The Mafia is my husband

The Mafia is my husband
04



" kau terlihat berbeda pagi ini " duduk di meja makan dan minum susu


" apakah kau sudah lupa atau hanya pura pura saja "


" apa maksud mu aku ngak ngerti apakah kau menghalu " mengejek Amara


" aish dasar itik sialan " pergi


" ada apa dengan nya kenapa dia sangat dingin dan aneh seperti itu " bigung


" jika tidak ada jin bisa saja hal yang aneh aneh dan hal yang berbahaya terjadi pada ku " berjalan sekitar taman rumah


" apakah kau bicara sendiri " Vero tiba tiba datang


" aku hanya hanya ahahahahahah tidak usah di pikir kan anggap saja kau tidak melihat nya " menghindar


" baiklah , apakah Darren sudah berangkat ? "


" belum dia masih sarapan "


" baiklah , aku masuk dulu "


" Vero , terimakasih untuk yang tadi malam dan jas mu sudah aku letak di kamar " tersipu


" apa , kau bilang Vero ? terdiam kaget


" apakah aku tidak boleh memangil mu Vero ? "


" tidak " Darren datang tiba tiba


" Vero ayo kita berangkat ini sudah telat ayo "


" baiklah kau saja dulu aku akan mandi dan sarapan " masuk


" apaan liat liat , jaga tu mata " dingin


" siapa yang liat pede amat " cuek


" idihh sok narsis " berjalan ke mobil


" dihhh sok banget " masuk kedalam rumah


dalam perjalan Darren ingin pergi ke bar yang ia datangin untuk bertemu Iqbaal ia ingin memastikan bahwa Devano tidak membohongi nya jika , tidak Devano berbohong maka Darren akan mempertimbangkan kembali keputusan nya


" permisi boleh kah saya melihat rekaman cctv-nya ke marin malam di depan bar " tanya Darren kepada salah satu pelayan


pelayan itu memperlihat kan rekaman cctv-nya ternyata mereka berdua sudah merencanakan nya Darren merasa sangat marah ia langsung menuju markas Devano dan memberikan perintah kepada Vero untuk membawa pasukan nya dan menunggu nya di depan simpang tempat markas Devano


setelah mereka sampai Darren langsung keluar dari mobil dan menembak penjaga yang menghalangi nya dia memberikan kode kepada pasukan nya untuk mengepung markas Devano sementara dia dan Vero akan mengurus yang ada di luar


" bajinggan , kau seorang bajingan atau kau adalah penghianat " Darren masuk


" apa yang sedang kau lakukan , kenapa kau main masuk saja ke markas ku " Devano memberontak karena dia sudah di ikat


" apa kau ini bodoh atau memang tidak memiliki otak sama sekali , aku Darren Darren ferlino dan kau berani berani nya menganggu ku " menampar Devano


" apa yang kau lakukan , kenapa kau memukul ku apa aku melakukan kesalahan "


" tidak kau tidak melakukan kesalahan , ahhh aku kan ingin ginjal mu bagaimana kalau kita ambil saja sekarang " memberi kode kepada pasukan nya dan mengarah kan pisau ke pinggang Devano


" polisi apakah perlu aku yang menelpon nya , mana hp ku aku akan menghubungi polisi "


" apakah kau sudah tidak punya akal , kau pikir aku akan diam setelah melihat kau bangkit kembali " mengancam


" memang nya apa yang bisa di lakukan bajingan seperti mu cihhh "


" kau tau Tania , aku yakin kau masih mengigat nya mana mungkin kau melupakan mantan terindah mu " senyum ganas


" kau mempermainkan ku dengan cara murahan kau pikir aku akan masuk kedalam jebakan mu "


" kau yakin sudah melupakan nya , semua yang telah kau lalukan kepada nya bahkan saat saat yang membahagiakan bagi kalian "


" apakah kau mau melanjut kan perkataan mu , jika tidak tutup lah mulut mu sebelum aku yang menutup nya " mengarah kan pisau ke arah Devano


" Darren seperti nya ada polisi ayo kita harus pergi " Vero memberi kabar


" okey " menggores leher Devano dan memberikan kode kepada anak buah nya untuk membereskan semua nya dan tidak boleh ada jejak apa pun


" di sana pak di sana mereka di sana " Iqbal memberikan arah kepada polisi


" apakah kau yakin di sana seperti nya di sana tidak terjadi apa apa "


" lihat pak itu teman saya " Devano mendekat


" apakah kau baik baik saja , apa ini kau berdarah " ucap Iqbal dan memeluk Devano


" apakah kau bodoh di sana adalah markas kita jika kita ketahuan bagaimana " berbisik kepada Iqbal


setelah menjelas kan semua nya akhir nya polisi pergi dan, Iqbal membawa Devano ke rumah sakit sementara, Vero dan Darren sedang dalam perjalan pulang karena ini sudah malam


" aku sangat kesal melihat nya , melihat wajah nya saja aku ingin muntah " membanting kan jas nya dan marah


" sudah lah tenang kan diri mu dan istirahat lah akan bahaya jika kau sakit "


" baiklah, Vero apakah kau terluka "


" aku , selama kau tidak terluka aku juga tidak maka nya jangan terluka karena jika kau terluka bukan hanya kau tapi aku juga " senyum full


" baiklah " naik ke atas


" siapa yang meletakan surat di sini " Vero masuk ke dalam kamar dan melihat surat , surat dari ibu nya dan ibu nya akan datang utuk melihat Darren


" selamat pagi sayang apakah kau masih pulas " ibu Darren datang dan langsung menuju masuk ke kamar Darren


" hmmmm ini ha ibu kapan kau datang " terkejut dan memeluk ibu nya


" baru saja , setelah melihat lihat aku langsung menuju kamar mu " mengelus kepala Darren


" baiklah , apakah ini sudah makan ayo kita sarapan "


" Vero , Amara ayo kita makan , duduk lah Bu "


" kenapa kau berisik sekali " Vero datang dan terdiam melihat ibu nya yang berada di meja makan


Vero sengaja bertingkah seolah olah itu bukan ibu nya dia makan seperti biasa dan bergurau juga sesekali Vero memberikan kode kepada ibunya untuk tidak menangis jika , ibu nya menangis Darren akan mengetahui segala nya dan sekarang aku akan menitip kan ibu kepada Darren dan tentu saja aku akan mengambil ibu kembali , Vero adalah kakak yang sangat mencintai Darren walau Darren tidak mengetahui nya