
Setelah mengetahui yang sebenar nya, Amara langsung pulang karena dia tidak ingin melihat rumah dan ayah nya dia memutus kan untuk ke rumah Darren
" permisi apakah ada orang " melihat pagar rumah di tutup
" iya. ohhhh Amara ada apa ? " ucap salah satu pelayan yang berada di rumah
" apakah Darren ada ? aku ingin bertemu dengan nya " melihat ke dalam rumah
" hmmmm apakah kau tidak tau kalau tuan Darren sedang di rumah sakit ? " menjelas kan
" apa ! kenapa dia di rumah sakit ? apa yang terjadi ? " kaget
" kemarin tuan Darren tertembak dan keadaan nya sekarang sangat parah " menatap Amara
" apa ? kemarin " bimbang
" iya kamaren pagi waktu hujan " meyakinkan
" apakah kau yakin, karena aku bersama nya waktu itu " tidak percaya
" iya, karena nyonya berangkat waktu mendapat kabar " menjelas kan
" apa ini aku tidak paham " masih bigung karena saat itu Darren ada bersama nya dan kenapa dia tidak tau
" baiklah, sebaik nya kau masuk dulu nanti aku akan jelas kan " membuka kan gerbang
" baiklah " masuk
Saat di dalam rumah Amara melihat susana rumah yang sangat aneh tidak seperti biasa nya, karena ada banyak barang yang berkurang juga lampu di kamar Darren, hati Amara sangat penasaran ada apa sebenar nya
" ini minum lah " meletakkan jus
" baiklah, apakah aku boleh bertanya " melihat ke arah pelayan
" tentu, ada apa " duduk
" kenapa suasana rumah seperti ini dan kenapa lampu kamar Darren " menunjuk kamar Darren
" kau seperti nya tidak tau, sudah 2 bulan lebih tuan tidak keluar kamar bahkan makan saja tidak dia juga memecah kan beberapa barang-barang yang ada " memberi tau semua nya
" benar kah ? kenapa dia seperti itu ? " bigung
" kalau yang aku dengar kata nya saat kau pergi dan mengetahui semua nya dia menjadi seperti itu , dia menjadi suka mabuk bahkan tidak suka cahaya " berdiri
" apa " lemas
" aku ingin ke dapur, jika kau lelah ingin istirahat naik lah ke kamar mu yang lama " membalik kan badan
" kamar ku " mata yang berkaca kaca
" iya , sampai sekarang tidak ada yang boleh masuk kecuali tuan Darren " pergi.
Amara merasa bersalah karena tidak mendengar kan apa yang viona jelas kan dan sekarang Amara sangat menyesal untuk semua nya , dia naik dan melihat kamar nya yang masih rapi begitu juga dengan barang barang nya yang tidak berubah sama sekali
Setelah melihat semua nya Amara berlari turun dan keluar dia akan pergi ke rumah sakit tempat Darren di rawat dan dia ingin meminta maaf dan mengakui perasaan nya kepada Darren
Di rumah sakit masih ada keluarga Darren yang sangat khawatir termasuk Vero yang dari kemarin tidak tidur bahkan istirahat saja tidak
" Vero duduk lah dulu " viona mendekati Vero
" tidak , aku mau menunggu saja kenapa lama sekali sudah dari kemarin ada apa ini " khawatir
" sabar lah nanti juga dokter nya keluar " menenangkan Vero
" bagaimana dengan ibu " khawatir
" ibu sedang tidur " meletakkan makanan
" apa itu " bigung
" makanan sebaik nya kau makan dan istirahat aku akan berjaga di sini
" tidak " tetap berdiri
" keluarga tuan Darren " dokter keluar
" iya iya saya ada apa dok " mendekati dokter
" saya berat mengatakan ini tapi " lesuh
" tapi apa dok ayo katakan ada apa " membentak
" kondisi Darren saat ini sangat kritis dia mengalami pendarahan yang sangat dahsyat bahkan paru paru nya yang rusak akibat minuman sangat buruk " menjelas kan keadaan Darren
" kemungkinan dia akan sadar hanya 20 % karena pendarahan dan sampai sekarang pendarahan nya masih belum berkurang " menjelas kan lagi
" apa 20 % itu sangat kecil vio " memeluk Viona yang berdiri di samping nya
" sebaik nya kalian mencari donor darah karena Darren sangat membutuh kan nya sekarang " menyarankan
" saya adalah Abang nya apa golongan darah nya " mendekati dokter
" golongan darah nya AB - " memberi tau
" golongan darah ku O bagiamana ini " cemas
" kalian harus menemukan nya karena ini sangat di butuh kan kalau gitu saya permisi dulu " pergi
Setelah dokter pergi Amara menghampiri Vero dan Viona karena dia sudah mendengar semua yang dokter kata kan
" Vero " mendekati Vero
" Amara kenapa kau baru datang kau kemana saja ? " mendekati Amara
" aku akan memberikan darah ku kepada Darren " lemas
" benar kah apakah kau benar akan memberi kan nya " tidak percaya
" hmmm aku akan memberikan nya " duduk
" Amara sebaik nya kau membersihkan diri mu dulu " Viona duduk di samping Amara
" aku tidak tau aku harus kemana sekarang " bersandar kepada Viona
" ayo , aku akan meminjam kan baju ku " membawa Amara untuk menganti pakaian
Vero yang merasa sangat marah karena melihat keadaan Darren memerintah kan anak buah nya untuk mencari tau siapa di balik ini semua dan mengapa dia melakukan ini apa alasan nya ?
" dokter kami sudah menemukan pendonor nya " masuk ke ruangan dokter
" kalau gitu kita langsung saja ikuti aku " berdiri dan keluar
" kau lihat " berdiri di depan kaca
" dia sangat lemah dia membutuh kan darah dan untung kalian sudah menemukan nya " menjelas kan lagi keadaan Darren
" lalu apakah dia akan membaik kalau mendapat kan darah " melihat Darren yang terbaring
" tentu saja , jika sudah selesai mendonor kan darah maka dia akan kita pindah kan ke ruangan biasa dan kalian bisa menemui nya " melihat Vero
" benar kah , lalu apakah dia akan sadar " melihat dokter
" kalau tentang itu kita semua masih belum tau pasti " melihat Darren
" baiklah siapa yang akan memberikan darah nya " pergi
Vero memberi tau Amara kalau dia harus ke ruangan Darren sekarang karena dia akan memberi kan darah kepada Darren
" gulung tangan baju mu " ucap suster yang berada di sana
" baiklah " menatap Darren
" jika kau merasa lemas atau hal lain nya maka segera beri tau aku " keluar
Selama 45 menit Amara hanya menatap Darren dia menatap dengan sangat hangat seperti dia ingin melihat Darren seperti dulu lagi dia merasa sangat bersalah karena tidak mempercayai Darren
" nyonya sudah selesai " melepas kan infus dari tangan Amara
" bisa kah aku di sini 5 menit lagi " tetap merebah kan badan nya
" baiklah , setelah itu kau minum vitamin ini karena kita akan sering melakukan donor darah " keluar
" baiklah " melihat vitamin dan menatap Amara
" nyonya ayo kita keluar , pasien perlu istirahat " menarik Amara keluar
" baiklah " berjalan keluar
di luar sudah ada ibu Darren yang menunggu Amara dan ingin bicara dengan dia , sangat ingin bicara dengan Amara
" Amara " memeluk Amara
" hiks hiks hiks " menangis di pelukan ibu Darren
" kau melakukan hal yang tepat untuk datang ke sini " mengelus kepala Amara