The Mafia is my husband

The Mafia is my husband
11



" baiklah aku akan membawa mu " mengendong gadis tersebut dan membawa nya ke rumah sakit


di dalam perjalan menuju rumah sakit gadis tersebut tidak sadar kan diri jin takut, bagaimana jika gadis itu mati


" dokter dokter tolong periksa dia " mengendong gadis tersebut


" baiklah kami akan memeriksa nya anda bisa mengurus administrasi nya " ucap dokter dan langsung membawa gadis itu


" baiklah saya akan membayar tagihan gadis tadi " ucap Vero kepada suster yang berada di meja administrasi


" iya , siapa nama nya " ucap suster tersebut


" na nama nya " bigung


" iya kami harus tau nama nya " menatap Vero dan menunggu jawaban


" nama .. viona , nama nya viona " Vero sangat ingin memiliki kekasih bernama viona jadi dia memberi kan nama itu kepada gadis itu


setelah semua nya beres Vero memberi tau Darren kalau dia menemukan gadis saat akan menuju markas Devano dan Darren bilang jangan biar kan gadis itu pergi dia akan menuju ke rumah sakit


" siapa kau sebenar nya " ucap Vero sambil menatap gadis itu


" to to tolong selamat kan aku " gadis itu bicara sambil menutup mata nya


" apa tolong , iya sekarang kau sudah aman " Vero memegang tangan gadis itu dan gadis itu sangat tenang saat tangga jin memegang tangga nya


" Vero dimana gadis nya dimana " Darren yang heboh tiba tiba datang


" bisa kah kau tenang " menjitak kepala Darren yang baru datang


" baiklah " duduk di samping Vero


" aku melihat nya berkeliaran di hutan dan tidak sengaja menabrak nya " menjelas kan kejadian nya


" lalu apa yang akan kita lakukan sekarang " Darren penasaran


" mungkin dia tau sesuatu tentang Devano " ucap Vero serius


" benar aku yakin dia pasti tau sesuatu " berdiri sambil mengangguk angguk kan kepala nya


" bagaimana kalau dia tinggal bersama kita " ucap Vero tiba tiba


" tidak masalah juga " Darren membalik


" baiklah " di pikiran Vero jika gadis ini sudah benar benar pulih maka dia akan di jadikan sekretaris pribadi Vero di amerika dengan begitu usaha Vero akan berjalan lancar


" siapa yang akan menjaga nya malam ini " ucap Vero tiba-tiba


" aku akan menjaga nya tapi , aku akan pulang untuk mengambil kebutuhan ku dan juga dia " ucap Vero


Vero menitip kan viona kepada suster yang sedang berjaga malam , Vero dan Darren pulang bersama dan mereka merasa kalau mereka akan mendapat kan Devano dan memberi kan nya hukuman


" kalian sudah pulang " Amara yang membuka kan pintu dan melihat mereka turun dari mobil yang sama


" iya , aku sangat lelah " Darren mau naik


" Darren kau tidak lupa kan " ucap Amara dan menarik leher baju Darren


" apa apa apa " dengan suara keras sambil menatap sinis


" es krim , kau bilang kita akan makan es krim " ucap Amara dengan muka polos nya


" iya kita akan makan es krim tapi aku mandi dulu oky " naik ke atas


" Amara bisa kah kau membantu ku ? " menarik Amara untuk berbisik


" iya bantu apa Vero ? " menatap Vero hingga jidat mereka bertemu


" bisakah kau meminjam kan baju mu untuk sahabat ku " ucap Vero dengan sangat pelan


" iya oppa " Amara menatap Vero sangat dalam seolah olah dia menyukai Vero


" baiklah tolong kau pinjam kan dua pasang baju " melepas kan tangan Amara


" Vero ak " ucapan Amara terpotong karena tiba tiba dia sadar kalau Vero adalah abang nya Abang


" iya kau kenapa " menatap Amara sambil melihat mata nya


" tidak tidak ada apa apa " masuk ke dalam kamar nya


setelah Amara membereskan pakaian yang di minta oleh Vero Amara turun dan melihat Vero yang sudah menuggu di depan pintu


" Vero " mengulur kan tangan nya dan memberikan tas yang berisi pakaian


" baiklah terimakasih " menatap Amara


" hati hati di jalan Vero " menatap Vero sampai dia pergi


" iya , kau masuk lah " menyuruh Amara untuk masuk ke dalam


setelah selesai mandi Darren langsung turun dan mengajak Amara makan es krim mereka pun pergi bersama sama untuk makan es krim dan Vero yang sudah sampai di rumah sakit


" tuan dari tadi dia mencari mu dia mengatakan kalau dia sangat takut " ucap suster yang menjaga viona


" apakah dia sudah sadar " Vero terkejut karena tadi dia masih pingsan


" dia baru sadar " suster itu pergi dan Vero langsung masuk ke kamar viona


" viona, apakah kau baik baik saja Vero masuk dan meletakkan tas bawaan nya di meja


" hiks hiks hiks aku sangat takut kenapa kau pergi apakah kau meningal kan ku " menarik tangan Vero dan memeluk Vero


" viona kau tenang saja , aku tidak akan meningal kan mu " menepuk nepuk pundak viona agar dia bisa merasa lebih tenang


" benar kah " senyum dan menatap Vero


" iya aku tidak akan meningal kan mu " Vero merasa kalau tatapan viona sangat hangat


" janji " mengulur kan jari kelingking nya


" iya ha ni aku janji " mengambil jari kelingking viona


setelah mereka berjanji Vero meminta suter untuk membantu viona mandi dan menganti pakaian nya sementara Vero akan mencari makanan untuk mereka , di sisi lain ada Amara dan Darren yang asik makan es krim


" Darren , apakah aku boleh bertanya " Amara yang ingin menanyakan sesuatu


" apa kata kan saja , sejak kapan kau minta izin untuk bertanya " menaikan alis nya


" aishhh " menaikan bibir nya sebelah


" apa apa , apakah kau akan marah " melihat Amara


" baiklah aku tidak marah " memakan es krim nya


" apa pertanyaan mu " penasaran


" jika kau menyukai seseorang apa yang kau lakukan " menatap Darren


" aku mencintai mu " menatap langsung ke mata Amara, di mata Amara hanya ada Darren


" apa " terdiam sambil melihat Darren


" itu yang akan aku lakukan , memang nya yang ada di pikiran mu itu apa " menjitak kepala Amara


" Darren " menjitak lagi


" sekarang kau akan kalah " menjitak lalu lari-larian


mereka berdua sangat bahagia walau pun sebenar nya Amara sudah memiliki rasa dengan Vero namun dia merasa nyaman dengan Darren


" ini makan lah " Vero yang masuk ke ruangan viona dan membawa kan makanan


" wahhhhh luar biasa " melihat makanan yang di bawa Vero dengan sangat bahagia


" makan nya kau harus menghabis kan nya " menatap ha ni


" baiklah ,aduh " tangan viona yang terluka tidak bisa memegang sumpit


" ini makan lah " menyuapi viona


Vero sangat bahagia walaupun ha ni tidak tau apa apa tapi nanti Vero akan menjelas kan semua nya jika dia sudah merasa baik , Vero akan menjaga dan merawat viona sampai dia sehat lagi


"Darren aku sangat dingin " Amara yang kedinginan


" kau udah tau dingin mau makan es krim lagi " memberikan jas nya kepada Amara


"ayo " memegang bahu Amara dan membawa nya masuk ke mobil