
Vero dan viona pulang dari rumah sakit dam sekarang mereka sudah sampai di rumah dan melihat rumah sangat sunyi
" dimana semua orang " viona yang merasa kesepian ditambah suasana rumah sangat sepi
" mungkin Amara sedang keluar dan Darren dia mungkin pekerjaan " membantu viona untuk masuk
"Amara, aku pulang " viona mencari Amara karena dia ingin tau kondisi Amara
" Vero " Darren turun dari atas
" dimana Amara ? " menetap Darren yang baru saja turun
" sebaik nya kau bawa ha ni ke kamar dulu " turun dan menuju dapur
" baiklah " membawa viona masuk ke dalam kamar
setelah sampai kamar Vero memberikan viona obat dan sekarang viona sudah tidur Vero pun langsung keluar dan melihat Darren yang sedang duduk di tepi kolam renang
" ada apa kenapa kau murung " menghampiri Darren
" Amara sudah tau semua nya " menatap ke langit
" maksud mu , ada apa ini coba jelas kan baik baik aku tidak paham " Vero yang masih merasa bigung
" Amara sudah tau kalau ayah nya meminjam uang kepada ku dan dia melihat aku datang ke rumah nya dan menagih utang ayah nya " menjelas kan semua nya
" apa ! lalu bagaiman dengan dia sekarang " khawatir
" dia akan tinggal di rumah ayah nya dan tidak bekerja di sini lagi " menyesal
" apakah kau sudah mencoba menjelas kan nya mungkin dia akan mendengar kan mu " membujuk Darren
" sudah , dia tidak mau mendengar kan ku bahkan dia tidak mau melihat wajah ku lagi " duduk
" apa , mungkin dia sangat marah kepada mu " menepuk pundak Darren
" bukan mungkin tapi dia memang marah , aku memang bodoh kenapa aku tidak tau kalau dia adalah ayah nya Amara " memecah kan gelas yang di pegang nya
" Darren apa yang kau lakukan apakah kau sudah tidak punya akal " kaget melihat tangan Darren yang penuh dengan darah
" aku memang bodoh " pergi
" Darren jangan seperti ini , Amara pasti mau mendengar kan mu " menahan Darren yang ingin minum minum
" aduh apa yang harus aku lakukan , aku belum pernah melihat dia seperti ini " merasa kasian melihat ke adaan Darren
setelah seminggu viona sudah merasa baikan dan dia ingin mengunjungi orang tua nya , Vero tidak bisa mengantar nya karena selama seminggu Darren belum makam dan bahkan dia tidak pernah turun untuk mandi
" Darren apakah kau baik baik saja , apa kau mau makan aku akan masak kan untuk mu " mengetok pintu kamar Darren
" hmmmm " ucap Darren dari dalam kamar nya
" baiklah " turun
Vero yang sangat khawatir melihat ke adaan Darren memutus kan untuk datang ke rumah Amara dan membicarakan masalah mereka dengan baik baik
" Amara " memangil Amara yang sedang menyiram bunga di depan rumah nya
" Vero " menjawab panggilan Vero dengan kaget
" apakah kau sibuk bisa bicara sebentar " memdekat ke Amara
" tidak , ayo masuk " membawa Vero masuk ke dalam
" ada apa Vero , kau tidak biasa nya datang " duduk di depan Vero
" apakah kau masih marah dengan Darren ? " memulai topik
" Darren ? aku kira dia sudah melupakan ku " membuang muka
" tidak, dia sekrang sangat aneh dia belum makan selama seminggu bahkan dia tidak keluar dari kamar nya " menjelas kan keadaan Darren
" ahhhh benar kah , kenapa kau tidak menjaga nya , apa peduli ku pada nya " Amara kelihatan khawatir tapi dia tidak memperlihat kan nya
" mau kah kau menemui nya Amara " memohon
" tidak, rasa luka tidak akan sembuh dengan sendiri nya " berdiri
" Amara sekali saja cobalah untuk memahami nya " masih memohon
" luka yang ada akan berbekas dan tidak akan hilang " masuk
Vero yang mendengar nya langsung pulang dan sampai di rumah Vero menelpon ibu Darren dan mengatakan tentang ke adaan Darren setelah mendengar nya ibu Darren akan ke korea dan menjemput Darren untuk di bawa ke london