The Mafia is my husband

The Mafia is my husband
15



setelah Darren dan Vero pulang , Iqbal datang untuk mengunjungi Devano dan melihat Devano yang tergeletak Iqbal membawa Devano ke rumah sakit yang ada di dekat sana dan untung nya Devano masih bisa selamat dan Iqbal berencana akan balas dendam


dalam perjalanan pulang Darren dan Amara merasa lapar karema sejak pagi mereka belum ada yang makan di rumah juga belum ada bahan makanan untuk di masak


" aku lapar " ucap Amara dan menatap Darren yang sedang menyetir


" baiklah kau mau makan apa " Darren yang menuruti kemauan Amara


" aku mau makan yang pedas dan berkuah " menatap Darren dan memegang tangan nya


" baiklah kita akan belanja dulu di rumah aku akan masak kan mie untuk mu " senyum


" oke " semangat


" barang apa saja yang akan kita beli " mengambil ponsel nya dan ingin mencatat barang barang yang akan di beli


" aku akan turun " ingin membuka pintu mobil


" ani, aku saja kau masih terluka dan luka mu belum di obati " menatap Amara


" baiklah tidak boleh ada yang lupa " mengambil hp Darren dan mencatat semua nya


Darren langsung pergi ke supermarket dan membeli semua barang yang telah di tulis Amara dan tidak ada satu barang yang tertinggal jungkook pun kembali ke dalam mobil dan melihat Amara yang bermain hp


" kau sudah siap " melihat Darren yang masuk ke dalam mobil


" hmmm ini makan lah " memberikan makanan ringan dan es krim kesukaan Amara


" wahhh Darren kau sangat hebat aku menyukai nya , terimakasih karna kau sudah membelikan nya untuk ku " memakan es krim dan makanan nya


" bagaimana apakah enak " fokus menyetir


" hmmm cobalah " menyuapi Darren


" waahb rasa nya sangat enak , bahkan tambah enak sekarang "


" besok aku akan mengunjungi ayah " makanan nya


" baiklah kau hati hati di jalan " melihat ke arah Amara


" oky siap " hormat


" ya ampun Amara kau sangat imut " mengelus kepala Amara


mereka serasa kalau mereka sedang pacaran namun Darren belum bisa mengatakan perasaan nya karena tidak sempat dia berencana akan segera mengatakan nya , di rumah sakit viona yang sudah sadar


" Vero " melihat Vero yang tertidur di samping nya


" kau sudah bagun bagaimana perasan mu " berdiri dan menatap viona


" hmm aku baik baik saja " duduk


" tunggu sebentar aku akan memangil dokter " ingin keluar lalu memangil dokter


" tidak Vero aku baik-baik saja " menahan Vero yang ingin keluar


" kau yakin, ada apa ? kenapa kau menahan ku ? " duduk di samping Viona


" aku sudah ingat semua nya , aku akan pergi setelah aku baikan " melepas kan tangan Vero


" viona ka kau " bengong


" Vero, aku dulu adalah pacar Darren dan Darren adalah adik mu apakah tidak merasa kalau aku perempuan murahan " menangis dan membuang muka


" tidak, bagi ku kau berbeda , jika di masala lalu kau adalah pacar Darren lalu mengapa kalau sekarang kau menjadi pacar ku " memeluk viona


" kita berbeda Vero , kita berbeda " menangis


" apa perbedaan kita " menahan badan viona yang memberontak saat Vero memeluk nya


" aku tidak bisa melakukan ini , walau aku menyukai mu " melepas kan pelukan Vero dan mencabut infus nya


" viona apa yang kau lakukan dan kau mau kemana , dengar kan aku " menahan viona agar tidak pergi


" tidak ada yang perlu di jelas kan lagi aku akan pergi Vero " melepas kan tangan nya yang di pegang Vero


" viona aku juga menyukai mu tapi aku belum yakin dengan perasan ku karena aku menyukai Amara " menjelas kan perasan nya


" lihat lah kau menyukai Amara bagaimana kau bisa menyukai wanita seperti aku " membuka pintu


" aku yakin kau bisa melakukan nya " menatap viona yang membelakangi nya


" apa " membalik


" jika hanya dalam waktu dua Minggu kau bisa mengubah perasa ku maka kau juga akan bisa membuat aku cinta kepada mu " menyakin kan viona tentang perasaan nya


" Vero , aku tidak menyangka kau akan mengatakan hal itu " berlari dan memeluk Vero dengan erat


" viona berusaha lah jika kau menginginkan ku " membalas pelukan viona


" pasti Vero , aku pasti akan berusaha " menangis


viona akan berusaha untuk meyakinkan Vero akan perasaan nya sendiri ,Amara dan Darren yang sudah sampai di rumah dan menurun kan barang belanjaan mereka


" baiklah " memberikan barang barang nya dan masuk ke rumah


" kau akan masak untuk ku kan " senyum ke arah Darren


" iya aku akan masak " mengeluarkan barang barang dan mulai memasak


mereka berdua makam malam tidak ada menggangu mereka hanya saja sekarang Darren merasa kalau Amara sudah mulai menyukai nya apakah Darren akan mengatakan nya atau menunggu lagi


" aku akan ke rumah ayah " pamit kepada Darren


" iya baiklah " memakai jas nya


" apakah kau akan berangkat juga " melihat Darren memasang jas


" iya , apakah mau aku antar " menatap Amara


" tidak , aku akan pergi sendiri


mereka berdua berangkat , Darren memerintah kan anak buah nya untuk datang ke rumah orang tua Amara untuk menagih utang nya karena sudah jatuh tempo pembayaran dan semua anak buah nya sudah berada di rumah ayah Amara


" aku akan bayar , putri ku sedang dalam perjalanan " ucap tuan park kepada salah satu penjaga


" baiklah kami akan mengunggu nya lagi pula bos kami belum sampai " berdiri di depan rumah


"kenapa ramai sekali " Amara yang baru sampai dan melihat rumah nya yang sangat ramai


" ayah ada apa " masuk dan menemui ayah nya


" mereka datang mereka ingin menagih utang " ketakutan


" bagaimana apakah dia sudah memberikan uang nya " Darren yang sudah sampai


" belum bos " ucap penjaga


" baiklah ayo kita masuk " memasang kaca mata hitam nya


" tuan kapan kau akan bayar utang mu " duduk di sofa


" ak.. ak.. aku akan bayar tuan " memohon


" iya kapan " membentak


" putri ku masih menghubungi bos nya dia akan segara datang " ketakutan


sementara Amara yang masuk ke kamar untuk menelpon Darren dan tentu Darren tidak menjawab nya karena Darren sedang berada di rumah Amara juga


" ayah bos ku tidak menjawab nya bagaimana ini " menghampiri ayah nya


" apakah dia putri mu " membuka kaca mata nya


" Dar .... Dar..... Darren " kaget


" Amara kau sedang apa di sini bukan nya kau akan ke rumah ayah mu ? " mendekat ke arah Amara


" iya aku sedang di rumah ayah ku sekarang " mata Amara berkaca kaca


" apa , apa maksud mu " tidak paham


" aku Amara dan dia adalah ayah ku " berteriak dan menunjuk ayah nya


" apa " kaget


" jadi ini , ini adalah pekerjaan mu menyiksa orang orang yang tidak mampu " menampar Darren


" Amara aku bisa jelas kan ini , ini salah paham " menarik tangan Amara


" tidak ada salah paham di sini " melepas kan tangganya


" Amara dengar kan aku " mencoba menjelas kan


" pergilah Darren dan kalau bisa kau tidak perlu datang lagi " membalik kan badan nya


" Amara aku bisa jelas kan "


" ahhh aku lupa utang yaa " membalik kan badan nya


" Amara " menghela napas


" ini bawa saja , jika aku tidak bisa membayar utang ayah ku maka aku akan pergi dari rumah ini bersama ayah ku " memberikan sertifikat rumah


" Amara coba lah tenang dulu "


" pergilah Darren dan jangan datang lagi , aku muak melihat wajah mu " membalik kan badan nya


" Amara " sedikit kaget dengan ucapan Amara


" berapa nomor rekening nya , aku tidak ingin melihat wajah nya lagi jadi aku akan mentransfer saja " mengambil hp nya dan mencatat nya


" baiklah kalian bisa pergi " membawa ayah nya masuk ke kamar


Amara merasa sangat terpukul dengan kenyataan karena dia tidak menyangka kalau itu adalah Darren apa yang harus Amara lakukan padahal dia sudah menyukai Darren