
" jadi mulai sekarang bersandar lah kepada ku seperti kau bersandar kepada Vero " Darren yang mengatakan nya penuh perasaan
" tapi kau dan Vero tidak sama, aku merasa jika aku bersama mu maka aku sama seperti sedang bersama teman teman ku namun jika aku bersama Vero aku merasa kalau dia seperti bagian yang berharga dalam hidup ku " Amara yang mengutarakan perasaan nya
" jadi , sekarang dia sudah mengkhianati mu apakah kau masih merasa kan hal yang sama kepada nya ? jawab Amara " Darren merasa kalau dia hanya bicara dengan sia-sia
" mungkin " Amara yang masi tidak yakin
" baiklah " pergi
" Darren, tunggu dulu " mendekati Darren
" kenapa " tetap menghadap belakang
" aku minta maaf " menunduk
" untuk apa , ini juga bukan salah mu " pergi
" aku minta maaf karena sudah mempercayai mu " Amara yang bicara sendiri karena Darren sudah pergi dan Darren tidak mendengar kalau Amara sudah percaya kepada nya
Darren yang merasa menyesal karena menyukai Amara langsung pergi dan tidak mengatakan apa apa, Vero yang masuk ke kamar dan memberikan viona sarapan
" ini makan lah " duduk di samping Viona sambil menatap nya
" Vero, tadi aku mendengar kalau ada wanita dan pria yang bertengkar siapa mereka " viona merasa penasaran
" laki laki itu adalah adik ku nama nya Darren " menjelas kan
" Darren " mengulangi
" dan wanita itu adalah adik ku juga sama seperti mu dia adalah adik ku nama nya amara, bukan nya kalian sudah saling kenal "
" Amara "
" tidak kau harus memangil nya dengan sebutan kakak karna dia lebih tua dari mu "
" kenapa "
" karena dia lebih tua dari mu satu tahun begitu juga dengan Darren kau paham aku tidak mau mengulang nya lagi "
" hmmmmm iya aku mengerti " memakan sarapan nya
Amara yang ingin masuk ke kamar viona untuk memberikan baju mendengar semua percakapan mereka Amara merasa bersalah kepada Vero Karena dia sudah salah paham
" Vero " Amara mendekati Vero yang sedang cuci piring
" hmmmmm " ucap Vero yang serius dengan pekerjaan nya
" apakah kau sibuk , aku ingin bicara sebentar " duduk di meja makan
" hmmm bicara lah " masih mencuci piring
" maaf kan aku " menunduk
" kenapa kau minta maaf apakah kau melakukan kesalahan " berhenti sebentar
" tidak , aku hanya ingin minta maaf " mengelak
" apakah kau marah karena masalah tadi , aku sudah melupakan nya tapi , karna kau minta maaf baiklah aku akan maaf kan " melanjut kan cucian nya
" kau sangat baik Vero " berdiri
" tentu saja , dimana Darren apakah dia sudah berangkat " tidak melihat Darren
" hmmmm , seperti nya dia marah "
" kenapa apakah kalian bertengkar "
" Vero "
" hmmmm apa lagi sekarang "
" seperti nya aku menyukai Darren " menceritakan isi hati nya
" APA " kaget dan menjatuhkan kan piring
" Vero , apakah kau baik baik saja " menunduk dan membantu Vero untuk menjauh dari pecahan piring
" iya , aku baik baik saja " bigung
" ahhhh Vero hati hati " membersihkan pecahan piring
Vero sangat kaget dengan ucapan Amara , sekarang Vero merasa kalau mustahil bagi nya untuk memiliki Amara mungkin memang sudah di takdir kan Vero menjadi Abang untuk Amara Vero merasa patah hati namun apa yang bisa di lakukan kalau Amara menyukai Darren
" Vero " masuk ke kamar Vero
" tidak , aku sudah terbiasa " berbaring di kasur Vero
" aku sudah mengantar ibu pulang " duduk
" benar kah , apakah ibu mu sudah pulang ? kau tidak mengatakan apa apa " membalik kan badan nya dan menghadap Darren
" hmmmmm , dan ibu bilang dia sedang sakit jadi aku agak khawatir " menatap Vero
" tidak apa apa " memeluk Darren
Pagi nya Amara akan ke pasar kerena bahan makanan sudah habis Amara sengaja tidak mau belanja ke supermarket karena dia ingin membeli jajanan di pasar
" Amara " viona bangun dan mendekati Amara
" iya , ada apa " mengambil keranjang belanjaan
" Amara , kau mau kemana " viona yang penasaran
" aku , mau belanja apakah kau ingin ikut jika kau mau maka izin lah kepada Vero " merangkul viona dan membawa nya ke kamar Vero
" baiklah " nurut
" Darren " viona menyapa Darren yang baru bagun
" hmmmm " melihat keranjang belanjaan Amara dan langsung pergi mandi
" cari apakah aku boleh ikut bersama Amara ke pasar " berteriak dari luar kamar Vero
" iya , hati hati " ucap Vero dari balik pintu
Akhir nya mereka berdua pergi untuk belanja dan tanpa mereka sadari kalau sejak dari tadi ada dua pria yang mengikuti mereka hingga mereka sampai di pasar
Saat Amara dan viona sedang asik asik nya belanja dua pria tersebut menutup mulut mereka dan membius mereka hingga pingsan dan memasuk kan mereka ke dalam mobil
" ini bos kami sudah menangkap mereka " menunduk kan viona dan Amara
" siapa kalian dan apa yang kalian lakukan " Amara yang memberontak
" hmmmm lepas kan kami " viona berteriak
" bagus lah kalau kalian sudah menangkap mereka " Devano datang dan duduk di kursi nya
" aku seperti nya mengenal mu " ucap Amara sambil menatap Devano yang berada di depan nya
" benar kah , lalu bagaimana dengan kau ? " menatap tajam viona
" ak .... Ak.... Aku tidak tau " menangis
" jangan sok bodoh , kau kau adalah tahanan ku dan siapa yang telah membebaskan mu " menjambak rambut viona
" maaf maaf kan aku "viona hanya bisa mengatakan maaf sambil menangis menahan sakit
" aku tidak butuh maaf mu , kata kan saja siapa yang menyelamat kan mu haaa " membanting viona ke lantai hingga jidat nya memar
" apa yang kau lakukan , viona apakah kau baik baik saja ? " membentak Devano dan melihat viona yang sedang menangis
" diam lah kau kekasih nya Darren kau sangat bising " Devano menpar Amara
" apa ! " bigung
" aku akan membalas kan dendam ku kepada mereka melalui kalian " ucap Devano dengan ganas nya
" Iqbal ayo kita lanjut kan bisinis kita " keluar
" ayo " merangkul Devano
Dua tahun lalu saat Darren masih bersahabat dengan Devano dan Iqbal mereka menjadi anggota mafia yang sangat hebat dan banyak di takuti orang orang
Namun Devano menusuk Darren dari belakang , Devano mengambil kekasih Darren yang sangat Darren cintai karena masalah tersebut mereka berpecah dan menjadi musuh
Kekasih Darren yang dulu adalah viona , viona yang memiliki nama Anantasya viona , viona di tahan oleh Devano selama tiga tahun tidak di rawat maka nya viona menjadi seperti sekarang , viona kehilangan ingatan karna kepala nya di bentur kan oleh Devano
Karena itu dia tidak mengingat Darren , saat tidak ada yang menjaga viona , dia berhasil kabur dari tahanan Devano dan dia tidak sengaja bertemu dengan Vero dan meminta tolong kepada Vero
Sekarang Devano dan Iqbal berencana untuk memancing Darren dan Vero agar mau bergabung dengan mereka karena geng mereka sedang dalam kesulitan
karena mereka berdua sangat keras kepala Devano memutus kan untuk mengembalikan ingatan viona dan menahan Amara karena Devano merasa kalau viona menyukai Vero dan Darren menyukai Amara
Jika rencana Iqbaal dan Devano tidak berjalan dengan lancar mereka akan membunuh antara viona atau Amara
" halo " Darren yang sedang menerima panggilan
" apa kabar kawan " ucap Devano ganas