Vero dan akan lebih bersandar kepada Darren karen1a Darren yang mau