
" Amara ayo bagun kita sudah sampai " membangunkan Amara yang tertidur selama perjalanan
" hmmmm " ucap Amara yang tertidur pulas
" dasar , kenapa dia harus tidur di saat saat seperti ini , aku kan bukan pacar nya ngapain aku gendong dia " ucap Darren sambil menatap sinis Amara yang tertidur
akhir nya Amara di gendong Darren walaupun awal nya Darren menolak tapi ngak ada cara lain , jungkook meletakan Amara di atas kasur nya dan menyelimuti nya
" setelah dia makan es krim dia langsung tidur " Darren yang duduk menatap Amara
" tapi dia sangat cantik ketika tidur " mengelus kepala Amara
" hmmmm , aku rasa kalau perasaan ku tidak akan di balas Amara " pergi
Darren keluar dari kamar Amara dan menutup pintu nya sekarang Darren merasa kalau dia menyukai Amara tapi tidak bisa mengatakan nya sementara Vero dan viona masih di rumah sakit
" Vero , apakah aku bisa memangil mu dengan nama asli mu ? " viona menatap Vero
" tentu saja , siapa pun bisa memangil ku dengan nama ku " menyelimuti viona
" kapan aku akan pulang dan dimana rumah ku " viona merasa bigung
" tadi kau bilang kalau kau ingin memanggil ku dengan nama asli ku, jadi kemana aku pergi maka kau akan ikut dengan ku, berarti rumah mu adalah rumah ku " duduk
" akhir nya aku bisa punya keluarga " menatap Vero dengan mata yang berkaca kaca
" sekarang istirahat lah kita akan pulang besok " membereskan barang barang
" tapi kenapa aku merasa kalau kita baru bertemu dan aku merasa nyaman dengan Vero " menatap Vero
" tidur lah , mimpi mu akan menjawab nya " tidur di sofa
pagi nya Vero dan viona membereskan barang barang mereka dan akan pulang , sementara Amara yang sedang menyiram bunga di taman melihat mobil Vero yang masuk ke gerbang rumah
" Vero kau sudah pulang " mendekati mobil Vero
" iya, apakah Darren sedang di rumah " berjalan ke pintu mobil yang di sebelah nya
" tidak , dia sudah pergi kerja " bigung melihat Vero dan siapa yang di bawa Vero
" keluar lah ini rumah Vario " ucap Vero kepada viona
" Vero , berani sekali Vero membuat gadis itu mengatakan kalau Vero memangil nya dengan nama itu " ucap Amara dalam hati sambil mengumpat di dalam hati nya
" hati hati " membantu ha ni turun
" wahhh rumah mu sangat besar Vero " ucap viona
" ayo " mengambil tas yang di bawa viona
" siapa dia Vero kenapa kau membawa nya masuk ? " ucap Amara dan mengeras kan suara nya di bagian nama Vero
" dia , dia adalah " ucap Vero terpotong karena viona langsung bicara
" aku adalah adik nya Vero dan dia adalah abang ku kenapa " mengandeng tangan Vero
" Vero , apa kata mu Vero ? seenak aja main pangil Vero emang kau siapa " membentak viona
" aku viona , viona adik nya Vero apa kau tau " menatap tajam Amara
" Vero tidak pernahkah mempunyai seorang adik " menatap tajam viona
" apa " viona yang merasa kalau Vero membohongi langsung masuk ke rumah dan menangis
viona merasa kalau dia baru saja mempunyai keluarga namun apa ternyata keluarga nya hanya membohongi nya dan nama yang di berikan Vero , viona merasa bahagia namun sekarang semua nya hanya bohong , dia merasa kalau Vero membohongi nya
" Amara apa yang kau lakukan " Vero membentak Amara
" Ve.... Ve ..... Vero " menatap Vero
" apa salah nya kalau dia memangil ku dengan nama ku dan kalau aku mengatakan dia adalah adik ku lalu kau mau apa ? " masuk
" Vero kau hiks hiks " menangis dan terduduk di bangku taman
" Viona .... Viona Vero mencari cari Viona dan melihat nya duduk di tepi kolam ikan
" Viona, apakah kau baik baik saja " duduk di samping Viona sambil menatap nya
" apakah kau membohongi ku Vero ? " tidak mau menatap Vero
" tidak , aku tidak bohong , kau adalah adik ku " merangkul viona dan membawa nya masuk ke kamar Vero
sementara Amara yang masih merasa terpukul dengan sikap Vero yang berubah kepa nya , Amara masih menangis bahkan air mata nya terus keluar dan tiba tiba Darren datang untuk mengambil berkas nya yang tertinggal di kamar nya
" Amara, kenapa kau duduk di sini " melihat Amara sekilas
" tidak, aku tidak menangis " menghapus air mata nya
" kau nangis, ada apa kenapa kau sangat sedih lihat lah sekarang mata mu membengkak " melihat Amara yang menghapus air mata nya
" benar kah n, kau yakin kau baik baik saja " memegang pipi nya
" iya, maka nya ayo kita masuk " menarik Amara
" aku ingin sendiri " tidak mau
" aduh ada apa dengan mu, ayo " mengendong Amara dan membawa nya masuk
" apa yang kau lakukan " memberontak
" tadi malam aku juga mengendong mu " ucap Darren
" apa " kaget
tiba di dalam rumah Darren tidak mau menurun kan Amara namun karena Amara terus memberontak akhir nya Amara turun
" awas saja kalau kau melakukan nya lagi " menatap Darren dengan tatapan tajam
" aku akan melakukan nya " mengejek Amara
" Darren kenapa kau pulang " Vero yang datang dari dapur dan membawa makanan
" iya aku mau mengambil sesuatu , apakah kau belum sarapan Vero " bigung karena Vero membawa makanan dan bukan memakan nya
" ini, ini untuk ha ni dia belum sarapan " berjalan
" Viona, ahhhhh gadis itu kau memberi nya nama ha ni " langsung paham
" iya bagaimana " menatap Darren
" bagus aku suka " senyum
" Amara , apakah kau baik baik saja " Vero menatap Amara dan melihat mata Amara yang agak lebam
" untuk apa kau pemerhati kan ku " membuang muka
" apa ini apakah kalian bertengkar " Darren yang polos
" ntah lah , dia yang salah dia tidak membela ku di depan adik nya itu di malah membentak ku " menunjuk Vero dan membuang muka dengan mata yang berkaca kaca
" apa , Amara aku tadi hanya emosi, maaf " menunduk
" hmmmm pergilah adik mu kelaparan " Amara yang sudah menangis
" apa apaan sih kalian " merangkul Amara karena tau Amara merasa terpukul
" pergilah Vero adik mu lapar " menarik Darren dan membawa Darren ke arah taman belakang
" apa ! sekarang bahkan dia memangil nama ku " masuk ke kamar
" Amara apakah kau baik baik saja " menatap Amara yang kembali menangis
" sebaik nya kau tidak usah terlalu baik kepada ku , jika aku bersandar kepada mu maka akan sulit bagi ku untuk melupakan mu " membuang muka dan membelakangi Darren
" Amara ? , aku tidak seperti itu aku akan berada di sisi mu " bicara dari belakang Amara
" aku merasa kalau kau sekarang berbohong karena Vero baru saja mengkhianati aku , dia mengatakan akan melindungi ku namun apa " menangis hingga mata nya memerah
" Amara ku mohon berhentilah menangis " menghentak kan tangan nya
" kenapa , kenapa kalau aku mengais apakah kah merasa sakit " membalik dan menatap Darren dengan mata nya yang merah
" iya , aku merasa sakit kalau kau nangis aku juga merasa sedih kalau kau seperti ini ,Vero dan viona tidak memiliki hubungkan apa apa , Vero hanya tidak sengaja bertemu dengan nya dan sekarang viona sedang sakit maka nya sikap nya seperti itu " menjelas kan semua nya
" Darren " menatap Darren
" kau slalu saja memikirkan Vero tapi apakah kau pernah memikirkan aku, aku Amara. sekali saja pernah kah ? " menatap Amara
" aku juga memikirkan mu ? " membuang muka
" bohong , kau hanya pemikir kan fisik ku namun apakah kau pernah memikirkan perasan ku hmmm apakah pernah "
" Darren " menatap Darren dengan hangat
" kau mengatakan kalau, jangan melakukan nya karena kau akan bersandar kepada ku namun " berhenti dan menarik nafas nya
" namun apa Darren " mengeluarkan air mata nya
" namun aku ingin kau bersandar kepada ku seperti kau bersandar kepada Vero apakah kau pernah merasa seperti itu ? " berhenti