
jam 06 : 30 Darren bagun karena obat bius nya sudah habis dia turun dan tidak melihat semua orang karena semua nya sedang tidur mereka sangat lelah menghadapi Darren
" kemana semua orang " turun sambil melihat sekeliling
" aduh kepala ku " duduk di sofa
" Darren " viona kaget melihat Darren yang tiba tiba turun
" hmmm viona " menutup mata nya
"kau baik baik saja Darren " melihat Darren
" hmmmm " berbaring di sofa
viona yang melihat Darren baik baik saja langsung pergi ke dapur karena dia ingin mengambil air minum
sementara Devano dan Iqbal yang sudah mempersiapkan rencana mereka dengan sangat matang berencana akan menyerang Darren dan memberi kan Darren pelajaran
" apakah kita akan menyerang dia sekarang " Iqbal menghampiri Devano
" kita tunggu saat yang tepat " santai
" baiklah , apakah kita sudah tau bagaimana ke adaan nya dan seperti apa situasi nya " khawatir
" tenang saja , kita akan berhasil " senyum ganas
" seberapa yakin kau " duduk
" sangat yakin " ganas
sementara di rumah jungkook jin terbangun dan melihat Darren yang rebahan di sofa dia melihat , Darren dengan hangat dan tersenyum karena merasa kalau dia sudah membaik
" Darren " duduk di samping Darren
" hmmmm Vero membuka mata nya
" apakah kau ingin makan sesuatu " menatap Darren
" bagaimana kalau kita makan Mie " duduk
" baiklah ayo " berdiri
" aku mandi dulu kau tunggu aku " naik
setelah selesai bicara dengan Darren , Vero langsung menghampiri ibu nya dan mengatakan kalau Darren seperti nya sudah bisa di operasi , Vero menyuruh ibu dan Viona mempersiapkan semua nya dan dia akan membawa Darren keluar agar Darren menjadi tenang
" Vero kau dimana ? " berteriak
" iya, kau sudah siap ? " menghampiri Darren
" ayo Vero kita pergi " merangkul Vero
" ayo " semangat
di sisi lain ada Amara yang sedang bekerja paruh waktu dan dia bekerja di toko , karena ingin melunasi utang utang ayah nya dia bekerja pagi hingga malam
" apa yang ingin kau beli " sampai di toko
" baiklah aku akan mengambil nya " memilih
" Darren " Amara tidak sengaja melihat jungkook dan bersembunyi
" Vero aku akan ambil ini " senyum ke arah Vero yang berada di sisi kanan nya
" sudah lama aku tidak melihat dia tersenyum " menatap Darren dari jauh
" Vero ayo , aku sudah selesai " menarik Vero untuk membayar belanjaan nya
" apakah dia tidak bisa menunggu sebentar lagi " menatap hangat
karena Amara diam saja dan tidak kerjaan atasan Amara , menyuruh Amar untuk membeli beberapa barang karena sudah banyak barang yang habis Amara pun langsung bergegas pergi
" Vero " terdiam
" kenapa " menatap Vero yang terdiam
" Amara " melihat Amara
" apaa Amara, dimana ? " menahan Darren
" itu di sana " melihat Amara
" Darren itu bukan dia " menahan Darren agar tidak mau pergi
" tidak, itu dia " lari dan menghampiri Amara
" Amara " berteriak
" iya, ada apa ? " membalik kan badan
" ada apa ? kenapa kau berada di sini " menatap Amara
" bukan urusan mu " dingin
" Amara dengar kan aku " menarik Amara
" tidak , tidak ada yang perlu kau jelas kan " menghempas kan tangan nya
" Amara tolong dengar kan aku " berteriak
" apa apa apa apa lagi sekarang , apakah kau belum puas haaaa " berteriak
" apakah kau tau mengapa ayah mu meminjam uang dari ku apakah kau tau " membentak
" aku tau ayah ku meminjam uang untuk ibu ku untuk ibu " menangis
" tidak, kau salah kau tidak tau apa apa tapi kau hanya bisa memarahi ku saja kau tidak tau Amara kau tidak tau sama sekali " berteriak
" memang nya apa yang tidak aku tau " menangis
" apakah kau tau kalau ayah mu selama ini suka minum ? apakah kau tau kalau ayah mu tidak pernah mengurus ibu mu ? apa kah kau tau untuk apa uang yang dia pinjam dari ku ? apakah kau tau Amara " menatap Amara ganas
" iyaaa aku memang tidak tau lalu kau , apakah kau tau haaaa " berteriak
" hmmmm aku tau semua nya aku tau " menatap Amara dengan mata yang berkaca kaca
" kata kan apa Darren kata kan apa yang kau tau kata kan " mendekat dan menarik kerah baju Darren
" ini " mengeluarkan kartu nama
" apa ini, apa maksud mu " menatap Darren dan tanpa di sadari mereka bicara di bawah deras nya hujan
" pergi lah ketempat ini kau akan tau jawabanya kau akan melihat kebenaran nya " menatap Amara
" apakah kau tidak bisa mengatakan nya saja " menangis
" kau tidak akan percaya , aku tau aku adalah mafia tapi yang perlu kau tau aku aku adalah mafia yang masih memliki hati " menatap tajam mata Amara
" apa maksud mu " bigung
" ayah mu datang utuk meminjam uang untuk pengobatan ibu mu tapi suatu saat aku tau kalau dia tidak pernah memberikan pengobatan kepada ibu mu dia hanya bisa minum minum dan minum " mata nya berkaca kaca
" maksud mu " bigung
" apakah kau pikir aku tidak mengenali mu , aku tau kau adalah anak nya dan aku kasihan melihat mu bekerja ke sana ke sini sementara ayah mu hanya bisa minum dan aku aku memberi mu pekerjaan Amara " menetes kan air mata nya
" apakah kau yakin dengan semua yang kau kata kan " ingin pergi
" iya aku yakin " menatap Amara
" baiklah aku akan melihat kebenaran nya " membalik kan badan nya
" satu hal yang perlu kau tau jika kau tidak ada tempat maka datang lah ke rumah ku , rumah ku dan aku slalu ada untuk mu " bicara walau Amara membelakangi nya
Darren menutup tubuh Amara dari belakang karena tau kalau Iqbal akan menyerang Amara karena , deras nya hujan Amara tidak mendengar suara tembakan yang mengenai dada Darren dan Darren langsung terbaring dengan penuh darah Vero yang melihat nya langsung mendekati Darren
" Darren " menangis
" Vero kau sudah menepati janji mu " senyum
" iya iya bertahan lah jungkook " mencari pertolongan
" Vero jika aku mati maka aku akan bahagia karena bisa melihat nya " menutup mata nya
Vero mengambil ponsel nya dan menghubungi ambulance untuk datang dan mengambil jungkook dalam perjalanan Vero juga menghubungi ibu dan Viona agar mereka langsung ke rumah sakit
" tolong tolong selamat kan adik ku " menangis dengan baju yang penuh darah
" Vero dimana Darren ? " ibu dan Viona sampai
" ibu " memeluk ibu nya
" Vero " menangis
" dia tertembak di depan mata ku tapi kenapa aku tidak bisa menyelamat kan nya " menangis di pelukan ibu nya
" tidak apa apa , semua akan baik baik saja " menepuk pundak Vero
sementara Amara masih mencari dimana tempat yang Darren kata kan. dia melihat sebuah bar dan masuk ke sana, di sana dia melihat ayah nya sedang minum dan main perempuan. Amara langsung terpukul melihat semua ini kenapa aku tidak tau kalau ayah adalah penyebab ibu meningal Amara menangis dan membalik kan badan nya lalu meningal kan bar tersebut