
" kenapa kau menelpon ku apakah kau sudah siap untuk menerima serangan dari ku " Darren yang merasa aneh karena tidak biasa nya Devano menelpon
" sebaik nya kau persiapkan diri mu untuk kejutan yang akan aku berikan " Devano langsung mematikan telpon nya
" ada apa dengan orang gila satu ini " memasuk kan hp nya dan turun
" Vero kau sedang apa ? " melihat Vero yang sedang kebingungan
" Amara dan viona belum juga pulang kemana mereka " khawatir
" benar kah , kemana mereka , kenapa lama sekali " kaget
" hmmmm padahal mereka tidak membeli banyak barang tapi kenapa lama sekali " mondar mandir
" bagaimana kalau kita ke pasar saja hmm " ucap Darren
" pasar sangat ramai tidak mudah menemukan mereka di sana " kembali duduk
" ahh tadi Devano menelpon dan kata nya dia akan memberikan kita hadiah " duduk di samping Vero
" dalam keadaan seperti ini kau masih bisa membicarakan hadiah " mondar mandir lagi
" ngomong ngomong apa hadiah nya yaa " senyum dan memikirkan
" apakah ? " Vero yang mulai paham
" apakah apa Vero kalau ngomong jangan buat aku kepo dong " merangkul Vero
" Amara dan viona, Devano menahan mereka " menatap Darren dengan mata melotot
" ahhh sial , kenapa aku tidak memikirkan nya " mulai kesal
" ayo kita harus ke markas nya " merangkul Darren
Akhir nya Vero dan Darren menuju markas Devano karena Vero sudah pernah ke sana jadi dia sudah hapal jalan menuju markas Devano
" heee berengsek dimana kau ? aku sudah datang dan dimana kau sekarang " Darren yang sangat marah mendobrak pintu markas Devano
" selamat datang untuk kalian berdua aku sedang menunggu kalian " Devano duduk manis di kursi nya
" apakah kau ingin bermain main " mendekati Devano
" tidak aku tidak ingin bermain , bawa mereka ke sini " memerintah kan anak buah nya
" Vero suruh anak buah kita jaga jaga di luar nanti aku akan memberi kan aba aba "
ucap Darren yang sudah menyusun rencana nya
" ini bos " mencampakkan Amara dan viona
" ahhhhh " mereka berdua merintis kesakitan
" Devano aku tidak menyangka kau mengunakan cara yang sangat pengecut " menatap tajam Devano
" benar kah , kenapa aku tidak memikirkan nya " mendekati ke arah viona dan Amara
" jika kau laki laki maka lawan lah aku tidak usah membawa bawa mereka " Darren mulai emosi
" baiklah baiklah kau tidak usah berteriak hmmm " mengangguk kan kepala nya
" apa yang kau ingin kan " Darren yang mulai mendekat
" aku ingin kau mengingat nya " menjambak rambut viona
" ahhhhhhhhh hiks hiks aku tidak tau apa salah ku tapi ini sangat sakit " menangis kesakitan
" DEVANO LEPAS KAN TANGAN MU YANG KOTOR ITU DARI NYA " ucap Vero yang berteriak dari belakang Darren
" Vero kau datang " viona yang langsung menatap Vero
" Vero, kau sudah banyak ikut campur tapi ini adalah urusan ku dan dia " menatap Darren
" lalu siapa dia apakah kau bisa mengatakan nya , ayo jelas kan siapa dia " berdiri dengan tangguh
" lalu apa urusan nya dengan ku " santai
" apakah kau tidak menyukai nya lagi " menunjuk viona yang sudah pingsan
" tidak , aku sudah menyukai orang lain " menatap Amara n
" apakah dia " menjambak rambut Amara
" ahhh apa sebenar nya yang kau ingin kan lepas kan aku " Amara memberontak
" jika kau masih menyentuh nya maka aku tidak ada segan segan " mengarah kan pistol ke arah Devano
" hmmmm benar kah " mengambil pistol nya
Darren menembak kaki Devano dan Vero menghabisi semua anak buah nya karena Devano berada di belakang Amara , Darren memeluk nya dulu baru menembak kaki Devano
" Amara apakah kau baik baik saja " memegang pipi Anata dan memeluk nya
" hmmm aku baik baik saja " ucap Amara dengan sedikit takut
" syukur lah " menatap Amara
" Darren aku " menangis
" kenapa kenapa apakah ada yang sakit " menatap Amara
" tidak , tidak apa apa " menggeleng
" lalu ada apa kata kan " mata Darren yang berkaca kaca
" kenapa kau sangat terlambat aku sangat takut " menjatuhkan kepada nya ke bahu Darren dan menangis
" Darren aku akan membawa viona pergi ke rumah sakit " mengendong viona lalu pergi
" iya kalian hati hati nanti aku akan menyusul " melepas kan ikatan tangan Amara
" hmm baiklah " berlari dengan viona yang berada di gendongan nya
Setelah Darren melepas kan Amara mereka pun menyusul Vero dan viona yang sekarang sedang berada di rumah sakit
" dokter tolong bantu dia " meletakkan viona di ranjang rumah sakit
" baiklah sebaik nya anda sabar " membawa viona ke ruang ICU
" bagaimana ke adaan nya " Vero melihat dokter yang sudah keluar
" dia hanya terkejut saja maka nya dia langsung pingsan tapi ada kemungkinan ingatan nya akan kembali " menjelas kan
" benar kah , lalu apakah aku bisa menemui nya sekarang " Vero yang penuh harapan
" tentu saja " mempersilahkan Vero untuk masuk
Vero melihat viona yang terbaring di ranjang merasa bersalah kenapa viona membiarkan mereka pergi kenapa dia tidak ikut , jika saja di ikut mungkin ini tidak akan terjadi
" viona " menghampiri viona yang masih belum sadar
" ku mohon bagun lah " memegang tangan viona lalu duduk di samping Viona
" Vero , apakah viona baik baik saja " Darren dan Amara masuk
" dia belum sadar juga " mendekati Darren
" viona pasti akan sadar , kita tunggu saja " menepuk pundak Vero
" apakah kalian sudah pulang ke rumah " duduk di sofa
" belum kenapa apakah ada barang yang ingin kau ambil " Darren duduk di samping Vero
" aku akan menjaga nya " menatap viona yang tertidur
Mendengar ucapan Vero Amara dan Darren langsung pulang mereke membeli semua yang di butuh kan Vero dan viona lalu mereka pulang , Amara yang merasa kalau Vero menyukai viona memutus kan untuk tidak lagi menyukai Vero dan akan lebih bersandar kepada Darren karen1a Darren yang mau