The Mafia is my husband

The Mafia is my husband
06



" hai kau sahabat lama ku apa kabar , apakah kau menunggu ku " senyum ganas


" apa yang kau lakukan di markas ku , apakah kau merindukan ku sehingga kau datang berkunjung " Devano mendekati Darren


" iya aku merindukan mu upss bukan kau tapi ginjal mu aku menginginkan nya " menatap bagian pinggang Devano


" ohhh silahkan ambil saja , jika kau bisa " menaikan alis nya


" baiklah , sekarang tutup lah mata mu " menembak kan satu peluru ke atas atap


" kau pikir aku akan tertipu dengan permainan mu yang sangat murahan " senyum ganas


" baiklah jika itu mau mu " mengarah kan pistol nya ke arah Devan dan menembak salah satu anak buah Devano tembakan Darren juga meningal kan luka gores di pipi Devano


" wahh ini menyakitkan , apakah kau ingin tau rasa nya " mengarah kan pistol ke Darren


" silahkan " mempersilahkan Devano untuk menembak nya namun tembakan Devano tidak bisa menyentuh sehelai rambut Darren


Darren melangkah dan meninju pipi Devano, Devano tidak diam saja dia meningal kan luka lembab di bagian bibir dan pipi Darren , Darren juga meningal kan beberapa luka luka di beberapa bagian tubuh Devano karena Devano sudah berani menyentuh nya


" aku pulang , dimana semua nya apakah sudah tidur ? jam berapa sekarang " melihat ke arah jam


" jam ? sekarang jam 2 kenapa kau baru pulang ,ibu mu sangat khawatir " Amara bagun ingin mengambil air dan tidak sengaja melihat Darren pulang


" lalu bagaimana apakah ibu sudah tidur ? " melihat ke arah kamar ibu nya


" sudah , tadi Vero yang membantu ku untuk menenangkan nya , apa ini kau terluka " baru melihat luka jungkook karena dari tadi Amara tidak memperhatikan nya


" ini , ahh.... tidak apa apa hanya lebam biasa " menyentuh luka nya


" coba aku lihat " mendekat


deg deg deg jantung jungkook yang tidak beraturan ketika Amara mendekat dan melihat luka nya lalu menyentuh nya dengan pelan


" sssttt sakit " menatap Amara


" apakah sesakit itu " menatap balik


" hmmm tidak juga , kau pergilah tidur aku juga akan naik " berjalan


" duduk lah aku akan mengobati luka mu " menarik tangganya jungkook


" sini mendekat lah " mengoles kan salap ke luka Darren


" pelan pelan kau tau kan ini sakit " tidak sengaja memegang tangan Amara


" baiklah baiklah , bukan nya kau orang yang kuat " sedikit menekan luka Darren


" heii apa yang kau lakukan " melirik Amara


" tidak ada " berlari dan mengejek Darren


" cengeng dasar anak kecil " tidak sengaja menabrak meja dan terjatuh


" ahahahahah kau terjatuh apakah sakit " tertawa


" ahh kaki ku , seperti nya lebam " berdiri


" apakah kau bisa " berjalan mendekat dan membopong Amara naik tangga


" ternyata kau baik juga " senyum


" apakah kau ingin aku jatuh kan " mencoba melepas Amara


" tidak tidak " mempererat pegangan tangan nya


"sekarang pergilah ke kamar mu dan istirahat lah jangan sampai terluka lagi nanti ibu mu akan khawatir "


" baiklah aku akan ke kamar " keluar


" ayo temani ibu belanja " menghampiri Daren yang sedang berenang


" baiklah , ibu siap siap saja " keluar dari kolam


" tidak aku hanya bermain main saja " bercanda


" jangan terluka lagi , apakah kau tidak memikirkan ibu mu ini " marah


" iya ibu , aku baik baik saja " menenangkan


" baiklah baiklah ibu akan menganti baju " membalik kan badan nya


" apa yang akan kau sedang kau masak " Vero bagun dan menghampiri Amara yang sedang masak


" aku, aku sedang masak sarapan dan juga makanan kesukaan mu " senyum


" benar kah , boleh aku mencicipi nya " melihat masakan Amara


" bisa , tunggu aku ambil kan sendok " berjalan pincang dan mengambil sendok


" kenapa dengan kaki mu , apakah kau terjatuh ? dimana ? bagaimana bisa terjadi ? " terlihat khawatir


" sudah sudah , aku tidak tau harus jawab dari mana dan pertanyaan yang mana ini ambil lah " mendekat dan memberikan sendok kepada Vero


" aku serius apakah aku terlihat sedang bercanda " Vero memasang wajah serius nya


" baiklah baiklah , aku terjatuh dari tangga tadi malam " senyum


" duduk lah " mendudukkan Amara


" kenapa , aku akan masak bagaimana dengan sarapan "


" tenang lah " menghampiri Amara dan mengobati luka Amara


" aku akan memasak kau duduk saja " berdiri dan menghampiri masakan Amara


" terimakasih Vero " senyum


" tidak masalah aku sudah biasa " membalas senyuman Amara


Vero dan Amara tidak mengetahui jika Darren sedang berenang dan sudah selesai , dia juga mendengar semua percakapan mereka namun Darren tidak merasa marah karena perasan nya sekarang masih belum jelas


" ibu mau beli apa " sedang belanja dengan ibu nya


" ibu hanya ingin berjalan jalan dengan mu saja apakah tidak boleh "


" aduh aduh , ibu sekarang manja sekali " memeluk ibu nya


" ayo kita makan dan duduk sambil berbincang bincang " mencari sebuah cafe


" ibu mau pesan apa ? " sesampai di cafe


" seterah saja , apa yang akan kau pesan ibu akan menikmati nya " senyum full


" baiklah ibu " duduk


" Darren " menatap Darren


" ada apa ibu , jika ingin mengatakan sesuatu kata kan saja " membalas tatapan ibu nya


" bagaimana jika kau mempunya seorang kakak , apakah kau akan bahagia "


" Abang ? aku sudah punya Vero dia seperti Abang bagi ku , apakah aku punya Abang selain Vero ? Bu "


" bukan itu maksud ibu , bagaimana jika kau memiliki Abang kandung dan ibu menyembunyikan nya , apakah kau akan marah ?


" pertama aku senang punya abang karena ibu tau kan selama ini aku sangat merasa kesepian dan juga bosan tidak ada yang menemani ku juga membantu ku , jika pertanyaan ibu apakah aku bahagia tentu aku bahagia ada orang yang slalu ada di samping ku tapi , aku juga akan marah karena ibu menyembunyikan nya dari ku "


" jika kau memang memiliki hyung apa yang akan kau lakukan ? "


" membenci nya , karena apa ? karena dia datang saat kita sudah bahagia dimana dia saat aku sedang susah " kesal


ibu pov " sebenar nya Abang mu sudah berada di samping mu saat kau berada dalam masalah saat kau terjatuh dia lah orang yang membuat mu bangkit dan berhasil seperti sekarang dia juga yang membantu mu untuk melepas kan semua penderitaan mu dia sudah meringankan beban mu , bagaimana jika aku memberi tau jungkook bahwa Vero adalah abang nya , Abang yang slalu ada dalam ke adaan apa pun "