
" apakah kau sudah menyiapkan kan makanan " Darren pulang dan langsung menghampiri Amara
" sudah , aku akan mandi dulu " berjalan ke atas
" nanti jika ada tamu suruh dia masuk dia adalah abang ku , dia baru pulang dari amerika " memberikan perintah
" baiklah " menuruni anak tangga
" dan satu lagi tolong bersihkan kamar untuk nya " duduk
" oke " dingin
" aku baru ingat dia tidak suka panas jadi nyalakan AC nya sebelum dia masuk " membuka koran
" iya " cuek
" dan satu lagi siap kan air untuk dia mandi juga handuk dan tolong kau setrika pakaian ku dan pakaian nya " melirik gemas
" apa , apakah masih banyak lagi yang harus aku lakukan haaa , kau memberi ku begitu banyak tugas apakah kau tau kalau aku capek " mengomel
" kau capek mengapa kau tidak istirahat saja " senyum karena Amara sangat cute
" istirahat ? aku baru mau mandi tapi kau , kau sudah memberikan aku perintah kerjakan ini kerjakan itu ini itu dan ini lagi itu lagi , rumah mu sangat besar apakah kau pikir mudah membersihkan kan nya " mengomel sambil tangan di pinggang dan pipi nya yang memerah
" apakah kau sudah selsai bicara nya " menatap Amara a dengan hangat
" belum " pergi menjauh dan masuk ke dalam kamar yang akan di pakai Vero
" lalu kenapa kau Pergi aku akan mendengar kan mu " berteriak
" pembohong , kau pikir aku tidak tau jika kau mengumpat di dalam hati "
" jadi sekarang kau bisa membaca pikiran orang kau sangat hebat " bertepuk tangan dan berdiri sambil menuang air
" diam lah , apakah kau mempunya mulut hanya untuk mengoceh kepada ku , kau seperti itik " senyum karna lucu
" ahhhh jadi aku itik , jika aku itik maka kau adalah kucing " duduk kembali
" kucing ? " terdiam
" iya , jika kucing kelaparan maka dia akan mengeong dan dia akan menjadi gemuk hahhahahah " tertawa
" apakah kau tidak waras " mendatangi Darren
" siapa aku " pura pura tidak tau
" aishhhhh membuat ku marah saja " melempar kan bantal yang ada di sofa ke arah Darren
" hei apakah kau sudah kehilangan akal , aku adalah majikan mu aishh dasar wanita kucing " melempar kembali bantal kepada Amara
" itik kau seperti itik , cerewet dan ngeselin " menjulur kan lidah nya
" ada apa ini kenapa ramai sekali " Vero datang dengan koper nya
" selamat malam tuan " Amara membungkuk kepada Vero
" astaga kau sangat sopan kepada nya dan kepada ku kau sangat asihh " mengepal tangan nya ke arah Amara
" tuan sini saya bawakan barang anda ke kamar " mengejek jungkook dari belakang Vero dan pergi ke kamar Vero
" asihh dasar kucing " kesal
" siapa dia apakah pelayan baru " Vero duduk
" iya , apakah kau tau waktu dia pertama datang dia mengatakan kalau aku laki laki mesum hyung " curhat kepada Vero
" ahhhh benarkah apakah kau laki laki mesum " menutup mulut nya dangan koran seolah olah tersipu malu
" ahhhh Vero " memeluk Vero
Darren memang terlihat menyeramkan namun jika dia sudah bersama Vero dia akan menjadi seperti bayi dia akan melakukan apa pun yang di perintah kan Vero layak nya seorang ayah kepada anak nya Darren menyaingi Vero, karena Vero yang membuat Darren seperti sekarang
" Amara mana makanan nya , apakah Kau sudah tuli " Darren duduk di meja makan
" Vero ayo makan , nanti kita lanjut kan lagi pekerjaan nya, kemari Vero kita makan sama sma "
" Amara apakah kau tidak dengar , kucing mana kucing peliharaan ku " melihat seluruh rumah
" apakah sekarang itik sudah lapar " turun dari tangga
" apa kau bilang aku adalah majikan mu apakah kau tidak punya sopan santun " mengarah kan sendok nasi yang ia pegang kepada Amara
" sini kemari kau sini biar aku beri pelajaran "
" kita akan makan atau bermain main " Vero datang lalu duduk
" maaf kan saya tuan, ini semoga tuan menyukai nya " memberikan makanan kepada Vero
" baiklah aku akan mencoba nya " senyum full
" apa yang kau lakukan berdiri saja , ayo hidang kan makanan nya " perintah Darren
" baiklah aku akan menyiapkan nya " mempersiapkan semua nya
" Vero selesai makan aku akan bertemu dengan Iqbal kau tolong jaga rumah dan selesai kan misi kita " Darren mulai serius
" Iqbal ? ohhh Iqbal teman nya Devano , mengapa kau ingin bertemu dengan nya apakah kau ada urusan penting kau yakin bisa pergi sendiri " khawatir karena Iqbal sama berbahaya nya dengan Devano
" aku tidak apa apa kalau gitu aku permisi dulu , jalan kan misi kita dan jangan sampai ada yang ketinggalan " perintah Darren kepada Vero
" kemana dia , bahkan makanan nya tidak habis apakah tidak enak " melihat Darren pergi
" tidak masakan mu sangat enak aku menyukai nya , Darren memang orang yang seperti itu jadi tidak usah terlalu di pikir kan " senyum full dan berdiri
" apakah kau Abang nya ? aku tidak pernah mikir kan nya "
" iya aku adalah abang, sahabat dan juga ayah bagi nya "
" ahhh baiklah , apakah kau ingin minum kopi " Amara tersenyum
" baiklah , seperti nya enak juga " mereka minum kopi bersama
Darren sedang berada di dalam perjalanan menuju tempat Iqbal dan lokasi nya di sebuah bar Daren pun turun dan mencari Iqbal
" Iqbal , ayo kita ke luar dan bicara di sini sangat bising "
" oke oke " mengikuti Darren
" apa yang kau lakukan di sini , hmmm bahkan kau bau alkohol " menghirup bau baju Iqbal
" aku di sini tentu saja aku sedang minum , aku minum karena aku sangat depresi dan marah " bicara melenceng
" apa maksud mu apa yang sedang kau bicara kan " tidak begitu jelas mendengar Iqbal
" Devano ingin membunuh ku dan mengambil ginjal ku untuk di ia berikan kepada mu "
" apa ! baiklah kau bias masuk lagi , aku akan pergi "
" tolong setujui kontrak nya " memohon kepada Darren
" tidak semudah itu " senyum ganas dan pergi
" ahhhh kenapa gagal apakah aku kurang meyakinkan " Iqbal berdiri
" iya, kita akan coba lain kali , intinya kita harus mendapat kan pria berengsek itu " ucap Devano yang tiba tiba muncul dan merangkul Iqbal
" baiklah baiklah ayo kita minum , aku bahkan belum minum seteguk pun " ucap Iqbal dan membawa Devano masuk
mereka berdua sudah merencanakan ini semua dan mereka mengira kalau Darren masih sama seperti dulu ternyata sekarang Darren sudah menjadi lebih ganas dan kejam
" aku sangat lelah seperti nya aku butuh kopi " Darren masuk ke ruangan nya
" Amara tolong bawakan aku kopi " berteriak Amara yang mendengar nya langsung membuat kan kopi untuk Darren dengan pakaian tidur nya
" ini , kau mengacau kan tidur ku " membawa kan kopi ke ruangan Darren
" letak kan di sana " melihat Amara dari atas hingga bawah sambil mengigit bibir nya
" baiklah " menunduk dan meletak kan kopi
" apakah kau ingin tidur " berjalan mendekati Amara
" apa , apa yang kau lakukan apakah kau sudah gila " mundur mudur hingga mentok di tembok
" kenapa , kenapa kau menjauh " mengelus rambut Amara dan mendekat kan wajah yang ke kening Amara
" Darren apakah kau sudah pulang " menarik jungkook " jin datang dan memberikan jas kepada Amara dan memberi Amara kode untuk keluar sekarang
Darren memeliki kebiasaan untuk mendekati wanita jika dia merasa tertekan dan jika dia sudah mendapat kan nya dia akan melupakan apa yang telah di lakukan nya untung Varo datang dan memberikan Darren obat penenang dan sekarang Darren tertidur pulas