
" aku merasa bersalah karena aku tidak mendengar kan nya " menangis di pelukan ibu
" sudah lah yang penting sekarang kau berapa di sini dan itu sudah cukup " menepuk pundak Amara
" kapan dia akan sadar dia pasti sembuh kan " menatap ibu Darren
" tentu saja , kami semua juga sedang menunggu dia " meyakinkan Amara
Amara sangat sedih dan bersalah karena dia merasa kalau ini adalah salah nya , Vero yang dapat telpon dari anak buah nya bahwa anak buah nya sidah menemukan siapa pelaku nya
" bagaimana apa yang kalian ketahui " duduk
" ini , orang ini ada saat kejadian dan dia juga mencurigakan " memberikan foto kepada Vero
" Iqbal , ini adalah Iqbal " kaget dan langsung mengenali Iqbal
" apakah bos mengenal nya " bigung
" dia adalah musuh kami " ganas
" lalu apa yang akan kita lakukan sekarang " melirik Vero
" kita akan lapor kan dia ke polisi " ganas
" tapi kalau kita melapor kan dia maka rahasia bos menjadi mafia akan terbongkar " khawatir
" aku hahahaha " tertawa keras
" kenapa malah ketawa " bigung
" aku bukan mafia tapi adik ku , aku adalah pengusaha ternama di afrika dan aku akan membawa seluruh keluarga ku ke sana setelah urusan ku selesai " berdiri
" baiklah bos " melirik Vero
" terimakasih atas kerja sama mu " pergi
Vero langsung melapor kan ke polisi tentang semua nya dan dia juga memberi tau di mana markas mereka Vero melapor sebagai pengusaha tentu saja polisi tidak akan curiga
sampai nya polisi di tempat yang Vero berikan polisi langsung menahan Devano dan Iqbal mereka di berikan hukuman 5 tahun penjara , setelah semua nya beres Vero kembali ke rumah sakit untuk melihat adik nya
" dari mana " Viona mendekati Vero dengan wajah yang sangat khawatir
" aku , hmmmmm " grogi
" apakah kau melirik wanita lain " cemburu
" tidak , aku ada urusan " memeluk Viona
" kau yakin " menatap tajam Vero
" hmmmm " senyum khas Vero
" aduh aduh kalian ini " ibu Vero tiba-tiba datang
" ibu , apakah ibu sudah enakan " Veron membantu ibu nya
" hmmm tentu saja sudah lebih baik sekarang " duduk
" obat apakah ibu sudah minum obat " khawatir
" sudah aku sudah berikan tadi " viona menyenggol bahu Vero
" aduh kalian , kira kira kapan kalian akan serius " menatap Vero dan viona
" kami sedang serius sekarang " menatap lagi ibu nya
" maksud ibu kalian kapan menikah " menatap Vero dengan penuh harapan
" hmmm untuk sekarang aku dan Viona sepakat kalau kami tidak akan menikah kalau Darren belum sadar " duduk di samping ibu nya
" dokter bilang sebagian besar dia akan koma selama 2 sampai 3 tahun " lemah
" apa ! kapan dokter mengatakan itu " kaget
" baru saja ibu baru dari ruangan dokter dan dia mengatakan itu " menangis
" ibu " memeluk ibu nya
" Vero " viona juga memeluk Vero
" sudah kita akan menjalani ini kita pasti bisa " pura pura kuat
" ibu ini semua salah ku " menangis dan memperkuat pelukan nya
" bukan ini bukan salah mu "menangis
" Vio coba kau bujuk Amara untuk makan , dua hanya minum vitamin dan belum ada makan " melirik Viona
" dimana dia ibu " meletakkan kepala nya di bahu ibu nya
" dia dari tadi berdiri dan melihat Darren dengan tatap yang sangat sedih " menjelas kan
viona yang datang dan menghampiri Amara , Amara masi tetap menatap Darren dari luar ruangannya
" Amara ayo makan " memegang bahu Amara
"viona , apa yang harus aku lakukan " menetes kan air mata
" hmmmm ada apa " menatap Amara
" apakah kau tau kalau dia akan sadar dalam waktu 2 tahun " menetes kan air mata
" Amara itu hanya kemungkinan saja " meyakinkan Amara
" kejadian itu hanya dua jam dan aku aku harus menunggu dia lama dua tahun apakah ini adil " memeluk viona dengan erat
" Amara kau tenang lah " menangis
" jika aku bisa memberikan nyawa ku maka aku akan memberikan nya hiks hiks hiks " menangis dengan keras
" kita semua sedang menunggu dia , dia pasti akan bagun tunggu saja " menepuk pundak Amara
" aku aku belum mengatakan apa apa kepa nya " menangis sampai mata nya merah
" Amara ayo kita makan dan istirahat " membawa Amara keluar
tidak terasa waktu sudah berjalan selama dua tahun , Vero dan Viona sudah memiliki seorang putra bernama putra Vero dan sekarang putra nya sudaha berusia dua tahun
ibu Vero melanjutkan usaha nya di amerika dan sekarang perusahaan mereka sudah sangat besar dan terkenal tidak ada yang tidak mengenal perusahaan mereka ibu nya akan memberikan usaha ini kepada Darren
Amara bekerja keras dan sekarang dia sudah mendirikan usaha nya dan usaha nya juga berjalan lancar seperti yang dia ingin kan , sekarang Amara akan menjenguk Darren karena ini adalah akhir tahun salju juga turun
Amara berjalan di atas salju sambil memainkan salju nya dan dia melihat ke arah bangku dan ada seorang pria yang duduk di sana dan pria tersebut tidak memakai pakaian hangat jadi Amara berjalan menghampiri nya, ingin memberikan baju hangat kepada pria tersebut
" permisi ini pakai " terpotong karena Amara melihat pria itu sangat mirip dengan Darren
" Amara apakah kau menunggu lama " menatap Amara yang berdiri diam
" Dar ..... Dar...... Darren " memeluk Darren dengan sekuat tenaga nya hingga Darren mundur
" Astaga , apakah aku terlambat " mengelus kepala Amara
" iya kau kau sangat terlambat " dan memeluk Darren dengan sekuat sekuat nya
" aku tidak menyangka kalau aku sudah memiliki keponakan dan dia sudah besar " mengelus kepala Amara
" hmm kau benar bahkan kau kau tidak datang di hari pernikahan Vero Abang mu sendiri , kenapa kau tidur sangat lama " menatap Darren
" aku butuh istirahat " menatap Amara
" Darren " mata Amara berkaca kaca
" hmmm apa " menatap Amara
" aku mencintai mu " menetes kan air mata
" apa apa yang baru saja kau katakan " kaget
" aku mencintai mu Darren Ferlino aku mencintaimu " menangis
" aku juga , kenapa kau menangis " memeluk Amara
" aku merindukan mu karena kau istirahat sangat lama " menangis
" lihat aku , aku sekarang baik baik saja " menatap Amara
" aku harap akan selama nya kau baik baik saja " menatap Darren
" Amara ayo kita menikah " menatap Amara
" ayo " berteriak
" ini " memasang kan cincin di jari Amara
" wahhh kapan kau membeli nya " melihat jari nya
" aku membeli nya saat aku ingin mengatakan perasaan ku kepada mu itu itu sudah dua tahun lalu bukan " tertawa
" wahhh kau yang terbaik Darren , kau yang terbaik " menatap Darren
" aku mencintai mu " mencium kening Amara
akhir nya Darren dan Amara bersama lagi setelah menunggu selama dua tahun mereka kembali bersama dan Darren tidak lagi mafia tapi dia adalah seorang pengusaha yang sukses mereka semua berakhir bahagia