
" kenapa dengan kalian , kenapa memberikan salam kepada nya kalian takut tenang ada aku di sini " ucap Amara dengan tegas
" mulai hari ini kalian akan libur , libur selama satu minggu " ucap Darren dan menatap sinis Amara
" baik tuan " semua pelayan mematuhi Darren
" dan satu lagi untuk kau, kau akan bekerja sendirian di sini bersihkan semua rumah ku dan siap kan kebutuhan ku " menatap Amara dengan senyuman ganas
" apa maksud mu, bekerja di rumah mu apakah kau adalah majikan ku " melihat Darren dari atas hingga bawah
" dia adalah pemilik rumah ini " ucap salah satu pelayan kepada Amara
" hmmmm baiklah tuan saya akan bekerja dengan rajin " membungkuk kan badan nya
" kalian semua boleh pulang dan kau ke ruangan ku sekarang " berjalan di depan Amara
" biasa nya berapa gaji mu ? " ucap Darren dingin
" saya hanya mendapat gaji sebesar satu juta perbulan nya " menunduk
" saya akan menerima kamu bekerja di sini dan memberikan gaji tiga kali lipat asal "
" asal apa, saya akan menerima nya apa pun tiu saya sangat berterima kasih "
" kamu harus tingal di sini seperti pelayan yang lain " berdiri dari kursi nya
" baiklah tuan "
Darren pun pergi dari rumah menuju markas nya untuk melihat apakah di sana baik baik saja dan apakah keuangannya masih stabil
" apakah di sini ada masalah " masuk dengan pistol di tangan nya
" tidak ada tuan semua berjalan dengan baik dan aman " ucap para penjaga tegas
" oke, dimana Vero apakah dia belum datang juga " duduk di kursi nya yang sangat megah
" iya , aku di sini jungkook ada apa " Vero masuk dengan sembarangan semua karyawan sudah tau kalau Vero dan Darren adalah sahabat
" aishhh dasar sekretaris kurang ajar mana sopan santun mu " menepuk pundak Vero
" baik tuan " membungkuk lalu tertawa bersama
" sini coba aku lihat, wahh seperti nya kita mengalami kenaikan, agen mana yang membeli barang kita dengan harga yang sangat mahal " ucap Darren sambil membalik kertas
" Devano company , mereka membeli barang dari kita dengan menambah kan harga 5 kali lipat " Vero menjelas kan
" sudah berani mereka keluar dari sangkar nya " senyum ganas
" seperti nya mereka sedang melempar kan umpan kepada kita " ucap Vero
" hubungi mereka kita akan ke sana sekarang " berdiri dan memasuk kan pistol nya ke dalam saku jas nya
" baiklah, apakah kita akan pergi berdua saja "
" tentu saja, apakah kau tau jika kau dan aku di satukan maka kita "
" kita akan apa " ucap Vero
dalam perjalanan menuju cafe. Devano company adalah musuh terbesar Darren karena Devano, Darren kehilangan semua nya dan sekarang mereka kembali setelah mendengar kalau Darren sudah bangkit
" wahh apakah cafe ini sudah kau pesan hanya untuk kita " Darren duduk dan menatap ganas Devano
" tentu, kalian adalah orang yang sangat berharga bagi ku " membalas tatapan Darren
" ahhh aku resah jika harus duduk seperti ini " berdiri dan mengambil pistol dari saku nya dan mengarah kan nya ke kepala Devano
" apa sebenar nya yang kau ingin kan " bertanya kepada Devano
" aku ? aku tidak ingin apa pun , aku hanya ingin kembali bersama teman masa kecil ku " menatap Darren
jungkook adalah sahabat Devano mereka membangun usaha bersama namun , Devano berkhianat , dan menusuk Darren dari belakang , saat Darren terjatuh Vero datang dan membangkitkan usaha Darren
" teman cihhh sejak kapan kita berteman " memasang wajah ganas nya
" baiklah , kita bisa selesai kan ini dengan damai kan kau duduk lah dulu " menenangkan Darren
" oke , kita lihat saja apa yang sedang kau rencana kan " duduk
" siapa dia ? apakah dia yang mampu menganti kan ku " menatap tajam Vero
" aku hyung nya dan aku bukan lah sekretaris atau pelayan nya seperti mu " membalas tatapan tajam Devano
lima tahun lalu ibu dan ayah Vero menikah dan melahirkan seorang putra yaitu Vero, ayah Vero adalah seorang pengusaha dan mereka sangat kaya pada masa itu , banyak orang yang iri dengan ayah Vero beberapa tahun kemudian saat Vero berumur 6 tahun ayah nya sakit parah
" sayang ini adalah teman ku " ayah Vero memperkenal kan teman nya kepada istrinya yaitu ibu Vero
" ahhh baiklah apa kabar " sapaan ibu Vero kepada sahabat suami nya itu
" dia adalah orang yang membantu ku mengurus semua usaha ku hingga aku bisa seperti sekarang " penjelasan ayah Vero
" ibu ayo pulang aku lapar " ucap Vero kepada ibu nya
" baiklah ayo kita pulang , sayang kami pulang sebentar ya kalian berbicara lah dulu " berdiri dan mengendong Vero lalu keluar
" jika aku mati kau harus menikahi istri ku dan tolong jaga dia juga anak ku baik baik " ayah Vero mengambil tangan sahabat nya itu
" apa yang kau katakan kau pasti akan kembali sehat " menepuk nepuk tangan ayah Vero
" apakah kau bisa berjanji kepada ku dan rawat lah mereka berdua " ucapan ayah Vero untuk terakhir kali nya
setelah ayah jin meningal , akhir nya sahabat ayah Vero dan ibu Vero menikah, saat Vero berumur 12 tahun Vero di kirim ke amerika untuk belajar dan di asuh oleh orang kepercayaan ibu nya , sekarang Vero kembali untuk melindungi adik nya dan juga keluarga nya
" apakah kau tidak mendengar nya dia adalah abang ku " ucap Darren tegas
" baiklah dia adalah abang mu kan ? sekarang ayo kita bekerja sama seperti dulu " memberikan kertas untuk di tanda tangani Darren
" aku akan menanda tangani nya jika kau mau memberikan ginjal mu untuk ku " berdiri dan meninggal kan Devano
" sialan kenapa dia sangat kuat sekarang , apa yang harus aku lakukan " memecah kan gelas yang ia pegang dan tangan Devano terluka parah
" kau sangat hebat Vero, kau memang orang kepercayaan ku , apakah kau melihat wajah nya sepertu bayi yang kehilangan kompeng nya " tertawa sambil merangkul Vero
jin merasa kalau adik nya sekarang sudah dewasa dan sangat pandai , seandainya Darren mengetahui bahwa Vero memang benar abang nya apakah dia bahagia atau sebalik nya