
" Darren " Vero menghentikan Darren
" Vero, ada apa ? " terkejut karena tidak biasa nya Vero memangil Darren dengan nada yang seperti itu
" apakah kau tadi menagih utang yang sedikit kecil dan berwarna coklat, lalu pemilik nya mengatakan kalau putri nya akan segera datang ? " menatap curiga
" Apa ?" terkejut
" Darren aku bertanya apakah kau tadi ke rumah itu juga ? tingal jawab saja apakah itu sulit " menaikan nada bicara nya dan membentak Darren
" Vero, kenapa kau jadi seperti ini " terkejut karena tidak biasa nya Vero membentak Darren
" apa ! menjadi seperti apa ? apa pertanyaan ku sangat sulit apakah kau tidak bisa menjawab nya " membentak Darren lagi
" Vero " terdiam melihat kelakukan Vero kepadanya
" ahhh...... jadi benar kau ke rumah itu "
" iya aku memang ke sana lalu kenapa kau sangat marah , biasa nya kau tidak seperti ini " bigung
" apakah kau tidak punya hati nurani , mengapa kau melakukan itu kepada orang tua " marah dan sangat emosi
" ada apa ini kenapa ribut ribut " ibu Darren turun dari atas karena sangat ribut
" ntah lah ibu , Vero tiba tiba marah marah hanya karena aku datang ke rumah seseorang untuk menagih utang " menjelas kan kepada ibu nya apa yang barusan terjadi
" Vero . memang nya Darren salah apa , itu juga kan sudah menjadi pekerjaan untuk Darren , salah nya di mana ? " mencoba menyelesaikan
" apakah kau tau , anak mu ini sudah menghabisi orang tua yang berada di rumah tersebut , jika memang dia ingin menagih utang maka tagih saja baik baik " Vero bicara dengan emosi nya
" Vero , apa yang sebenar nya kau lakukan " mata ibu nya berkaca kaca
" Vero jika menurut mu aku salah maka maaf, ayo ibu kita naik " jungkook merasa kecewa dan membawa ibu nya naik
" ada apa dengan semua orang " berbicara sendiri dengan emosi nya
di atas Darren menenangkan ibu yang sangat sedih entah kenapa ibu nya sangat sedih, apakah karena perkataan jin atau perilaku Vero yang sangat berubah
" Vero kau sedang apa " melihat Vero yang sedang duduk sendiri di taman
" kau sudah pulang ? " murung
" iya aku baru sampai, apa yang sedang Vero lakukan " menghampiri Vero
" apakah kau merasa sedih " menatap mata Amara
" sedih ? kenapa aku tidak apa apa " merasa biasa saja
" apa yang di rasakan ayah mu aku tau kau juga merasa kan nya " mengalihkan pandangan nya
" Vero " mendekati Vero
" jadi apakah kau sekarang merasa baik baik saja " menatap Amara dengan sangat dalam
" hmmm aku baik baik saja " mata yang berkaca kaca
" benar kah tapi kau seperti tidak baik baik saja " memahami perasan Amara
" kau berguna Amara , kau adalah putri yang baik " menatap Amara
" jika aku berguna mengapa aku tidak bisa merawat ayah ku Vero kenapa " menangis dengan emosi
" Amara jangan seperti ini " menarik tangan Amara dan memeluk nya
" Vero aku merasa aku tidak berguna Vero hiks hiks " Amara merasa sangat sedih
" sudah lah , kau adalah putri yang baik dan berguna apakah kau tau kau sangat berharga " menepuk nepuk pundak Amara
" Vero , aku hanya ingin ayah ku bahagia apakah itu sulit , melihat nya di pukuli seperti itu aku merasa gagal menjadi seorang anak " menangis sangat keras dan menguat kan pelukan nya
Amara merasa kalau dia sedang berada di pelukan seorang ayah yang sebenar nya , seorang ayah yang bisa mengerti dia dan memahami semua perasaan nya tanpa harus di beri tau, Amara sangat nyaman , sementara Vero, Vero merasa kalau dia berada di samping Amara , dia merasa hangat dan lebih nyaman dari sebelum nya
" hei kau dari mana , kenapa baru pulang ? " Darren turun dan melihat Amara baru masuk
" aku , aku dari rumah melihat ayah " terus berjalan dan masuk ke dapur
" ada apa dengan nya kenapa dia aneh sekali " merasa ada yang aneh
" Amaya apakah kau baik baik saja " menanyakan karena Amara tidak begitu baik
" aku baik baik saja " memasak
" jika merasa tidak enak badan istirahat lah, nanti kita pesan makanan saja " menatap Amara
" aku kan sudah bilang aku baik baik saja " serius memasak
" yaa sudah , jika memang kau merasa seperti itu " menuang kan air minum
" aduh apa yang aku lakukan " tidak sengaja terpegang wajan yang panas
" aku sudah bilang jika kau merasa tidak enak badan maka istirahat lah " menarik tangan Amara dan meniup nya
" baiklah aku akan istirahat " menetes kan air mata
" apakah ini sangat sakit , aku tidak tau rasa nya karena aku tidak pernah terkena wajan panas " melihat Amara yang menangis
" sakit , aku merasa sangat sakit " menangis
" kau kenapa , kenapa sangat sedih apakah sesakit itu " melihat tangan Amara yang terkena wajan
" Darren " menjatuhkan kepala nya ke dada Darren , Amara berada di belikan Darren
" hmmm apakah kau merasa ini sakit " merapat kan tubuh Amara dan memeluk nya dengan sangat erat dan penuh kasih
" apakah aku berguna " menangis di pelukan Darren
" tentu saja kau bisa masak , bisa mencuci baju , bisa membereskan kamar ku, kau berguna " membuat candaan
" hahahaha kau benar "
" tentu saja aku benar, siapa yang bisa menyalah kan ku, jika ada maka itu adalah kau " menarik Amara dan melihat mata nya
kini Darren merasa kalau di balik sifat Amara yang ceria dia menyimpan luka yang mendalam dan dengan cara dia bahagia maka semua nya akan baik baik saja , sekarang Darren mulai memahami Amara dan merasa nyaman jika berada di samping Amara, melihat Amara sedih dia merasa harus melakukan sesuatu agar Amara juga bahagia