The Mafia is my husband

The Mafia is my husband
01



" Ayah siapa kalian apa yang kalian lakukan kepada ayah ku " Amara yang tiba-tiba datang dan melihat ayah nya di pukuli oleh dua orang laki laki yang mengunakan jas hitam


" apakah kau tau ayah mu ini punya utang kepada bos kami " menunjang ayah Amara


" apa ! utang tidak aku tidak percaya kepada kalian lagi pula mana mungkin ayah aku meminjam uang dari kalian " berteriak


" apakah kau pikir dengan kau menguat kan nada bicara mu kau bisa membuat kami takut " menampar Amara hinga bibir nya berdarah


" jangan, jangan lakukan itu kepada putri ku aku janji aku akan membayar semua utang-utang ku " memohon kepada salah satu pria tersebut


" Ayah kenapa kau melakukan nya ? apakah ayah memang berhutang kepada mereka " Amara yang menangis melihat ayah nya memohon


" ayah meminjam uang dari mereka untuk membayar rumah sakit ibu mu "


" baiklah aku akan membayar semua utang ayah ku " menatap tajam mata ke dua pria itu


" apakah kau yakin bisa membayar nya " menjambak rambut Amara


" aku akan membayar nya, apakah kau sudah tuli " dengan sengaja menampar pria yang menarik rambut nya


" dasar wanita kurang ajar apakah kau ingin mati " mengarah kan pistol ke kepala Amara


" berapa utang ayah ku " Amara gemetaran


" 500 juta apakah kau akan membayar nya " menatap tajam Amara


" aku tidak langsung melunasi nya tapi aku akan menyicil nya "


" apakah kau ingin membayar nya dengan " menatap Amara dari atas hinga bawah


" dasar laki-laki kurang ajar " menampar laki laki itu


" sudahlah, aku akan kembali lagi untuk mengambil semua uang ku " tertawa kejam dan keluar dari rumah Amara


" ayah. apakah kau baik-baik saja ? apa ada yang sakit " menghampiri ayah nya


" apakah kau bisa membayar semua utang utang ku hanya dengan kerja paruh waktu mu ? "


" aku akan mencari pekerjaan tambahan, aku pasti akan membayar nya ayah " menenangkan ayah nya


pagi hari nya Amara berjalan di sekitar komplek rumah elit. tempat orang orang kaya tingal, Amara melihat ada sebuah rumah yang sangat besar dari semua rumah yang ada jadi, Amara mampir untuk bertanya apakah ada pekerjaan


" permisi apakah ada orang " Amara berteriak dari luar pagar


" iya, apakah kau sudah ada janji " ucap penjaga yang datang menghampiri Amara


" janji ? tidak aku ke sini ingin bertanya apakah di sini ada pekerjaan "


" tidak " dingin


" apakah kau yakin ? aku bisa membersihkan kan rumah, masak dan yang lain nya, ada banyak lagi yang bisa saya bekerja di sini " memohon


" tidak " cuek


pip pip pip pip kelakson mobil yang ingin masuk ke dalam rumah tersebut


" mengapa lama sekali ? biasa nya tidak lama " ucap Darren yang berapa di dalam mobil itu


" maaf tuan seperti nya ada seorang wanita yang menghalangi jalan kita " ucap supir


" sebaik nya kau pergi saja nyonya sebelum tuan ku marah " ucap penjaga rumah tersebut


" baiklah " kecewa


" siapa dia mengapa dia ada di depan rumah ku " ucap Darren kepada penjaga pagar


" dia datang untuk mencari pekerjaan tuan "


" apa ! pekerjaan " melihat ke arah Amara di luar gerbang


" wahhhh dia sangat cantik dan juga manis, suruh dia masuk dan temui aku " perintah kepada penjaga pagar


" baik tuan " membungkuk dan memangil Amara untuk masuk


" wahhhhhh rumah nya sangat besar " melihat seluruh sudut rumah


" di sebelah kanan ada ruangan, masuk lah ke sana dan temui bos ku " menunjukan arah ruangan Darren


" permisi apakah aku boleh masuk ? " mengetok pintu lalu masuk


" aaaaaaaa.... apa yang sedang kau lakukan ? apakah kau tidak punya rasa malu " Amara terkejut melihat Darren hanya dengan handuk di pinggang nya


" kau apa yang kau lakukan di ruangan ku ? "


" aku di suruh ke sini untuk menemui bos mu dimana dia " menutup wajah nya dengan tangan


" apa ! bo ... bo ... bos ku apakah aku tidak salah dengar hei lihat aku " melangkah mendekati Amara


" apa yang kau lakukan jangan mendekat dasar tidak punya malu " menjambak rambut Darren


" aaaaaaaaa dasar wanita aneh, pelayan.. pelayan.. dimana kalian " berteriak marah


" apa yang sedang kau lakukan ? apakah kau pikir kau adalah bos di sini " menjambak rambut Darren sangat keras


" ada apa tuan " pelayan pun masuk


" bawa wanita gila ini keluar dari sini dan kumpul kan semua pelayan yang ada " perintah Darren


" berani sekali kau memberikan perintah kepada nya dasar laki-laki mesum " menjambak lagi rambut Darren


" nona.. nona.. ayo kita keluar dan menenangkan kan diri mu " menarik Amara


" baiklah, aku akan memberi tau bos mu kalau kau


aish... aku sangat marah jika kita bertemu lagi kau akan mati apakah kau dengar kau akan mati " berteriak dengan tangan di pinggang nya


" apa lagi yang kau tunggu bawa di keluar dan kumpul kan semua orang dan kau aku akan memberi mu hukuman " menatap Amara dengan tatapan tajam


" apa kata mu dasar laki laki mesum " di tarik keluar


di luar anna di beri minum oleh pelayan tersebut dan Amara sudah merasa lebih baik


" selamat siang tuan " semua pelayan membungkuk dan memberi salam kepada Darren yang berjalan menuruni anak tangga


Amara sangat kaget karena semua pelayan yang berada di sana membungkuk kepada pria yang telah ia jambak dan pukuli apakah dia adalah bos ku ? pertanyaan yang melintas di pikiran Amara sekarang , aku akan berada dalam bahaya Amara berbicara di dalam hati dan mengigit bibir nya