The Mafia is my husband

The Mafia is my husband
19



pagi hari nya Darren dan keluarga nya siap siap untuk ke rumah sakit karena hari ini adalah jadwal operasi Darren


" ibu " melihat ibu nya yang duduk sambil minum teh


" iya, apakah sudah bagun bagaimana tidur mu " mengelus kepala Darren


" hmmmm " bersandar kepada ibu nya


" apakah kau sudah merasa baik kan " melihat ke arah lain


" tidak , kadang kadang aku merasa kalau aku bisa muntah dan tidak selera makan " mengeluh


" benar kah , bagaimana kalau kita makan ibu akan masak untuk mu " mata yang berkaca kaca


" tidak , aku akan ke kamar saja " pergi


" tolong kembalikan putra ku yang dulu " menangis sendirian


ibu Darren sangat sedih melihat keadaan Darren yang makin hari makin tidak stabil , napsu makan nya kurang , tidak mau berbicara dan dia juga sering mengurung diri nya sendirian di kamar


" dimana Darren " Varo yang baru pulang dari markas


" tadi dia naik , kenapa apakah ada seseatu yang penting " jawab ibu


" tidak , bukan apa apa " mengelak


" hmmm baiklah " masuk ke kamar


Varo naik untuk menghampiri Darren karena hari ini dia akan mengajak Darren untuk melihat Amara sebelum operasi nya berlangsung karena Varo sudah janji


" Darren boleh aku masuk " mengetok pintu


" hmmmm " suara serak


" kau baik baik saja , mau kelihatan pucat ? " menatap Darren dan duduk di samping nya


" hmmmm ada apa " lemas


" aku akan mengajak mu ke tempat Amara , apakah kau bisa ? kau kelihatan sangat pucat " melihat keadaan jungkook yang tidak stabil dan lemas juga pucat


" tidak , aku baik baik saja , aku akan pergi menemui Amara " duduk


" atau kita pergi lain kali saja " bimbang melihat keadaan Darren


" ani , kita pergi sekarang saja " pucat dan berkeringat


jin yang merasa keadaan Darren semangkin buruk akhir nya menelpon Amara seperti biasa Amara tentu saja menolak untuk bertemu dengan Darren bahkan Varo sudah memohon kepada nya tapi Amara masih merasa jungkook berkhianat kepada nya , Viona yang mendengar percakapan Varo dengan Amara langsung pergi untuk bertemu Amara langsung


" Amara " mendekati Amara


" Viona sedang apa dan apa yang kau lakukan di sini dan bagaimana kau tau kalau aku sudah pindah " kaget


" aku tau semua nya Amara , apakah kita bisa bicara " menatap Amara


" iya bicara lah aku akan mendengar kan nya " menatap Viona


" aku dan Varo akan segera menikah " memulai topik


" wahhh bagus dong , kalian sangat serasi aku bahagia untuk kalian " senyum lebar


" tapi Varo tidak mau menikah kalau Darren tidak sembuh dengan baik " menatap Amara dan memengang tangan nya


" lalu apa urusan nya dengan Dareen ? " bigung


" mereka adalah saudara , saudara kandung tetapi mereka beda ayah " menjelas kan semua nya


" apa ! kenapa aku tidak tau " kaget


" jadi bisa kah kau memenuhi permintaan Darren " menatap Amara


" permintaan jungkook kenapa harus aku " mengalihkan pandangan nya


" karena Darren menyukai mu dan apakah kau tau apa permintaan nya " menatap Amara dengan mata yang mengenang air mata


" apa , memang nya aku harus tau " nangis


" iya kau harus tau apa permintaan nya " membentak dengan niat Amara akan sadar kalau Darren sangat menyukai nya


" apa apa apa permintaan nya " menangis dengan kuat


" dia ingin melihat mu " menjelaskan semua kejadian kejadian yang di alami Darren kepada Amara " sebelum dia masuk ruang operasi " menatap mata Amara dan merasa kalau Amara juga merasa kan apa yang Darren rasa


" melihat ku " menangis dan memeluk Viona


" aku juga ingin melihat nya tapi aku tidak punya keberanian untuk itu " menangis


" kenapa harus ada keberanian jika kau mau berusaha untuk menemui nya " memeluk Amara


" Viona , luka yang Darren berikan masih terasa hingga saat ini , apakah kau tau jika aku melihat ayah ku maka aku , aku akan melihat betapa kejam nya dia kepada ayah ku " menangis sangat keras


" dia akan menjelas kan semua nya beri dia kesempatan untuk bicara " membujuk Amara


" aku akan memikir kan nya lagi " melepas kan pelukan nya dan pergi


Viona merasa mungkin Amara mau melihat Darren dan mendengar kan penjelasan Darren agar semua masalah selesai dan semua keluarga menjadi damai


" Viona kau dari mana " melihat Viona masuk dengan wajah yang murung


" aku " duduk di samping ibu


" ada apa " menatap Viona


" aku dari rumah Amara " mulai bicara


" lalu , kenapa kau ke sana " kaget


" aku berusaha membantu Varo karena aku kasihan melihat nya yang terus terusan menghubungi Amara tapi Amara ngak mau bertemu bahkan bicara di telpon " emosi


" apa ! apakah kau tau dimana dia tingal sekarang apakah kau tau " kaget


" iya , Amara pindah ke tempat lain dan di sana dia bersembunyi " menjelas kan semua nya


" apa , apa yang kau kata kan " Darren yang tiba tiba turun


" Darren dengar kan dulu penjelasan Viona " Varo menahan Darren karena Darren sangat emosi


" kata kan Viona kata kan " emosi dan menghempas tangan Varo dari bahu nya


" apa Darren apa yang ingin kau dengar apa Viona juga ikut berteriak karena dia merasa emosi


" aku ingin dengar semua nya semua nya " memecah kan vas yang berada di ruang tamu


" Darren tenang lah , jika kau emosi masalah tidak akan selesai " menahan Darren untuk melukai diri nya


" Varo kau sudah janji kepada ku untuk bertemu dengan Amara , iya kan Varo kau sudah janji " menarik kerah baju Varo


" Darren tenang lah , ini aku Varo abang mu " menyadarkan Darren


" kau berbohong hyung " memecah kan vas lagi


" tolong kau hubungi dokter nya " memerintah kan Viona untuk menghubungi rumah sakit


" baiklah " menelpon


" Varo kau baik baik saja nak " ibu menghampiri nya


" hmmm aku baik baik saja " menahan Darren dengan sekuat tenaga karena ingin melukai tangan nya dengan kaca


" apakah aku begitu jahat , apakah kesalahan ku begitu besar sehingga dia melakukan ini kepada ku jujur , jika aku bisa jujur kepada nya bahwa ayah nya yang memohon kepada ku lalu kenapa aku yang salah kenapa kenapa kenapa Varo " menangis hingga wajah nya memerah


" kau tidak salah kau hanya membantu hmmm jadi tenang lah " memenang kan Darren


" kenapa harus aku apakah aku yang salah kenapa kenapa " menghantuk kan kepala nya ke lantai


" ini dokter nya sudah datang " Vionaberlari bersama dokter


" ada apa kenapa dia " dokter nya bigung


" tolong tenang kan dia " ibu nya sudah khawatir


" baiklah aku akan menyuntik kan penenang nya " mengambil suntikan


dokter menyuntik kan obat penenang kepada Darren dan Darren tertidur


" kita tidak bisa membiarkan dia stres " dokter keluar dari kamar Darren


" apa maksud nya dok " kaget


" dia sangat stres sehingga pendarahan dan detak jantung nya tidak normal , tenaga yang dia keluar kan juga tidak setara dengan tenaga masuk , jadi tolong beri dia makanan makanan yang bergizi " mengambil tas nya


" terimakasih untuk semua nya dok " membungkuk kan badan


" baiklah kalau gitu aku permisi " pergi


setelah dokter pulang Viona dan Varo membereskan barang barang yang di acak acak Darren dan mereka kelelahan dan kasihan melihat keadaan Darren yang semakin lama semakin memburuk dan sekarang jadwal operasi nya di undur lagi lagi dan lagi